Home » Kesmavet » Sumber Infeksi Rabies

Sumber Infeksi Rabies

anjig dan rubah2

Rubah (kiri) dan anjing (kanan). Sumber: http://www.adfg.alaska.gov/index.cfm?adfg=disease.general1

Rabies dapat menyerang hampir semua hewan berdarah panas termasuk manusia. Hewan yang banyak terkena dampak penyakit rabies di alam dan dapat menjadi sumber infeksi yaitu bangsa karnivora (pemakan daging) seperti anjing, rubah, skunk (sigung) dan kucing serta Chiroptera (kelelawar), sedangkan roden (hewan pengerat) tidak memberikan peran penting sebagai sumber infeksi di alam karena merupakan inang akhir dari penyakit ini (dead end). Roden, lagomorpha dan hewan-hewan yang tidak menggigit lainnya sering terinfeksi penyakit ini tetapi tidak menyebabkan penyakit ini endemis pada bangsa-bangsa hewan tersebut serta potensi penularannya ke manusia sangat kecil.

Penyakit rabies dibedakan menjadi dua jenis siklus peredarannya yaitu rabies perkotaan (urban rabies) dan rabies satwa liar (sylvatic rabies/rural rabies). Secara umum rabies urban melibatkan anjing sebagai reservoir utama, sedangkan rabies rural reservoir utamanya yaitu satwa liar. Pada negara-negara berkembang, anjing menjadi sumber utama penularan rabies pada manusia karena masih mengalami kesulitan dalam pemberantasan rabies terutama akibat kekurangan dana. Selain itu, kucing juga dapat menjadi sumber penularan rabies meskipun kejadiannya tidak terlalu sering. Berbeda halnya dengan negara-negara maju seperti Amerika, satwa liar seperti rubah, srigala, rakun dan sigung menjadi sumber utama dalam penularan rabies pada manusia bahkan juga dapat menyerang ternak seperti sapi dan kuda. Negara-negara maju telah banyak yang berhasil dalam mengendalikan rabies urban tetapi rabies rural (dari satwa liar) sulit untuk dikendalikan. Kegiatan outdoor seperti kemping, berkemah, hiking dan memancing menjadi sangat beresiko terhadap infeksi rabies melalui satwa liar di negara maju.

Mangoose (Herpetes auropunctatus) merupakan reservoir rabies di Afrika Selatan, Zimbabwe, Nigeria, India dan Sri Langka serta menjadi sumber infeksi utama pada manusia dan mamalia lain. Mangoose dari India pada abad ke-19 dimasukkan ke beberapa pulau di Karibia untuk digunakan sebagai pemberantas tikus. Saat ini mangoose menjadi hama bagi peternakan ayam dan induk semang utama rabies di Karibia, Kuba dan Republik Dominika karena terjadi ledakan populasi dari hewan ini.

Kelelawar dapat menjadi sumber penularan terutama negara-negara di benua Amerika. Rabies pada kelelawar bukan penghisap darah dilaporkan di terjadi di Amerika Utara dan Amerika Selatan serta telah terbukti adanya virus ini pada beberapa spesies kelelawar seperti kelelawar pemakan buah-buahan, kelelawar insektivora dan kelelawar pemakan ikan. Beberapa kasus penularan rabies karena gigitan kelelawar telah dilaporkan di Florida dan negara-negara bagian lain di Amerika Serikat. Rabies pada kelelawar penghisap darah (kelelawar jenis vampir) telah dilaporkan terjadi di Amerika Latin, Trinidad dan Tobago serta kasus rabies pada manusia akibat gigitan kelelawar penghisap darah juga telah dilaporkan.

kelelawar

Kelelawar. Sumber: http://www.adfg.alaska.gov/index.cfm?adfg=disease.general1

 

 

Sumber:

Acha PN, Szyfres B. 2003. Zoonoses and Communicable Diseases Common to Man and Animals. Third Edition.
Volume III. USA : Pan American Health Organization.

Soeharsono. 2002. Zoonosis: Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia. Yogyakarta: Kanisius.

Soejoedono RR. 2004. Zoonosis. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

10 Kondisi Darurat pada Hewan yang Harus Segera Ditangani

Kondisi darurat pada hewan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Kunci utama dan yang ...