Home » Parasitologi » Waspadalah Terhadap Infeksi Ancylostoma spp. pada Anjing dan Kucing

Waspadalah Terhadap Infeksi Ancylostoma spp. pada Anjing dan Kucing

Spesies Ancylostoma spp.

Ancylostoma atau disebut juga dengan cacing tambang (hookworm) merupakan cacing penghisap darah yang dapat mengakibatkan pendarahan di usus sehingga terjadi diare berdarah. Cacing ini dapat menginfeksi anjing, kucing dan rubah, untuk itu waspadalah terhadap infeksi Ancylostoma spp. pada anjing dan kucing. Ancylostoma terdiri atas tiga spesies yaitu: (a) Ancylostoma caninum yang dapat menginfeksi anjing dan rubah; (b) Ancylostoma tubaeforme yang dapat menginfeksi kucing; (c) Ancylostoma braziliense yang dapat menginfeksi anjing dan kucing.  

 

Struktur tubuh dan telur Ancylostoma spp.

Cacing Ancylostoma berukuran 10 – 20 mm dan cacing dewasa biasanya ditemukan melekat pada mukosa usus halus. Cacing ini bewarna keabuan atau kemerahan dengan tubuh yang kuat. Ujung anterior membengkok ke dorsal dan memiliki bukal kapsula yang dalam dengan satu sampai tiga pasang gigi ventral pada tepinya dan dua lanset segitiga atau gigi dorsal di dalamnya (Gambar 1). Vulva cacing betina terletak pada sepertiga posterior tubuh. Cacing jantan mempunyai sepasang spikulum sama besar dan sebuah gubernakulum. Panjang cacing jantan yaitu 11-13 mikron dan berdiameter 340-390 mikron dengan spikulum yang panjangnya 730-960 mikron. Cacing betina berukuran 14-21 mikron dan berdiameter 500-560 mikron dengan ekor yang panjang 250-320 mikron. Telur Ancylostoma termasuk tipe strongyloid (Gambar 2) yaitu berdinding tipis, oval dan bila dibebaskan (keluarkan) dari tubuh biasanya memiliki 2 – 8 gelembung dalam stadium blastomer. Telur Ancylostoma berukuran 55-72 x 34-45 mikron.

Sumber: http://www.k-state.edu

Gambar 1 Bukal kapsula pada Ancylostoma caninum

Baca juga mengenai: Cara Penularan dan Proses Infeksi Ancylostoma spp.

 

Daur hidup Ancylostoma spp.

Daur hidup cacing tambang bersifat langsung tanpa hospes antara. Hospes paratenik yaitu hewan bukan hospes utama misalnya mencit yang mengandung larva cacing apabila terkomsumsi oleh hospes utama. Cacing dewasa hidup dari menghisap darah di usus halus. Cacing selalu berpindah-pindah dalam menusuk mukosa usus hingga meninggalkan luka-luka yang pendarahanya berlangsung lama karena cacing tersebut menghasilkan toksin antikoagulan darah. Cacing betina menghasilkan telur dalam jumlah besar bahkan seekor cacing diperkirakan mampu bertelur sebanyak 10 – 30.000 telur perhari. Cacing dewasa dapat hidup beberapa bulan sampai 2 tahun.

Satu sampai dua hari setelah dibebaskan pada feses di tempat yang lembab atau basah, telur akan menetas menjadi larva stadium pertama. Setelah lebih kurang 1 minggu akan terbentuk larva infektif atau stadium ketiga dan siap menginfeksi hewan yang rentan. Kondisi sekitar telur yang kering atau sebaliknya (membeku) seperti yang biasa terdapat dipegunungan atau di daerah empat musim akan mempepanjang waktu perkembangan larva atau bahkan mematikannya. Biasanya faktor-faktor suhu dan kelembaban di suatu daerah menentukan kelangsungan hidup larva dan cacing di daerah tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan larva hidup bebas membutuhkan waktu 58-66 jam untuk mencapai stadium infektif pada suhu 30 °C dan 9 hari pada suhu 17 °C. Telur pertama kali muncul pada feses 15-18 hari setelah infeksi pada anjing muda dan 15-26 hari pada anjing yang lebih tua.

Sumber: http://itg.author-e.eu

Gambar 2 Telur tipe stongyloid yang merupakan telur dari cacing Ancylostoma

 

Gejala klinis hewan terinfeksi Ancylostoma spp.

Hewan yang terinfeksi Ancylostoma akan menunjukkan gejala klinis berupa feses berdarah yang menyebabkan melena, feses lembek dan bewarna gelap, anorexia, emasiatio, anemia akut berupa normositik normokroik diikuti oleh anemia hipokromik mikrositik yang ditandai dengan pucat pada selaput lendir mulut, mata dan vagina serta kulit terutama daerah perut. Infeksi cacing Ancylostoma dalam usus halus dapat menyebabkan beberapa perubahan patologi dan fungsi dari organ tersebut. Perubahan-perubahan patologi dan fungsi tersebut meliputi anemia, radang usus ringan sampai berat, hipoproteinemia, terjadinya gangguan penyerapan makanan dan terjadinya penekanan terhadap respon imunitas.

 

Pengobatan terhadap infeksi Ancylostoma spp.

Pengobatan ancylotomiasis dapat diberikan secara oral diantaranya : diclorvos dengan dosis 27-33 mg/kg (dewasa) dan untuk anak-anak 11 mg/kg, pyrantel pamoate dengan dosis 5-25 mg/kg, mebendazole dengan dosis 22 mg/kg selama 5 hari dan fenbendazole 50 mg/kg/hari selama 3 hari.

Baca juga mengenai: Gejala Klinis dan Patogenesa Infeksi Trichuris vulpis

 

 

 

Sumber:

Anonim. 2007. Laminas de Parasitologia 1. bioinfo-aula.blogspot.com/2007/11/laminas-de [26 Juli 2009].

Aiello S E dan Mays A. 1998. The Merck Veterinary Manual. Edisi-8. USA: Whitehouse station.

Levine ND. 1994. Parasitologi Veteriner. Yogyakarta: UGM Press.

Subronto. 2006. Penyakit Infeksi Parasit dan Mikroba pada Anjing dan Kucing. Yogyakarta: UGM Press.

Urquhart GM, Armour J, Duncan JL, Dunn AM, Jennings FW. 1996. Veterinary Parasitology. UK: Blackwell Science.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Endoparasit Yang Dapat Menginfeksi Kucing

Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan (pet animals) yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Kucing dapat ...

error: Content is protected !!