Home » Tag Archives: zoonosis

Tag Archives: zoonosis

Kasus Anthrax di Indonesia

Kasus anthrax di Indonesia pertama kali dilaporkan di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 1832. Pada tahun 1969 tercatat bahwa 36 orang yang terinfeksi meninggal setelah memakan daging hewan yang terinfeksi. Empat tahun kemudia empat orang lagi meninggal setelah memakan daging hewan yang terinfeksi anthrax. Infeksi anthrax juga telah menyebar ke beberapa daerah di tanah air dan telah dilaporkan ...

Read More »

Pengendalian Anthrax dan Permasalahannya

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengendalian anthrax dan permasalahannya. Masing-masingnya akan dijelaskan di bawah ini. A. Pengendalian Tindakan pengendalian anthrax dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Mengurangi kontak dengan hewan yang terinfeksi anthrax atau produknya. Kelompok hewan yang terinfeksi harus diisolasi paling sedikit dua minggu setelah kasus terakhir dan hewan maupun produknya tidak boleh keluar dari daerah tersebut. ...

Read More »

Diagnosis dan Pengobatan Anthrax

Artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai diagnosis dan pengobatan anthrax. Masing-masingnya akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Diagnosis Diagnosis anthrax berdasarkan gejala klinis sulit untuk ditentukan. Pada anthrax perakut adanya kematian mendadak pada hewan bisa dikacaukan dengan kejadian keracunan. Diagnosis berdasarkan gejala klinis yang terlihat harus dikonfirmasikan dengan pemeriksaan secara laboratorium. Teknik pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium dapat berupa : a. ...

Read More »

Pertahanan Hidup Bacillus anthracis

Artikel berikut ini akan menjelaskan pertahanan hidup Bacillus anthracis. Bacillus anthracis bentuk vegetatif tidak mempunyai kemampuan hidup yang baik apabila berada di luar tubuh inang. Jumlah koloni akan cepat menghilang dalam 24 jam bila diinokulasi dalam air. Bentuk vegetatif akan mati pada suhu 60 – 65 °C dalam waktu 30 menit. Hal yang berbeda terjadi apabila bakteri ini dalam bentuk ...

Read More »

Cara Penularan Anthrax

Anthrax tidak menyebar langsung dari salah satu hewan terinfeksi ke hewan lain tetapi dapat masuk ke dalam tubuh karena spora anthrax tertelan pada saat digembalakan atau merumput serta dapat juga melalui air ataupun alat-alat kandang yang mengandung spora anthrax. Selain itu, hewan juga dapat terinfeksi anthrax melalui pernafasan dengan menghirup spora anthrax saat merumput. Spora akan mengalami germinasi dan menghasilkan ...

Read More »

Gejala Klinis Anthrax

Anthrax pada hewan dapat ditemukan dalam bentuk perakut, akut, subakut sampai dengan kronis. Hewan ruminansia biasanya berbentuk perakut dan akut, kuda biasanya berbentuk akut, sedangkan anjing, kucing dan babi biasanya berbentuk subakut sampai dengan kronis. Gejala penyakit pada bentuk perakut berupa demam tinggi (42 °C), gemetar, susah bernafas, kongesti mukosa, konvulsi, kolaps dan mati. Darah yang keluar dari lubang kumlah ...

Read More »

Hewan Rentan dan Patogenesis Anthrax

Anthrak dapat menyerang semua hewan berdarah panas. Sensitifitas terhadap infeksi B. anthracis sangat bervariasi diantara spesies hewan. Hewan herbivora sangat rentan terhadap infeksi B. anthracis dibandingkan dengan hewan omnivora dan karnivora. Spesies hewan yang paling rentan terhadap infeksi B. anthracis diantaranya sapi, domba, kuda, babi, kambing dan unta. Beberapa hewan liar juga rentan terhadap infeksi B. anthracis seperti kijang, banteng, ...

Read More »

Etiologi Anthrax

Anthrax merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bacillus anthracis yang termasuk ke dalam famili Bacillaceae. Penyakit ini dapat meninfeksi hewan terutama herbivora dan juga manusia. B. anthracis merupakan bakteri gram positif, berbentuk batang, aerobik, tidak motil, memiliki kapsul dan membentuk spora serta lebarnya 1 – 1.5 µm dan panjang 5 – 6 µm. Bakteri ini seperti barisan batang panjang dengan ...

Read More »

Pencegahan dan Pengendalian Rabies

Pengendalian terhadap penyakit rabies yang paling utama yaitu pencegahan penyakit pada manusia dan pengendalian atau eradikasi penyakit pada hewan. Untuk mencapai upaya tersebut perlu diterapkan tiga prinsip sebagai berikut: pencegahan keterpaparan (exposure) ke hewan rabies, pengobatan setelah terpapar dan immunisasi pada individu-individu yang memiliki resiko tinggi untuk terpapar seperti dokter hewan, pemegang hewan, teknisi laboratorium dan lain-lain. Upaya pencegahan dan ...

Read More »

Kasus Rabies di Indonesia

Rabies di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Schoorl di Jakarta pada tahun 1884 pada seekor kuda, kemudian Esser pada tahun 1889 juga menemukan rabies pada seekor kerbau di Bekasi. Rabies di Indonesia menjadi populer di beberapa daerah setelah ditemukan rabies pada seekor anjing pada tahun 1990 di Penning. Sedangkan rabies pada manusia di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh de Haan ...

Read More »