Site icon Berbagi Informasi Mengenai Ilmu Veteriner

Gejala klinis, Diagnosa, Pencegahan dan Terapi Laminitis pada Sapi

Gejala klinis

Gejala klinis dari laminitis adalah sebagai berikut :

 

Diagnosa

Diagnosa dari laminitis berdasarkan anamnesis, gejala klinis, melihat reaksi hewan ketika kaki diangkat dan diketok-ketok pada phalanx 3 di bagian kuku (tes kuku) dan melihat manajemen perkandangan. Hewan yang berbaring terlalu banyak makan merupakan hal yang biasa dan bila terjadi laminitis sangat sulit untuk dideteksi. Pada sapi Hereford jantan muda, secara klinis kondisi laminitis dapat terjadi karena genetik (terdapat epiphysitis pada distal metacarpus dan phalanx I, deposit kalsium dalam testis dan ginjal). Hal ini dapat juga dikelirukan dengan keadaan pododermatitis.

 

Pencegahan

Laminitis merupakan penyakit multifaktorial dan penerapan manajemen kandang merupakan faktor risiko laminitis. Potensi pencegahan laminitis meningkat apabila peternak memahami dan mengerti permasalahan kandang yang terjadi dan konsekuensinya. Terdapat dua langkah pencegahan terpenting untuk mengurangi laminitis berhubungan dengan luka terkait dengan pakan dan kandang. Dalam pemberian pakan ternak harus diperhatikan antara lain pengaturan bertahap untuk pakan laktasi, menggunakan pakan rutin untuk menstimulasi digesti alamiah, dan pakan dengan keseimbangan diet yang baik dengan kandungan serat fungsional yang cukup (keseimbangan antara rumput dan konsentrat) untuk meningkatkan ruminasi. Untuk mencegah laminitis, kandang ternak harus dibuat nyaman dengan menghindari penggunaan kandang yang beralaskan beton karena dapat berpengaruh negatif pada kesehatan kuku sapi. Sebaiknya kandang pada sapi dibuat beralaskan karet untuk mengurangi perlukaan kuku.

 

Terapi

Terapi laminitis dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:

Gambar 1 Laminitis sub akut yang ditandai dengan perubahan warna pada kuku bagian solar (kanan). Laminitis kronis yang ditandai dengan perubahan pada bentuk kuku (kuku melengkung)

 

 

Sumber :

Aiello et al. 2000. The Merck Veterinary Manual. Edisi ke-8. Whitehouse station. USA.

Bergsten C. 2009. Laminitis: Causes, Risk Factors, and Prevention. http://www.txanc.org/proceedings/2001/BovineLaminitis.pdf [6 Januari 2010].

Greenough PR, Finley JM, and Weaver AD. 1981. Lamenes in cattle2nd editon. (Ed) AD Weaver. Wright Scientechnica. Bristol.

Stone WC. 2004. Nutritional Approaches to Minimize Subacute Ruminal Acidosis and Laminitis in Dairy Cattle. Journal Diary Science 87: E13-E26.

Exit mobile version