Home » Tag: bakteri

Tag Archives: bakteri

Fermentasi Lactococcus lactis pada Kefir

Lactococcus lactis sangat berperan dalam fermentasi kefir terutama pada awal fermentasi. L. lactis mempunyai dua subspesies yang paling banyak digunakan untuk fermentasi kefir yaitu L. Lactis subsp. lactis dan cremoris. L. Lactis subsp. lactis dan cremoris merupakan starter mesofilik pada proses fermentasi kefir dan berperan terutama untuk menghasilkan asam laktat. L. Lactis subsp. lactis dan cremoris menggunakan kurang dari 0.5% ...

Read More »

Peran Lactococcus lactis pada Proses Pembuatan Keju

Lactococcus lactis sangat berperan dalam fermentasi susu dan produksi berbagai jenis keju. L. lactis mempunyai dua subspesies yang paling banyak digunakan untuk pembuatan keju yaitu L. Lactis subsp. Lactis dan cremoris. L. Lactis subsp. Lactis dan cremoris merupakan starter mesofilik pada proses pembuatan keju dan berperan dalam fermentasi terutama untuk menghasilkan asam laktat. L. Lactis subsp. Lactis dan cremoris menggunakan ...

Read More »

Sifat-sifat Penting Lactococcus lactis untuk Produk Susu Fermentasi

Karakteristik Lactococcus lactis telah diinvestigasi secara ekstensif pada industri yang relevan. Metabolisme komponen susu dan menghasilkan berbagai senyawa yang menarik karena dampaknya terhadap rasa, aroma dan pengawetan yang dihasilkan. Adapun sifat-sifat penting Lactococcus lactis untuk produk susu fermentasi dapat dilihat pada Tabel 1.   Tabel 1 Kontribusi metabolisme L. lactis untuk produk susu fermentasi dan  kualitas mikrobiologi Sifat metabolik Kontribusi untuk ...

Read More »

Taksonomi dan Klasifikasi Lactococcus lactis

Lactococcus lactis merupakan salah satu spesies dari Lactococcus dan merupakan salah satu mikroorganisme yang diklasifikasikan ke dalam bakteri asam laktat karena mampu memfermentasi gula (laktosa) dalam susu menjadi asam laktat. Lactococcus lactis digunakan secara luas sebagai kultur starter pada fermentasi susu di berbagai negara di dunia. Berbagai strain Lactococcus lactis digunakan untuk menghasilkan berbagai produk makanan seperti keju, kefir, yogurt, ...

Read More »

Karakteristik Lactococcus lactis

Karakteristik Lactococcus lactis yaitu merupakan bakteri gram positif, bersifat mesofilik dan fakultataif anaerob. Bakteri ini tidak membentuk spora, tidak motil, selnya berbentuk bulat atau ovoid dengan ukuran 0.5 – 1.5 µm serta susunan selnya berpasangan atau berantai (Gambar 1). L. lactis melakukan metabolisme karbohidrat secara homofermentasi dan menghasilkan L(+)-asam laktat dari glukosa. Gambar 1 Lactococcus lactis (http://beling.net) Lactococcus lactis mempunyai ...

Read More »

Faktor Intrinsik yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme pada Pangan

Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan dapat dibagi menjadi beberapa faktor diantaranya : faktor intrinsik, faktor ektrinsik, faktor implisit dan faktor pengolahan. Pada artikel berikut ini, akan dibahas mengenai faktor intrinsik yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme pada bahan makanan sedangkan faktor-faktor lainnya akan dibahas pada tulisan berikutnya. Faktor intrinsik merupakan sifat-sifat yang terdapat pada pangan itu sendiri. Faktor intrinsik yang dapat mempengaruhi ...

Read More »

Permasalahan Tuberkulosis Terhadap Kesehatan Masyarakat

TB merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di dunia. Pada tahun 1993 World Health Organization (WHO) telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency. Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi TB. Pada tahun 1995, diperkirakan ada 9 juta pasien TB baru dan 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia. Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB di dunia terjadi pada ...

Read More »

Epidemiologi Kasus Tuberkulosis

TB merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Pada tahun 1993 World Health Organization (WHO) telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency. WHO dalam Annual Report on Global TB Control 2011 menyatakan bahwa terdapat 22 negara dikategorikan sebagai high burden countries terhadap TB, termasuk Indonesia. Pada tahun 2010 diperkirakan terdapat 8,8 juta kasus TB, dimana 3,9 juta adalah kasus BTA ...

Read More »

Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

Tindakan pencegahan terhadap TB harus melibatkan semua pihak mulai dari penderita, masyarakat dan petugas kesehatan. Adapun upaya pencegahan yang harus dilakukan yaitu : a. Penderita tidak menularkan kepada orang lain Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin dengan sapu tangan atau tissu Tidur terpisah dari keluarga terutama pada dua minggu pertama pengobatan Tidak meludah di sembarang tempat, tetapi dalam wadah ...

Read More »

Diagnosa Tuberkulosis

Diagnosis tuberkulosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinik, pemeriksaan fisik, pemeriksaan bakteriologik, radiologik dan pemeriksaan penunjang lainnya. Adapun penjelasan dari masing-masing metode diagnosa tersebut sebagai berikut : a. Pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan fisik kelainan yang dijumpai tergantung dari organ yang terlibat. Pada TB paru, kelainan yang didapat tergantung luas kelainan struktur paru. Pada permulaan perkembangan penyakit umumnya sulit sekali menemukan kelainan. ...

Read More »
error: Content is protected !!