Home » Info & Tips » Wabah Virus Ebola yang Sangat Mematikan di Afrika Barat

Wabah Virus Ebola yang Sangat Mematikan di Afrika Barat

meninggal-akibat-ebola

Baru-baru ini telah terjadi wabah virus Ebola di Afrika Barat yang mengakibatkan 467 orang meninggal dunia. Hal ini merupakan pertama kalinya terjadi wabah virus Ebola di Afrika Barat dan telah menyebar ke tiga negara di Afrika Barat seperti Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Selain itu, wabah virus Ebola juga terjadi di Ibu Kota dan di kota-kota besar dari ketiga negara tersebut. Awal mulanya beberapa kasus Ebola terjadi di Guinea pada bulan Maret 2014, tetapi kemudian virus ini menyebar dengan cepat ke dua negara lainnya yaitu Sierra Leone dan Liberia, lalu sekarang wabah virus Ebola yang sangat mematikan tersebut telah dilaporkan.

Wabah Ebola di Afrika Barat tak terkendali

Telah dilaporkan bahwa wabah virus Ebola di Guinea, Sierra Leone dan Liberia diluar kendali. Jumlah kasus masih terus bertambah sejak pertama kali diamati sekitar awal tahun ini. Setidaknya sekitar 759 orang telah dilaporkan terinfeksi virus Ebola pada tiga negara di Afrika Barat (Guinea, Sierra Leone dan Liberia) sejak gejala pertama kali terlihat pada empat bulan yang lalu. Kasus Ebola terbanyak dilaporkan di Guinea yaitu sebanyak 413 kasus dan 303 orang telah meninggal dunia, kemudian diikuti oleh Sierra Leone sebanyak 239 kasus dan 99 orang meninggal dunia serta di Liberia kasus Ebola dilaporkan sebanyak 107 kasus dan 65 orang meninggal dunia. Tingkat kematian dari wabah Ebola yang terjadi di Afrika Barat mencapai 61,5%. Selain itu, CDC memperkirakan bahwa total kasus Ebola yang terjadi yaitu lebih dari 1.800 kasus dan lebih dari 1.300 kematian.

Selain itu, Ebola telah muncul di lokasi baru di Guinea, Sierra Leone dan Liberia sehingga potensi Ebola menyebar ke wilayah lainnya sangat besar. Ebola kini tidak lagi menjadi masalah kesehatan untuk Guinea, tetapi penyakit ini sudah mempengaruhi seluruh Afrika Barat. Pasien Ebola kini diidentifikasi di 60 lokasi di Guinea, Sierra Leone dan Liberia sehingga membuat penyebaran wabah penyakit ini semakin sulit untuk dicegah.

Ketidak pahaman warga terhadap bahaya penyakit ini membuat mereka tetap mengurus jenazah dan menghadiri pemakaman kerabat mereka yang meninggal akibat Ebola sehingga warga tersebut semakin rentan terhadap penularan penyakit ini terutama saat warga menyentuh korban yang meninggal dunia atau kontak dengan cairan tubuh korban. Selain itu, banyak warga lokal yang takut terkena Ebola dan memandang fasilitas kesehatan dengan penuh curiga. Bahkan beberapa pihak ada yang menyembunyikan pasien yang terinfeksi virus Ebola dan kementrian kesehatan setempat menyatakan bahwa ada beberapa orang pasien telah melarikan diri dari rumah sakit di distrik Kenema yang merupakan pusat wabah Ebola. Kondisi ini tentunya semakin membuat Ebola sulit untuk dikendalikan.

Baca juga mengenai: Kasus Penyakit Demam Berdarah Dengue di Indonesia

Sampai saat ini masih banyak yang belum diketahui mengenai virus Ebola. Banyak penelitian tentang virus Ebola yang telah dilakukan, tetapi ini belum cukup untuk mengetahui sepenuhnya mengenai virus Ebola. Selama ini belum diketahui secara pasti (100%) tepatnya virus Ebola berasal (menyembunyikan epidemi di luar) meskipun ada kemungkinan virus Ebola berasal dari kelelawar, sehingga belum bisa memetakan di mana risikonya.

wabah-ebola-di-afrika-barat

Sumber: WHO 2014

Gambar 1 Laporan kasus dan kematian akibat virus Ebola di Guinea, Sierra Leone dan Liberia

totak-kasus-ebola

Sumber: WHO 2014

Gambar 2 Laporan wabah virus Ebola pertahun (1976-2014)

Virus Ebola sangat mematikan

Medecins Sans Frontieres (MSF) menyatakan bahwa Ebola dianggap sebagai salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Virus Ebola merupakan virus yang sangat menular yang dapat mengakibatkan kematian hingga 90% dari orang-orang yang terinfeksi. Penyakit ini juga telah menyebabkan ketakutan dan keresahan bagi masyarakat terutama di daerah yang tertular. Dari kelima subtipe virus Ebola, strain Zaire yang pertama kali diidentifikasi dianggap merupakan strain yang paling mematikan.

Cara korban meninggal akibat dari infeksi virus Ebola sangat mengenaskan. Pasien yang terinfeksi oleh virus Ebola menunjukkan gejala awal seperti flu, sakit kepala, demam, diare dan kemudian terjadi pendarahan hebat yang sangat cepat serta tidak terkendali. Hal inilah yang menyebabkan kematian pada pasien yang terinfeksi. Sampai saat ini belum ada vaksinasi untuk mencegah penyakit Ebola.

Belum ada pengobatan untuk Ebola

Sampai saat ini tidak ada pengobatan yang khusus untuk penyakit Ebola. Pengobatan terhadap penyakit ini hanya bersifat suportif seperti pemberian infus (intravena) untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang agar volume darah dan keseimbangan elektrolit tubuh dapat terjaga, status oksigen dalam tubuh dan tekanan darah harus dijaga agar tetap stabil, pemberian analgesik untuk menghilangkan rasa sakit dan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder.

Perawat dan dokter yang menangani pasien yang terinfeksi virus Ebola disarankan untuk memakai alat pelindung diri seperti baju kedap air, sarung tangan, pelindung wajah (kaca mata atau masker bedah). Hal ini berfungsi agar mencegah kontak atau terkena cipratan dari ekskreta pada hidung, mulut dan mata pasien.

Upaya penanggulangan terhadap wabah virus Ebola

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah memberikan peringatan agar perlu dilakukan langkah dramatis dalam menanggulangi wabah virus Ebola. Hal ini karena jumlah kematian dan kasus Ebola terus meningkat di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Direktur regional WHO untuk Afrika, Luis Sambo menyatakan bahwa kasus virus Ebola bukan lagi menjadi wabah negara tertentu tetapi menjadi krisis subregional yang memerlukan tindakan tegas oleh pemerintah dan mitra.

WHO telah mengirimkan lebih dari 150 ahli sejak epidemi Ebola terjadi pertama kalinya untuk mengatasi wabah Ebola yang terjadi di Afrika Barat. Selain itu, untuk mengatasi krisis yang semakin berkembang, WHO akan mengadakan pertemuan dengan para menteri kesehatan dari 11 negara di Accra, Ghana pada tanggal 2 dan 3 Juli untuk membahas mengenai cara terbaik mengatasi krisis atau penanggulangan wabah virus Ebola secara kolektif. Pertemuan ini juga bertujuan untuk mengembangkan rencana operasional antar negara yang komprehensif.

Adapun tindakan pencegahan yang dapat dilakukan terhadap infeksi virus Ebola yaitu sebagai berikut:

  • Segela dilakukan tindakan isolasi dan karatina pada pasien yang terinfeksi agar tidak terjadi penyebaran virus Ebola
  • Tindakan higiene dan sanitasi seperti selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tidak menggunakan jarum suntik yang sama berulang-ulang dan desinfeksi peralatan yang kontak dengan pasien
  • Menghindari kontak dekat dengan pasien terinfeksi virus Ebola, segera mengubur pasien yang meninggal dunia dan menghindari kontak dengan mayat yang meninggal akibat infeksi virus Ebola
  • Perawat dan dokter yang menangani pasien yang terinfeksi virus Ebola disarankan untuk memakai alat pelindung diri seperti baju kedap air, sarung tangan, pelindung wajah (kaca mata atau masker bedah) untuk menghindari kontak dengan ekskreta dari pasien.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Diagnosa Terhadap Penyakit Ebola

Virus dapat diisolasi terutama dari darah pasien yang sakit parah dan prosedur ini harus dilakukan ...