Home » Info & Tips » Tips Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Tips Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Idealnya, anak kucing harus berada di dekat dan menyusu dari induknya hingga usia 8 minggu sebelum dipisahkan atau diadopsi. Ada kalanya manusia harus turut ikut campur, misalnya ketika menyelamatkan anak kucing, induk kucing mati, atau induk kucing menolak anaknya. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan jika anda harus merawat anak kucing baru lahir, karena merawat anak kucing baru lahir perlu perhatian khusus terutama untuk anak kucing yang tidak dapat menyusu langsung dari induknya. Hal ini karena anak kucing baru lahir membutuhkan susu induknya sebagai nutrisi terbaik dan juga untuk daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh pasif ini bertahan hingga anak kucing berusia 6 sampai 14 minggu. Karena kucing yang tidak dapat menyusu langsung dari induknya tidak memiliki perlindungan semacam itu, maka mereka sangat rawan terserang penyakit . Berikut ini tips cara merawat anak kucing baru lahir agar tumbuh dengan baik dan sehat.

 

1. Mencari Induk Angkat untuk Anak Kucing

Cobalah untuk mencari induk angkat untuk anak kucing tersebut, misalnya dengan peternak kucing, dokter hewan dan tempat penampungan hewan yang mungkin tahu bagaimana merawat kucing. Hubungilah orang-orang yang memiliki kucing yang mungkin bisa membantu anda.

Perlu anda waspadai, sekalipun Anda menemukan induk yang mau menyusui, belum tentu dia mau menerima anak kucing. Berjagalah selalu saat kucing dewasa berinteraksi dengan anak kucing anda, karena ada risiko dia akan mencoba membunuh anak kucing yang ditolaknya. Apabila anda menemukan induk angkat, cobalah untuk menyamarkan bau anak kucing yang baru, caranya yaitu: mengusapkan bulu anak kandung dari induk kucing, kemudian usapkan tangan anda ke badan anak kucing anda. Cara ini dapat memindahkan bau anak kandung induk kucing ke anak kucing anda. Kemungkinan kucing dewasa (induk kucing) untuk menolak anak kucing dengan bau tak dikenal jauh lebih besar. Dengan “menyamarkan” bau anak kucing anda, peluangnya untuk diterima akan lebih besar.

 

2. Jaga Agar Anak Kucing Tetap Hangat

Apabila anda menemukan anak kucing baru lahir tanpa induknya, segeralah lindungi anak kucing tersebut dari hawa dingin dengan cara menempatkan kucing di balik pakaian anda yang dekat dengan kulit. Anak kucing baru lahir tidak dapat menghasilkan cukup panas untuk tubuhnya sendiri agar membuat mereka bertahan hidup sampai mereka berusia 3 sampai 4 minggu. Normalnya, induk kucing dan sesama anak kucing lain akan saling menghangatkan badan mereka. Selama minggu pertama, anak kucing harus dijaga suhu badannya antara 31 sampai 33 derajat Celcius. Selama dua minggu berikutnya, mereka masih memerlukan suhu sekitar 27 derajat. Ketika usia mereka mencapai sekitar 5 minggu, mereka sudah mampu bertahan pada suhu di bawah suhu kamar.

Cara lain agar membuat anak kucing tetap hangat yaitu dengan menempatkan anak kucing tersebut dalam kotak yang kokoh atau wadah palstik yang diberi selimut hangat yang lembut dari kain atau handuk bekas. Selain itu, dapat juga menempatkan beberapa botol yang di isi dengan air hangat di antara anak kucing tersebut. Hal ini untuk menggantikan panas tubuh induknya. Tapi perlu diperhatikan, agar botol tersebut jangan terlalu panas karena dapat membakar kulit anak kucing tersebut. Letakkan botol di bawah selimut sehingga anak kucing tidak bersentuhan langsung pada botol. Jangan biarkan botol mendingin, karena jika suhu anak kucing turun dengan cepat dapat mengakibatkan kematian pada anak kucing baru lahir.

kucing-ttp-hangat

Gambar 1 Menempatkan anak kucing baru lahir dalam kotak yang dialasi kain handuk yang lembut agar tetap hangat

 

3. Pemberian Susu

Berikan anak kucing baru lahir dengan susu yang khusus diformulasikan untuk anak kucing baru lahir. Biasanya dijual di petshop atau rekomendasi dari dokter hewan. Jangan memberikan anak kucing dengan susu untuk manusia yang kandungan laktosanya tinggi karena dapat merusak saluran pencernaan kucing  gejalanya dapat berupa diare.

Pemberian susu dapat dilakukan dengan menggunakan alat tetes mata atau botol khusus untuk anak kucing. Jika anda memakai alat tetes mata, berhati-hatilah agar tidak memaksa memasukkan susu ke dalam mulut kucing. Biarkan bayi kucing menghisap cairan dengan kecepatannya sendiri. Jika Anda memaksanya, ada kemungkinan anda akan mengisi paru-paru bayi kucing tersebut dengan susu dan mengakibatkan pneumonia. Semua peralatan yang akan dipakai harus disterilkan terlebih dahulu. Adapun cara memberikan susu pada kucing yaitu:

  • tempatkan perut kucing di atas handuk atau permukaan bertekstur di mana dia bisa berpegangan.
  • Buka mulutnya dengan ujung jari anda dengan lembut, lalu selipkan ujung puting botol diantara rahangnya.
  • Untuk mencegah masuknya udara ke dalam perut kucing, pegang botol dalam sudut 45 derajat, tarik dorong botol perlahan-lahan untuk mendorong anak kucing menghisapnya dengan kuat.
  • Jika anak kucing menghisap cairan hingga masuk ke dalam paru-parunya, segera balikkan kucing tersebut sampai dia tidak lagi tersedak.
  • Jika anak kucing tersebut tidak kuat menghisap, segera minta bantuan dokter hewan.
cara-memberi-susu-pada-anak-kucing

Sumber: http://www.catster.com

Gambar 2 Cara memberikan susu pada anak kucing dengan botol susu

Susu harus dihangatkan sesuai dengan suhu tubuh dan diberikan ke anak kucing setiap 3 sampai 4 jam. Ketika mereka sudah lebih besar, berikan susu setiap 6 sampai 8 jam. Periksa bungkus susu untuk mengetahui jumlah dan frekuensi pemberian susu yang dianjurkan. Seekor anak kucing biasanya memerlukan sekitar 8 cc susu untuk setiap ons berat badan tubuhnya per hari. Usia anak kucing menentukan jumlah frekuensi pemberian makanan yang harus diberikan.

Ketika seekor anak kucing telah memperoleh cukup asupan susu, akan timbul gelembung udara di sekeliling mulutnya dan perutnya akan nampak bulat. Setiap selesai makan, bantulah kucing agar bersendawa dengan cara menggendongnya di atas bahu anda lalu tepuk punggungnya perlahan-lahan. Jangan memberi terlalu banyak makanan kepada anak kucing karena hal tersebut dapat mengakibatkan diare dan masalah-masalah lainnya.

Tabel 1 Petunjuk pemberian susu pada anak kucing

Usia (dalam minggu) Berat rata-rata Jumlah susu per hari Frekuensi pemberian
1 4 ons 32 cc 6 kali
2 7 ons 56 cc 4 kali
3 10 ons 80 cc 3 kali
4 13 ons 104 cc 3 kali
5 1 pon 128 cc 3 kali

 

 

4. Beri Stimulasi pada Anak Kucing Agar Dapat BAB (Buang Air Besar)

Induk kucing juga merawat kedua organ anak kucing mereka, yakni mulut dan anus. Dengan menjilat perut kucing, induk kucing mendorong kotoran dalam perut dan membersihkannya kemudian. Ibu asuh kucing juga harus menggosok perut dan anus kucing dengan lembut dengan menggunakan bola-bola kapas atau tisu yang dibasahi dengan air hangat. Hal ini akan mendorong pembuangan kotoran dan menjaga anak kucing tetap bersih. Berhati-hatilah dalam menggosok anus anak kucing ketika membantunya mengeluarkan kotoran. Jaga agar tetap bersih dan perhatikan apa ada luka yang menandakan anda menggosok terlalu keras atau apa anda tidak membersihkan dengan cukup baik.

cara-merangsang-anak-kucing-bab

Sumber: http://www.kittenbaby.com

Gambar 3 Stimulasi pada anus anak kucing agar memudahkan BAB

 

5. Perhatikan Kebersihan Tubuh Anak Kucing

Sebagian besar waktu anak kucing dihabiskan hanya untuk tidur, sehingga area sekitar mata diselimuti banyak kotoran mata. Ketika anak kucing bangun, bersihkan area tersebut agar ia bisa melihat dengan baik ketika membuka mata. Cara membersihkan area mata anak kucing sangat mudah yaitu, cukup celupkan kapas ke dalam larutan air hangat, lalu usapkan ke area sekitar mata secara perlahan sampai kotoran yang menempel hilang. Selain itu, perhatikan juga kebersihan di area tali pusar dan anus kerena pada bagian tersebut sering kotor.

Ketika anda memberi makan dan membersihkan anak kucing, cucilah bulu mereka dengan handuk basah hangat. Itu akan membantu dalam membersihkan bulunya, mengajarkan mereka untuk membersihkan bulu mereka sendiri, dan memberinya perasaan diperhatikan.

 

6. Proses Penyapihan

Jika diperlukan anda bisa mulai menyapih ketika anak kucing berusia 4 minggu. Mulailah dengan memberinya susu dalam mangkuk. Kemudian secara perlahan berilah ke makanan padat. Pemberian makanan khusus anak kucing biasanya berjalan dengan sukses. Anda juga bisa membasahi makanan kucing kering dengan susu atau air. Jangan berharap anak kucing bisa disapih dalam waktu satu malam. Ketika dia mulai makan dari mangkuk, kurangi pemberian susu melalui botol.

Makanan kucing kaleng juga bisa dipakai untuk memperkenalkan makanan padat pada kucing. Anak kucing yang masih kecil tidak bisa mengunyah makanan kering tanpa diberi air. Periksa petunjuk pemberian makanan di kemasannya dan belilah makanan kucing berkualitas tinggi. Perubahan makanan dapat mengakibatkan diare, jadi selalu perhatikan kotorannya. Hal ini karena diare dapat mengakibatkan kematian bagi anak kucing yang masih kecil.

 

7. Melatih Membuang Kotoran (BAB)

Usia 4 minggu adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan kotak kotoran (litter box) pada anak kucing. Letakkan kucing di kotak tersebut setiap selesai makan. Anda perlu mengambil kaki anak kucing tersebut dan mengajarinya menggaruk untuk menutupi kotoran. Bisanya anak kucing dapat belajar dengan cepat.

melatik-bab-di-kotak-kotoran

Gambar 4 Melatih anak kucing untuk memperkenalkan kotak kotoran (litter box)

 

8. Melatih Pergerakan Anak Kucing

Biasanya setelah mata anak kucing terbuka, mereka sudah ingin berjalan kesana-kemari. Saat anak kucing telah beranjak umur 3 minggu, anda dapat melatih otot serta syaraf pada anak kucing. Caranya dengan memberi bola atau tali-talian agar hewan peliharaan lebih atraktif. Selain itu, kamu juga dapat membelai atau mengelus dengan lembut agar anak kucing lebih nyaman dengan pemiliknya.

mengajak-bermain-anak-kucing

Gambar 5 Melatih pergerakan anak kucing dengan bola dan tali-talian

 

9. Berikan Kasih Sayang dan Perhatian

Selain makanan dan kehangatan, anak kucing juga memerlukan kedekatan emosional. Belailah anak kucing anda secara rutin dan biarkan dia menyusup ke dalam tubuh anda yang hangat. Beberapa ahli percaya bahwa kucing yang dirawat dengan penuh perhatian cenderung menjadi lebih pandai, setia, dan memiliki kasih sayang yang lebih dalam kepada pemilik mereka. Pelatih kucing juga merekomendasikan hal yang sama bahkan bersumpah bahwa kasih sayang dan perhatian memudahkan dalam proses pelatihan mereka.

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

9 Penyebab Rambut Kucing Rontok

Rambut merupakan bagian terpenting dari kucing. Rambut berfungsi untuk menutupi dan melindungi tubuh kucing dari ...