Home » Kesmavet » Taksonomi dan Karakteristik Pseudomonas aeruginosa

Taksonomi dan Karakteristik Pseudomonas aeruginosa

Pseudomonas aeruginosa termasuk dalam kelas Gamma Proteobacteria dan famili Pseudomonadaceae. Berdasarkan pada conserved macromolecules (misalnya 16S ribosomal RNA) famili Pseudomonadaceae mencakup hanya anggota dari genus Pseudomonas yang dibagi menjadi delapan kelompok. Pseudomonas aeruginosa adalah spesies jenis kelompok tersebut yang terdiri dari 12 anggota lain. Adapun taksonomi dan klasifikasi Pseudomonas aeruginosa adalah sebagai berikut:

Kingdom                     : Bacteria
Fillum                          : Proteobacteria
Kelas                            : Gamma Proteobacteria
Ordo                            : Pseudomonadales
Famili                          : Pseudomonadaceae
Genus                          : Pseudomonas
Spesies                        : Pseudomonas aeruginosa

Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri gram negatif yang berbentuk batang halus atau lengkung, motil, berukuran sekitar 0.6 x 2 mm. Bakteri ini dapat ditemukan soliter, berpasangan dan kadang-kadang membentuk rantai pendek (Gambar 1). P. aeruginosa merupakan bakteri motil karena mempunyai flagela monotrika (flagel tunggal pada kutub) dan memerlukan oksigen untuk motilitas.

Pseudomonas aeruginosa

Gambar 1 Pseudomonas aeruginosa (Todar 2011)

Pseudomonas aeruginosa adalah aerob obligat yang tumbuh dengan mudah pada banyak jenis media pembiakan, kadang-kadang berbau manis seperti anggur atau seperti bau corn taco. Beberapa strain dari P. aeruginosa menghemolisis agar darah. P. aeruginosa tumbuh dengan baik pada suhu 37 – 42 ºC. Pertumbuhannya pada suhu 42ºC membantu membedakannya dari spesies Pseudomonas lain dalam kelompok fluoresen. Bakteri ini oksidase positif, nonfermenter tetapi beberapa strain ada yang mengoksidasi glukosa.

Pseudomonas aeruginosa memiliki kebutuhan nutrisi yang sederhana seperti amonia dan karbon dioksida sebagai satu-satunya sumber nitrogen dan karbon. Suasana aerob diperlukan untuk pertumbuhan dan metabolisme optimal, tatapi kebanyakan strain P. aeruginosa juga dapat tumbuh dengan lambat dalam kondisi anaerobik jika tersedia nitrat (NO3) sebagai akseptor elektron.

Pseudomonas aeruginosa dapat menghasilkan satu atau lebih pigmen. Beberapa pigmen tersebut antara lain:

  • Piosianin, pigmen berwarana biru
  • Pioverdin, pigmen berwarna kehijauan
  • Piorubin, pigmen berwarna merah
  • Piomelanin, pigmen berwarna hitam

Piosianin merupakan pigmen nonfluoresen dan pioverdin merupakan pigmen fluoresen. Strain P. aeruginosa menghasilkan dua jenis pigmen yang larut air yaitu pioverdin dan piosianin. Piocianin berasal dari kata pyocyaneus merujuk pada biru nanah, ini merupakan karakteristik infeksi supuratif yang disebabkan oleh P. aeruginosa.

Pseudomonas aeruginosa dalam biakan dapat menghasilkan berbagai jenis koloni sehingga memberi kesan biakan dari campuran berbagai spesies bakteri. Tiap jenis koloni dapat mempunyai aktivitas biokimia dan enzimatik berbeda serta pola kepekaan antimikroba yang berbeda pula. Isolat P. aeruginosa dapat menghasilkan tiga jenis koloni. Isolat dari tanah atau air mempunyai ciri koloni yang kecil dan tidak rata. Pembiakan dari spesimen klinik biasanya menghasilkan satu atau dua tipe koloni yang halus yaitu : 1.) Koloni besar dan halus dengan permukaan merata dan meninggi; 2.) Koloni halus dan mukoid sebagai hasil produksi berlebihan dari alginat. Tipe ini sering didapat dari sekresesi saluran pernafasan dan saluran kemih. Koloni halus dan mukoid dianggap berperan dalam kolonisasi dan virulensi.

Koloni Pseudomonas aeruginosa pada agar (kiri), pigmen piosianin

Gambar 2 Koloni Pseudomonas aeruginosa pada agar (kiri), pigmen piosianin yang dihasilkan strain piosianogenik (kanan) (Todar 2011)

Alginat adalah suatu eksopolosakarida yang merupakan polimer dari glucuronic acid dan mannuronic acid, berbentuk gel kental di sekeliling bakteri. Alginat memungkinkan bakteri-bakteri untuk membentuk biofilm. Alginat dapat melindungi bakteri dari pertahanan tubuh inang seperti limfosit, fagosit, silia di saluran pernapasan, antibodi dan komplemen. Kemampuan P. aeruginosa membentuk biofilm membuat bakteri ini resisten terhadap antibiotik. Strain mukoid dari P. aeruginosa paling sering diisolasi dari pasien dengan cystic fibrosis (CF) dan biasanya ditemukan dalam jaringan paru-paru dari individu tersebut.

Pseudomonas aeruginosa  mampu mentolerir terhadap berbagai kondisi fisik termasuk suhu. Bakteri ini resisten terhadap konsentrasi tinggi garam, zat pewarna, antiseptik dan berbagai antibiotik yang sering digunakan.

 

 

 

Sumber :

Gillespie SH and Hawkey PM. 2006. Principles and Practice of Clinical Bacteriology. Ed ke-2. England: John Wiley & Sons Ltd.

Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. Medical Microbiology. New York: Thieme Stuttgart.

Melnick J and Adelberg’s. 2007. Medical Microbiology. Ed ke-24. New York: The McGraw-Hill Medical.

Ryan KJ and Ray CG. 2004. Sherris Medical Microbiology An Introduction to Infection. Ed ke-4. New York: Medical Publishing Division.

Todar K. 2011. Online Textbook of Bacteriology. http://textbookofbacteriology.net/pseudomonas.html [2 November 2011].

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Apa Itu Leptospirosis dan Bahayanya Terhadap Hewan

Apa itu Leptospirosis dan agen penyebabnya? Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. ...