Home » Mikrobiologi » Sifat dan Karakteristik Enterobacter aerogenes

Sifat dan Karakteristik Enterobacter aerogenes

Enterobacter aerogenes merupakan bakteri gram negative yang berbentuk bacill, dapat tumbuh pada media Mac Conkey, menghasilkan fibrin pada uji KOH 3%, memiliki flagel yang membantu pergerakan bakteri pada media Indol, dapat memfermentasikan glukosa, laktosa, maltosa dan manosa. Adapun taksonomi dari Enterobacter aerogenes yaitu sebagai berikut:

Kingdom              : Bacteria

Phylum                 : Proteobacteria

Class                      : Gamma Proteobacteria

Order                    : Enterobacteriales

Family                   : Enterobacteriaceae

Genus                   : Enterobacter

Spesies                 : Enterobacter aerogenes

Enterobacter aerogenes merupakan bakteri pathogen yang dapat menyebabkan infeksi oportunistik pada kulit 5%, saluran pencernaan 10%, saluran kemih dan kelamin 4%, saluran pernafasan 6% dan infeksi post-operasi 10% yang mengakibatkan peritonitis. Beberapa strain dari bakteri ini dapat resistan dari treatmen antibiotik spesifik, karena bakteri tersebut didapat dari lingkungan yang dekat dengan rumah sakit. Enterobacter aerogenes merupakan mikroorganisme normal dalam saluran pencernaan manusia dan hewan terutama ruminansia. Bakteri  ini dapat masuk dan menginfeksi manusia atau hewan melalui pemasangan kateter intravena (intravenous catheter) yang tidak aseptis, pemberian antibiotik yang spesifik pada saat operasi dan bakteri pada genus ini (Enterobacter cloacae) dapat dijadikan anastetis yaitu kontrol biologi penyakit tanaman. Jika populasi yang tidak terkontrol pada penggunaan bakteri sebagai anastetis, maka dapat menimbulkan kontaminasi pada ladang gembala (rumput). Infeksi dapat terjadi jika sapi atau hewan ruminansia memakan rumput tersebut dalam jumlah banyak, maka menimbulkan masalah pencernaan yang serius, seperti diare yang akut. Hal ini disebabkan karena bakteri menghasilkan abundant capsular material yang dapat menghambat fagositosis dan kemampuan sel tubuh untuk melindungi diri dari zat asing. Selain diare, Enterobacter aerogenes dapat menyebabkan osteomyelitis, infeksi ophtalmikus, endokarditis dan bakteremia. Infeksi ini akan menjadi lebih buruk jika menghasilkan endotoksin dan menyebar melalui darah (toksemia).

Baca juga mengenai:

Karakteristik dan Habitat Alcaligenes spp.

 

Infeksi Enterobacter aerogenes dalam keadaan akut akan menyebabkan deman, lesu, kurang nafsu makan, dehidrasi dan terjadi kekurusan. Pada sapi perah dapat mengakibatkan penurunan produksi susu. Hewan menjadi diare ada kalanya berdarah dan berlendir. Kematian dapat terjadi dalam waktu 3-4 hari setelah sakit. Pengobatan dini dapat menyelematkan penderita dari kematian. Hewan yang dalam keadaan bunting dapat mengakibatkan keguguran, yang kadang-kadang tidak menunjukan gejala lain yang spesifik. Pada hewan jantan dapat mengakibatkan terganggunya fertilitas dan jumlah sperma. Hewan dapat bertindak sebagai pembawa sifat (carier) sampai 10 minggu setelah sembuh, karena bakteri ini merupakan mikroorganisme normal dalam tubuh. Angka patogenitas karena penyakit ini adalah 80% dan angka kematian dapat mencapai 20%.

Pencegahan infeksi Enterobacter aerogenes dari hewan atau manusia menyangkut banyak hal antara lain : lingkungan peternakan, alat pengangkutan hewan, abattoir, alat transportasi rumah sakit, ladang gembala dan lahan penelitian untuk penanganan penyakit tanaman. Pengobatan terbaik terhadap infeksi Enterobacter aerogenes yaitu dengan antibiotika yang sebelumnya didahului dengan pemeriksaan kepekaan kuman (uji sensitivitas). Dari hasil uji sensitivitas yang telah di lakukan dengan mengunakan media biakan MHA, antibiotik kloramfenikol yang dapat dipakai untuk pengobatan terhadap penyakit ini, sedangkan bakteri ini resisten terhadap penicilin, clindamysin, oxytetracicline dan eritromisin.

Sumber: (https://modmedmicrobes.wikispaces.com; http://faculty.ccbcmd.edu

Gambar 1 Enterobacter aerogenes

Gambar 2 Koloni Enterobacter aerogenes  pada media Mac Conkey

Baca juga mengenai:

Taksonomi dan Karakteristik Pseudomonas aeruginosa

 

 

Sumber:

Hirsh DC, Machlahan NJ, Walker RL. 2004. Veterinary microbiology 2nd ed. Blackwell Publishing : California

Hoffmann, Harald dan Andreas Roggenkamp. 2003. “Population genetics of the nomenspecies Enterobacter cloacae.” Applied and Environmental Microbiology, vol. 69, no. 9. American Society for Microbiology. (5306-5318)

Chavarria G, Neal J, Shah P, Pierzchala K, Conger B. 2004. Microbes Involved In Food Spoilage. http://en.wikipedia.org/wiki/Enterobacter_aerogenes  [24 Juni 2014].

Ukkey. 2014. Key To All Laboratory Organisms. http://faculty.ivytech.edu/ bsipe/UNKN/ukkey.htm [24 Juni 2014].

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

error: Content is protected !!