Home » Kesmavet » Struktur dan Derifat Aflatoksin

Struktur dan Derifat Aflatoksin

Terdapat empat jenis aflatoksin yang telah diidentifikasi yaitu aflatoksin B1, B2, G1 dan G2. Identifikasi zat racun tersebut dapat dilakukan antara lain dari fluoresensinya setelah ekstrak racun dikhromatografikan pada lapisan tipis (thin layer khromatography = TLC). Ternyata pada TLC dapat diidentifikasi 4 macam toksin yang diberi nama aflatoxin B1, B2, G1 dan G2. Huruf B dan G menggambarkan warna fluoresensi dari toxin tersebut dimana aflatoxin B warna flurosensinya biru (Blue-B) dan aflatoxin G warna fluoresensinya hijau (Green-G).

Aflatoksin mempunyai kurang lebih 18 macam derifat, akan tetapi yang paling toksik adalah aflatoksin B1. Aflatoksin B1 dan B2 dapat menghasilkan metabolit aflatoksin M1 dan M2 melalui hidroksilasi, dimana keduanya dihasilkan jika sapi atau hewan ruminansia lainnya memakan pakan yang terkontaminasi oleh aflatoksin B1 atau B2. Aflatoksin M1 dan M2 ini kemudian akan diekskresikan melalui susu yang dihasilkan sapi tersebut dan bisa saja mengkontaminasi produk dari susu seperti keju dan yogurt. Penelitian pada peternakan sapi di Kenya menunjukkan bahwa terdapat residu aflatoksin M1 di dalam susu sapi yang mengkonsumsi pakan yang mengandung aflatoksin B1. Selain itu, susu beri-beri juga bisa mengandung aflatoksin M1 jika memakan pakan yang mengandung aflatoksin B1. Aspergillus flavus, penghasil utama aflatoksin umumnya hanya memproduksi aflatoksin B1 dan B2 (AFB1 dan AFB2), sedangkan A. parasiticus memproduksi AFB1, AFB2, AFG1, dan AFG2.

Aspergillus flavus juga menghasilkan dua macam aflatoksin lain bila tumbuh dalam media asam yaitu suatu aflatoksin yang berfluoresensi biru dan hijau tetapi mempunyai kepolaran yang lebih besar dan daya racun yang jauh lebih kecil. Aflatoksin jenis ini diberi nama aflatoksin G2a. Aflatoksin B2a dan G2a ini merupakan turunan dari aflatoksin B1 dan aflatoksin G1 yang reaksinya menggunakan katalisator asam yaitu bentuk hemiasetal dari kedua aflatoksin di atas.

Rumus melekul dari aflatoksin B1, B2, G1 dan G2 sebagai berikut : B1 (C17 H12 O6), B2 (C17 H14 O6 ), G1(C17 H12 O7) dan G2 (C17 H14 O7) . Jika dilihat sepintas antara aflatoksin B1 dan aflatoksin B2 tidak terlihat berbeda, tetapi bila diperhatikan secara baik-baik terdapat perbedaan pada ikatan rangkapnya demikian juga pada G1 dan G2. Aflatoksin B2 merupakan derifat dehidro aflatoksin B1 sedangkan aflatoksin G2 merupakan derifat dihidro aflatoksin G1. Rumus struktur B1, B2, G1 dan G2 dapat dilihat pada Gambar 1 .

struktur kimia aflatoksin2

Gambar 1 Rumus struktur aflatoksin B1, B2, G1, G2, M1, M2, B2A dan G2A

 

 

 

Sumber :

Battacone, G et al.. 2003. Excretion of Aflatoxin M1 in Milk of Dairy Ewes Treated with Different Doses of Aflatoxin B1. Jurnal Dairy Sci. 86:2667–2675.

Cliver H P dan Riemann D O. 2002. Foodborne Infection and Intoxication. Amsterdam : Academic Press is an Imprint of Elsevier.

Labbe R G dan Garcia S. 2001. Guid to Foodborne Pathogens. New York : Wiley Interscience.

Muhilal. 1999. Hubungan Aflatoxin dengan Carcinoma Hati. Cermin Dunia Kedokteran No. 15.

Syarief R dkk. 2003. Mikotoksin Bahan Pangan. Bogor : IPB Press.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Agen Penyebab Ringworm dan Cara Penularannya

Ringworm atau dermatofitosis adalah infeksi oleh jamur/cendawan yang hidup pada bagian kutan/superfisial atau bagian dari ...

error: Content is protected !!