
Basil TB dapat juga memasuki tubuh melalui traktus gastrointestinal ketika minum susu yang mengandung basil TB. Jalan masuk lain kedalam tubuh manusia adalah melalui luka pada kulit atau membran mukosa, tetapi penyebaran dengan cara ini sangat jarang. Sarang TB yang telah terbentuk pada satu organ tubuh dapat menyebar ke organ tubuh yang lain melalui pembuluh darah, saluran limfatik, kontak langsung, saluran cerna (sering dari intestinum kembali ke darah melalui duktus torasikus) dan yang paling sering melalui saluran pernafasan.
Risiko penularan TB tergantung dari tingkat paparan dengan percikan dahak. Pasien TB paru dengan BTA positif memberikan kemungkinan risiko penularan lebih besar dari pasien TB paru dengan BTA negatif. Risiko penularan setiap tahunnya di tunjukkan dengan Annual Risk of Tuberculosis Infection (ARTI) yaitu proporsi penduduk yang berisiko terinfeksi TB selama satu tahun. ARTI sebesar 1%, berarti 10 orang diantara 1000 penduduk terinfeksi setiap tahun. ARTI di Indonesia bervariasi antara 1-3%. Infeksi TB dibuktikan dengan perubahan reaksi tuberkulin negatif menjadi positif.
Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TB akan menjadi sakit. ARTI 1%, diperkirakan diantara 100.000 penduduk rata-rata terjadi 1000 terinfeksi TB dan 10% diantaranya (100 orang) akan menjadi sakit TB setiap tahun. Sekitar 50 diantaranya adalah pasien TB BTA positif. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk). HIV merupakan faktor risiko yang paling tinggi bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (Cellular immunity), sehingga jika terjadi infeksi oportunistik seperti TB maka penyakit ini akan semakin parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Jumlah yang terinfeksi HIV meningkat, maka jumlah pasien TB akan meningkat dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat juga.
Sumber :
[Depkes RI] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Panduan Nasional Penularan Tuberkulosis. Edisi ke-2. Jakarta : Depkes RI.Hedden VD et al. 2006. TB Epidemiology and Human Genetics, In : Innate Immunity to Pulmonary Infection-Novartis Foundation Symposium. Chichester : John Wiley & Sons Ltd.
Widoyono. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan Dan Pemberantasannya. Surabaya : Erlangga.