Home » Klinik & bedah » Pyometra dan Penyebab Terjadinya Pada Hewan

Pyometra dan Penyebab Terjadinya Pada Hewan

Apa Itu Pyometra?

Pyometra adalah kelainan pada uterus dengan disertai akumulasi eksudat purulent dalam uterus. Pyometra ditandai dengan adanya akumulasi pus atau eksudat yang mukopurulen di dalam uterus, disertai dengan atau tanpa adanya endometritis dan dapat disebabkan oleh kematian fetus, infeksi mikrooorganisme atau kelanjutan dari endometritis serta ditandai dengan serviks yang terbuka atau tertutup. Kasus pyometra biasa disertai dengan kondisi metritis kronis supuratif, serta dapat terjadi pada anjing, kucing, sapi dan babi.

Kejadian pyometra sering terjadi pada hewan yang berumur di atas 6 tahun dan pada hewan muda (1-3 tahun) kejadian pyometra dapat terjadi akibat pemberian hormon estrogen. Kejadian pyometra sangat dipengaruhi oleh adanya gangguan hormonal disertai infeksi bakteri pada daerah kelamin betina. Hormon yang mempengaruhi adalah hormon progesteron dan estrogen. Kejadian pyometra dapat dilihat 4 – 10 minggu setelah masa estrus. Periode resiko tertinggi terkena pyometra adalah 8 minggu setelah puncak masa esterus, karena normalnya korpus luteum akan menghasilkan progesteron selama 9-12 minggu setelah ovulasi setiap siklus estrus. Jumlah progesteron yang berlebihan atau keadaan uterus yang hipersensitive terhadap progesteon akan menyebabkan terjadinya pyometra.

Baca juga mengenai: Definisi dan Penyebab Endometritis

 

Penyebab Terjadinya Pyometra

Mekanisme terjadinya pyometra dapat terjadi akibat gangguan hormonal dan disertai infeksi bakteri pada daerah kelamin betina. Bakteri yang umum menginfeksi adalah Staphylococcus sp, Streptococcus sp. Klebsiela sp, Alkaligenes fecalis, Pasteurella sp dan Pseudomonas sp. Pada kasus pyometra, hormon yang mempengaruhi adalah hormon progesteron dan estrogen. Gangguan hormonal berupa exposure estrogen yang tinggi dan diikuti dengan tingginya progesteron yang berlangsung secara berulang-ulang tanpa adanya kebuntingan maka akan menyebabkan terjadinya Cystic Endometrial Hiperplasi (pembentukan kista pada uterus). Pyometra akibat infeksi bakteri sering terjadi pada saat hewan mengalami menstruasi dimana pada saat ini cairan yang dikeluarkan merupakan media yang baik untuk perkembangbiakan bakteri sehingga saat servik terbuka bakteri akan mudah untuk masuk.

 

Jenis Pyometra

Pyometra ada dua jenis yaitu pyometra tertutup dan pyometra terbuka. Pyometra tertutup dapat terlihat dengan adanya pembesaran abdominal, dehidrasi, azotemia (peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah), shock, hypotermia atau hypertermia. Pada pyometra terbuka gejala klinis yang terlihat yaitu adanya discharge purulent dari vagina, lemas, depresi, tidak mau makan, polyuria, muntah, dan diare.

Gambar 1 Organ reproduksi anjing betina yang normal (kiri) dengan uterus anjing yang mengalami pyometra

Sumber: http://drjustinelee.com

Gambar 2 Uterus anjing betina yang mengalami pyometra

Baca juga mengenai: Gejala Klinis dan Diagnosa Endometritis

 

 

Sumber:

Morgan RV. 1988. Handbook of Small Animal Practice. Churchill Livingstone Inc. New York Edinburgh London Melbourne.

Tilley LP and Francis WKS. 1997. The 5 Minute Veterinary Consult, Canine and Feline. Wiliams & Wilkins. Baltimore. USA.

Rao PR. 1983. The Reproductive System. A Revision in Veterinary Pathology. Edisi ke-6. CBS Publisher. England. Pp 435.

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Diagnosa dan Pengobatan Pyometra

Diagnosa Pyometra Stadium awal dari pyometra biasanya gejala klinis belum terlihat dengan jelas, sehingga pada ...