Home » Info & Tips » Tanda-Tanda Kucing Mengalami Gangguan Kesehatan

Tanda-Tanda Kucing Mengalami Gangguan Kesehatan

Gangguan kesehatan yang umum terjadi pada kucing

Setiap kucing akan mengalami gangguan kesehatan selama hidupnya. Keluhan berupa muntah dan diare hanya terjadi satu kali saja bukan menjadi perhatian utama dan tidak memerlukan pengobatan oleh dokter hewan. Gangguan kesehatan lainnya yang dapat terjadi pada kucing yaitu infestasi cacing di dalam usus atau pinjal (flea). Masalah ini dapat diobati dengan mudah di rumah berdasarkan pada petunjuk dari dokter hewan. Gangguan kesehatan yang serius pada kucing harus memerlukan perhatian khusus dan harus segera ditangani oleh dokter hewan. Adapun beberapa gangguan kesehatan yang serius pada kucing meliputi:

  • Muntah atau diare yang berulang-ulang dengan intensitas yang sering dimana hal ini dapat terjadi sebagai gejala dari suatu penyakit yang menyerang kucing
  • Infeksi yang terjadi pada saluran urinari (kemih) atau terjadi penyumbatan pada saluran kemih
  • Masalah pada mata berupa konjungtivitis atau kelopak mata ketiga (membran niktitans) yang terlihat (yang dapat mengindikasikan bahwa terjadi gangguan kesehatan pada kucing berupa penyakit mata atau penyakit lainnya serta dapat juga karena faktor stress akibat cuaca, makanan, kondisi tidak nyaman dll). Kelopak mata ketiga dapat berupa selaput berwarna putih yang terdapat di dalam sudut ruang mata pada saat kondisi normal/sehat.
  • Abses akibat dari perkelahian yang terjadi antar kucing lainnya
  • Penyakit pada gigi dan gusi kucing, sehingga kucing mengalami kesakitan saat makan dimana dapat ditunjukkan dengan tanda kucing tidak mau makan. Biasanya masalah ini dapat dicegah dari makanan

 

Tanda-tanda kucing mengalami gangguan kesehatan

Biasanya kucing yang mengalami gangguan kesehatan dapat menunjukkan tanda-tanda tertentu. Adapun tanda-tanda kucing mengalami gangguan kesehatan yaitu sebagai berikut:

  1. Kucing yang merasa kesakitan cenderung akan diam dan tidak merespon apapun yang ada di sekitanya. Anda sebagai pemilik kucing harus selalu waspada dan terus mengawasi terhadap setiap perubahan terhadap tingkah laku dan rutinitas kucing yang mungkin terlihat ganjal dan membutuhkan perhatian dari dokter hewan.
  2. Kucing terlihat lemah dan lesu. Umumnya kucing yang mengalami gangguan kesehatan akan lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitasnya seperti tidak mau melompat dan mengurangi kewaspadaan (tidak peduli dengan lingkungan sekitar) dimana tanda-tanda ini sering terjadi pada kucing yang mengalami kesakitan. Kelesuan juga sering terjadi pada kucing yang mengalami obesitas, sehingga sebaiknya hindari agar kucing tidak mengalami obesitas.
  3. Perubahan nafsu makan kucing (tidak mau makan) merupakan tanda-tanda yang sering terlihat dan yang mendasari terjadinya gangguan kesehatan pada kucing. Hilangnya nafsu makan dapat disebabkan oleh nyeri pada mulut dan gigi seperti penyakit gigi atau penyakit yang lebih serius yaitu gagal ginjal.

    kucing tidak mau makan                                                                  Gambar 1 Kucing tidak mau makan

  4. Terjadi penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat. Hal ini dapat terjadi pada penyakit diabetes melitus dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  5. Terjadi sesak nafas atau pernafasan yang abnormal. Hal ini biasanya terjadi setelah cedera pada dada atau sebagai akibat dari obstruksi pada saluran pernafasan, infeksi saluran pernafasan atas atau shock. Apabila nafas kucing mendesah dapat diindikasikan pada penyakit asma atau bronkitis. Kucing yang mengalami kesulitan bernafas harus segera dibawa ke dokter hewan agar dapat dilakukan penanganan sesegera mungkin.
  6. Terjadi dehidrasi pada kucing. Dehidrasi yang sangat parah dapat mengakibatkan kematian pada kucing. Dehidrasi dapat terjadi karena muntah dan diare yang berulang-ulang dan sering serta terjadi heatstroke. Dehidrasi merupakan suatu kondisi terjadinya kekurangan cairan di dalam tubuh kucing. Apabila kucing anda mengalami dehidrasi, segeralah bawa ke dokter hewan agar dapat dilakukan injeksi (penyuntikan) cairan ke dalam tubuh kucing secara sub kutan atau intra vena. Anda dapat melakukan tes sederhana untuk memeriksa apakah kucing mengalami dehidrasi yaitu sebagai berikut:

    a. Dengan mengangkat kulit kucing pada bagian belakang leher secara lembut. Jika pada saat anda mengangkat kulit kucing dan kulit yang diangkat tersebut segera kembali ke posisi semula berarti kucing tidak mengalami dehidrasi, namun apabila kulit kucing yang diangkat lama kembali lagi ke kondisi semula maka ini menandakan kucing mengalami dehidrasi.
    b. Terdapat cara lain untuk menguji kucing mengalami dehidrasi yaitu dengan menyentuh atau merasakan gusi kucing dengan jari. Apabila gusi kucing kering dan lengket ketika disentuh dengan jari, maka hal ini menandakan kucing mengalami dehidrasi. Gusi kucing yang sehat dan tidak mengalami dehidrasi terlihat basah dan licin ketika disentuh.

  7. Perubahan warna pada gusi juga dapat dijadikan petunjuk terhadap terjadinya gangguan kesehatan pada kucing. Gusi yang sehat biasanya berwarna merah muda dan basah. Terjadinya perubahan warna pada gusi kucing dapat mengindikasikan terjadinya gangguan kesehatan pada kucing diantaranya sebagai berikut:

    a. Gusi berwarna pucat atau putih dapat menunjukkan terjadinya shock, anemia atau terjadi kehilangan darah pada kucing
    b. Gusi berwarna kuning dapat menunjukkan bahwa terjadi ikterus pada kucing. Biasanya ikterus terjadi pada kucing dapat diindikasikan terhadap gangguan fungsi hati
    c. Gusi berwarna merah dapat disebabkan oleh keracunan karbon monoksida, demam atau pendarahan pada mulut kucing
    d. Gusi berwarna biru dapat menunjukkan terjadinya kekurangan oksigen di dalam darah
    pemeruksaan pada gusi kucing                                                               Gambar 2 Pemeriksaan pada gusi kucing

  8. Terdapat benjolan pada kulit, perubahan pada tektur rambut kucing, kerontokan rambut bahkan sampai mengakibatkan kebotakan (alopesia) dan menolak untuk menggunakan litter box (bak pasir tempat kotoran kucing) juga dapat menjadi tanda-tanda terjadinya gangguan kesehatan pada kucing.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

9 Penyebab Rambut Kucing Rontok

Rambut merupakan bagian terpenting dari kucing. Rambut berfungsi untuk menutupi dan melindungi tubuh kucing dari ...