Home » Reproduksipage 2

Reproduksi

Apa Itu Distokia?

Apa Itu Distokia? Definisi dari distokia yaitu suatu keadaan dimana hewan mengalami kesulitan beranak/partus sehingga memerlukan pertolongan tenaga ahli. Distokia merupakan salah satu kondisi kebidanan yang harus ditangani oleh dokter hewan. Kejadian distokia pada ternak diperkirakan 3,3%, kejadian ini lebih banyak pada ternak sapi perah dibandingkan pada sapi potong. Gambar 1 Distokia pada sapi   Gejala Klinis Distokia Gejala klinis ...

Read More »

Patogenesa,Terapi serta Pencegahan Endometritis

a. Patogenesa Selama dan setelah kelahiran, bakteri masuk secara ascendend ke dalam vagina, melewati serviks dan mengkontaminasi lumen uterus. Sebagian besar bakteri ini bersifat kontaminan oportunistik dan bakteri-bakteri ini dieliminasi dari uterus selama tiga minggu pertama setelah kelahiran dengan adanya kontraksi uterus (involusi), regenerasi endometrium dan aktivasi kekebalan tubuh dengan cara fagositosis bakteri oleh neutrofil. Beberapa sapi perah mengalami endometritis ...

Read More »

Gejala Klinis dan Diagnosa Endometritis

Artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai gejala klinis dan diagnosa endometritis. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut: a. Gejala Klinis Gejala klinis yang ditemukan pada kasus endometritis ringan adalah keluarnya lendir yang berwarna sedikit keruh ketika dilakukan palpasi per rektal. Sedangkan gejala klinis yang ditemukan pada kasus endometritis berat adalah keluarnya lendir yang berwarna keruh dan kental dari vagina dan menggantung ...

Read More »

Definisi dan Penyebab Endometritis

Endometritis adalah peradangan pada endometrium yang diakibatkan oleh infeksi kuman yang masuk ke dalam uterus melalui vagina menuju serviks dan sampai ke uterus (infeksi ascenden) maupun secara hematogen atau melalui aliran darah seperti Brucella abortus (infeksi descenden). Endometritis umumnya terjadi mengikuti kasus partus yang abnormal seperti abortus, retensio sekundinae, distokia, kelahiran prematur ataupun kelanjutan radang pada alat kelamin bagian luar ...

Read More »

Faktor Penyebab Abortus

Kejadian abortus berdasarkan etiologinya diklasifikasikan menjadi dua. Adapun faktor penyebab abortus yaitu sebagai berikut: abortus yang diakibatkan oleh faktor non-infeksius dan faktor infeksius. Aborsi yang bersifat non-infeksius dapat diakibatkan oleh faktor-faktor berikut ini antara lain: kimiawi dan toksin (nitrat, naphtalene, arsen), hormonal (estrogen atau glukokortikoid tinggi, defisiensi progesterone), nutrisi (kelaparan, malnutrisi, defisiensi vitamin A, E, selenium zat besi, dan iodine), ...

Read More »

Abortus pada Hewan

Abortus merupakan ketidakmampuan fetus untuk bertahan hidup sebelum waktunya dilahirkan, namun proses organogenesis (pembentukan organ) telah selesai. Apabila kebuntingan berakhir sebelum terjadinya organogenesis, prosesnya dinamakan kematian embrio dini (early embrionic death). Apabila fetus mati sesaat setelah dilahirkan, kasus ini dinamakan stillbirth (bayi lahir mati/kelahiran mati). Berbagai etiologi abortus juga dapat menyebabkan stillbirth, mumifikasi dan deformitas atau kelemahan neonatus. Gejala klinis ...

Read More »

Sistem Reproduksi Hewan Jantan

Fungsi utama dari seekor pejantan adalah untuk menghasilkan sel-sel kelamin jantan (spermatozoa) yang hidup, aktif dan potensial fertil serta secara sempurna meletakkannya ke dalam saluran reproduksi betina. Selain itu, sistem reproduksi hewan jantan erat kaitannya dengan sistem urinari, dimana pada organ reproduksi hewan jantan terdapat uretra yang selain sebagai saluran reproduksi tetapi juga berfungsi sebagai sistem urinari. Sistem reproduksi hewan ...

Read More »
error: Content is protected !!