Site icon Berbagi Informasi Mengenai Ilmu Veteriner

Tips Cara Memilih Telur yang Baik

Telur merupakan salah satu bahan makanan hewani  yang berasal dari berbagai jenis unggas dan burung seperti ayam, bebek, angsa, puyuh dan  lain-lain serta telur ikan yang kadang-kadang ditambahkan dalam makanan. Sangat banyak jenis telur yang kita tahu, tetapi telur yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat yaitu telur ayam. Telur merupakan bahan makanan yang menjadi favorit pilihan masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang tinggi serta juga dapat diolah menjadi berbagai jenis menu makanan yang enak dan lezat. Selain itu, harga telur sangat terjangkau oleh masyarakat, mudah membawanesi ya dan mudah mengolahnya. Oleh sebab itu, tidak heran jika pada saat ini telur banyak dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan.

Telur memiliki kandungan protein yang tinggi serta memiliki banyak manfaatnya bagi tubuh. Selain itu, telur juga banyak mengandung vitamin. Kandungan gizi pada telur memiliki manfaat bagi tubuh diantaranya: bagus untuk mata, daya tahan tubuh, mengatasi kekurangan zat besi dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan bahan makanan hewani lainnya, telur juga mempunyai sifat mudah rusak. Namun, dibandingkan dengan daging dan ikan, daya tahan telur masih lebih baik dari keduanya. Rusaknya telur dapat diakibatkan menguapnya air dan zat-zat makan dalam telur yang terurai menjadi gas dan terkontaminasinya telur oleh mikroba dari luar yang masuk melalui pori-pori kulit.

Kita harus teliti dalam memilih telur sebelum dikonsumsi karena ada kemungkinan telur yang dijual telah rusak atau mengalami penurunan kualitas, hal ini bisa disebabkan akibat terlalu lamanya penyimpanan atau proses pengangkutan. Berikut ini akan dijelaskan tips cara memilih telur yang baik yaitu sebagai berikut:

  1. Lihat warna dari telur

Pilih telur yang warnanya lebih pekat dan cerah. Hal ini menunjukkan bahwa telur telah di produksi dengan sempurna dan  cangkangnya kuat sehingga dapat melindungi isi telur dengn baik. Telur yang sudah lama biasanya mempunyai warna kulit telur yang kusam atau keruh, juga mulai timbul bintik-bintik hitam yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur.

  1. Lihat ukuran telur

Pilih telur dengan ukuran normal, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Terkadang kita biasanya menilai sesuatu yang lebih besar itu lebih baik. Padahal bisa saja sebaliknya. Ukuran telur yang kecil biasanya merupakan telur dari ayam muda, cangkang nya biasanya lebih tebal, tentu akan sangat berfungsi dalam melindungi isi telur.

  1. Lihat Bentuk

Pilih telur yang berbentuk lonjong, karena kandungan kuning telurnya akan lebih banyak dibandingkan telur yang berukuran bulat. Apa lagi untuk bahan baku kue yang terkadang hanya membutuhkan kuning telur saja, tentu ini sangat bermanfaat.

Gambar 1 Telur yang baik berbentuk lonjong

  1. Melihat dan menyentuh kulit telur

Telur yang baik jika kulit telur tidak rusak atau retak serta berlubang. Apabila menyentuh atau meraba permukaan kulit telur terdapat butiran-butiran putih yang terasa kasar, maka telur bisa dikatakan masih segar. Permukaan kulit telur yang mengkilap dan licin dapat dicurigai bahwa telur tersebut sudah disimpan dalam waktu lama.

  1. Cium Aroma telur

Pilihlah telur yang aromanya tidak berbau busuk. Jika aromanya sudah berbau busuk tentunya telur itu sudah dalam kondisi tidak bagus lagi.

  1. Mengguncang telur

Perlakukan telur dengan cara mengguncangnya. Jika terdengar bunyi atau terasa ada yang longgar, itu menandakan telur tersebut sudah dalam kondisi kurang baik. Jadi pilih lah yang tidak ada suaranya.

  1. Merendam telur dalam air

Perlakuan ini merupakan senjata pamungkas dan jarang dilakukan karena di tempat penjualan tentu tidak menyediakan air untuk merendam telur. Perlu untuk diketahui bahwa jika telur direndam di air dan kemudian telur tenggelam  dengan posisi tidur, hal ini menandakan telur masih segar. Apabila telur agak berdiri menandakan telur sudah disimpan 1 mingguan, jika tegak maka telur sudah disimpan 2-3 mingguan, dan apabila sudah melayang bahkan sampai mengapung, maka telur itu sudah pasti dinyatakan sudah rusak (Gambar 2).

Sumber: http://rsulin.kalselprov.go.id

Gambar 2 Menentukan umur telur

  1. Meneropong telur

Meneropong telur dapat dilakukan menggunakan sinar matahari atau lampu pijar. Meneropong telur dapat dilakukan dengan cara bagian ujung telur yang lebih besar ditempelkan pada lampu, karena rongga udara telur terletak pada bagian tersebut. Pada saat meneropong telur akan terlihat bagian dari: rongga udara telur, putih telur dan kuning telurnya. Telur yang masih segar atau baru akan terlihat :

Makin dalam rongga udara yang terbentuk, menunjukkan bahwa umur telur makin lama. Hal ini dikarenakan adanya proses penguapan, sehingga makin lama umur telur maka penguapan makin banyak sehingga rongga udara makin dalam atau makin bertambah.

Gambar 3 Meneropong telur dengan lampu pijar, telur yang baik kuning telurnya tetap berada di tengah

  1. Memecahkan telur

Usia telur juga bisa dilihat bila kita memecahkan telur di atas piring, kemudian amati:

Gambar 4 Telur yang baik dan masih segar memiliki putih telur yang kental

Gamber 5 Telur yang sudah lama dan tidak baik memiliki putih telur yang encer

Exit mobile version