Home » Anatomi & Fisiologi » Sel-Sel Jaringan Ikat

Sel-Sel Jaringan Ikat

Sel-sel jaringan ikat banyak ditemukan pada jaringan ikat longgar. Pada jaringan ikat longgar sel-sel jaringan ikat terdapat dalam berbagai jenis. Oleh karena itu, jaringan ikat dibagi dalam dua kelompok, yaitu sel-sel tetap dan sel kelana. Jaringan ikat sel-sel tetap, contohnya fibroblas, makrofag, sel mastosit, sel plasma, dan sel lemak. Jaringan ikat yang termasuk sel kelana, yaitu sel darah putih seperti limfosit dan leukosit. Berbagai jenis sel yang terdapat pada jaringan ikat longgar melekat pada matriks dan setiap selnya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut akan diuraikan setiap jenis sel yang terdapat pada jaringan ikat.

 

A. Sel tetap jaringan ikat

Sel-sel tetap pada jaringan ikat diantaranya sebagai berikut.

1. Fibroblas

Fibroblas merupakan sel tetap jaringan ikat yang paling banyak ditemukan pada jaringan ikat longgar. Fibroblas yang terdapat di antara serabut, bentuknya memanjang, intinya berbentuk runcing dengan sitoplasmanya berwarna pucat. Fibroblas yang aktif banyak terdapat pada hewan muda dan di dalam jaringan ikat yang beregenerasi akibat luka. Pada hewan dewasa, sel pembentuk serabut ini kurang aktif. Fibroblas yang kurang aktif dikenal dengan nama fibrosit. Fungsi fibroblas yaitu mensintesis dan mensekresikan protein pada serabut.

 

2. Makrofag

Nama lain dari makrofag adalah histiosit. Pada umumnya makrofag merupakan sel yang berbentuk tidak beraturan dengan cabang-cabang yang biasanya pendek. Kadang-kadang ada pula yang mempunyai cabang yang langsing dan panjang. Apabila dirangsang akibat adanya peradangan di suatu bagian tubuh tertentu, makrofag dapat bergerak aktif dan berpindah tempat. Hal ini dimungkinkan karena makrofag dapat bergerak secara amueboid. Pada saat bergerak secara amueboid, bentuk makrofag tidak teratur, dengan kaki-kaki palsu yang terjulur ke segala arah. Membran plasmanya melipat-lipat dan memiliki tonjolan kecil-kecil. Keadaan permukaan yang demikian itu membantu perluasan, fagositosis, dan gerakan sel. Intinya lonjong, terkadang berlekuk, dan lebih kecil dari inti fibroblas.

Makrofag banyak ditemukan di dekat pembuluh-pembuluh darah, karena dapat melakukan fagositosis (bergerak dan memakan). Dengan adanya kemampuan berfagositosis, makrofag dapat bertindak sebagai pembersih dengan cara menelan sel darah, sel mati, bakteri, dan benda asing lainnya yang keluar dari pembuluh darah. Fungsi seperti itu erat sekali hubungannya dengan fungsi sistem pertahanan tubuh. Pada saat fagositosis, makrofag dapat mengambil bahan-bahan atau senyawa kimia, bakteri dengan cara invaginas.

 

3. Sel mastosis (sel tiang)

Sel mastosit banyak ditemukan tersebar dalam jaringan ikat longgar. Sering kali sel-sel ini berkelompok di sekitar pembuluh darah. Hal ini erat kaitannya dengan fungsi sel mastosit untuk menghasilkan heparin dan histamin. Heparin bermanfaat untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, sedangkan histamin untuk meningkatkan kemampuan permeabilitas kapiler darah. Sel tiang banyak ditemukan pada jaringan ikat hewan rodentia. Sitoplasma sel tiang berisi granula, bentuk oval tetapi tidak beraturan, kadang mempunyai pseudopodia (kaki semu) yang pendek. Sel tiang juga dapat melakukan pergerakan, tetapi gerakannya lambat.

 

4. Sel lemak

Sel lemak banyak ditemukan dalam keadaan sendiri-sendiri atau berkelompok sepanjang pembuluh darah kecil. Apabila berkumpul dalam jumlah yang banyak akan berubah menjadi jaringan lemak (jaringan adiposa). Pada jaringan hewan yang segar, mereka terlihat sebagai tetes-tetes minyak yang berkilauan dikelilingi sitoplasma. Apabila lemak akan dipakai, lemak itu akan meninggalkan sel sebagai unsur-unsur terlarut dan sel akan tampak mengerut.

 

5. Sel plasma

Sel plasma jarang terdapat pada jaringan ikat, tetapi sering terdapat pada membran serosa dan jaringan limfoid. Fungsi utama sel plasma adalah untuk menghasilkan antibodi yang dibuat di dalam retikulum endoplasma granular. Antibodi ini mungkin dilepaskan secara lokal atau ke dalam aliran darah atau mungkin ditampung untuk sementara waktu di dalam kantong-kantong sitoplasma.

macam-macam-sel-jaringan-ikat-yang-tertanam-pada-matriks

Gambar 1 Macam-macam sel jaringan ikat yang tertanam pada matriks

 

B. Sel kelana jaringan ikat

Sel-sel kelana jaringan ikat diantaranya yaitu jenis sel darah putih. Sel-sel darah putih disebut sebagai sel kelana jaringan ikat, karena sel-sel ini dapat bergerak bebas secara diapedesis di antara darah, limfa, atau jaringan ikat untuk membersihkan patogen yang berupa bakteri, virus, atau protozoa yang menimbulkan penyakit. Sel-sel darah putih terbagi menjadi dua, yaitu sel darah putih bergranula (granulosit) dan yang tidak bergranula (agranulosit). Sel darah putih bergranula, misalnya eosinofil, basofil, dan neutrofil, sedangkan yang tidak bergranula, misalnya limfosit dan monosit.

beberapa-macam-sel-darah-putih-sebagai-sel-kelana-jaringan-ikat

Gambar 2 Beberapa macam sel darah putih sebagai sel kelana jaringan ikat

 

 

 

 

Sumber:

Bakhtiar S. Biologi. 2011. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kementrian Pendidikan Nasional.

Purnomo, Sudjino, Trijoko, Hadisusanto S. 2009. Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Pengertian dan Perubahan Histopatologi Inflamasi

Inflamasi (peradangan) merupakan suatu respon pertahanan jaringan yang rusak dan terjadi pada semua vetebrata. Respon ...