Home » Klinik & bedah » Pododermatitis pada Sapi

Pododermatitis pada Sapi

Pododermatitis adalah peradangan dan infeksi pada jaringan di antara kuku, sekitar daerah coronaria dan di lingkaran tumit kaki. Bentuk penyakit pododermatitis sangat beragam. Pododermatitis pada sapi dapat dibagi berdasarkan waktu kejadian, jalannya penyakit, discharge yang dihasilkan, dan luasnya proses kejadian. Berdasarkan waktu kejadian, pododermatitis dibedakan menjadi pododermatitis akut (2-4 hari) dan pododermatitis kronis (berlangsung sangat lama). Berdasarkan jalannya penyakit, pododermatitis dibagi menjadi pododermatitis superficial (bagian luar) dan pododermatitis profunda (bagian dalam). Berdasarkan discharge yang dihasilkan dapat dibagi menjadi serous, purulenta, necroticans, gangrenosa dan haemorrhagica. Berdasarkan luas kejadiannya, pododermatitis dibagi menjadi pododermatitis circumscripta (melingkar, memfokus) dan difusa (menyebar).

Baca juga mengenai: Foot Rot atau Panaritium pada Sapi

 

Secara umum pododermatitis juga dapat dibedakan menjadi pododermatitis septika dan aseptika. Pododermatitis septika merupakan pododermatitis akibat infeksi mikroorganisme, misalnya dapat disebabkan oleh bakteri seperti Fusarium necrophorum. Bakteri Fusobacterium necrophorum menghasilkan leukotoksin berupa leukosidal yang akan membunuh sel fagositik sel darah putih sehingga infeksi akan selalu ada karena sel darah putihnya banyak yang mati. Sedangkan pododermatitis aseptika dapat disebabkan oleh pengaruh pemberian pakan dan lingkungan.  Pakan yang banyak mengandung karbohidrat merupakan predisposisi penyebab penyakit ini. Karbohidrat menyebabkan kondisi rumen asidosis sehingga akan menyebabkan pembebasan histamin dan endotoksin sehingga terjadi ulserasi pada rumen. Histamin dan endotoksin ini akan menyebabkan perubahan vaskularisasi pada kapiler-kapiler bantalan corium. Perubahan tersebut menyebabkan pengumpulan pembuluh darah sehingga memicu terjadinya ischemia, inflamasi dan nekrosa pada corium-epidermal junction. Kondisi tersebut akan megakibatkan terjadinya haemorhagi dan menghambat produksi keratin pada daerah sole yang mengalami haemorhagi, diskolorisasi serta penurunan kualitas tanduk dan sole. Pododermatitis merupakan penyebab utama kepincangan pada sapi perah.

Gejala klinis yang biasanya muncul adalah sapi akan mengalami pincang tumpu karena mengalami sakit pada saat akan menumpu, kuku mengalami pembusukan bila terjadi infiltrasi bakteri (septika). Pada kasus yang ditemui di lapangan, biasanya sapi mengalami kepincangan, ditemui kebengkakan dan berwarna merah di daerah coronaria kaki kiri belakang. Apabila kebengkakan itu ditekan, sapi terlihat kesakitan yang ditunjukkan dengan tingkah sapi yang menarik kaki ke arah depan. Kejadian ini termasuk ke dalam pododermatitis akut (awal kejadian).

Gambar 1 Pododermatitis circumscripta

Baca juga mengenai: Penyebab Laminitis pada Sapi

 

 

Sumber :

McIntosh RA.1938. Infectious Pododermatitis of Cattle. Canadian Journal of Comparative Medicine 9 : 257-258.

Mgasa M. 2004. Bovine Pododermatitis Aseptica Diffusa (Laminitis) Aetiology, Pathogenesis, Treatment and Control. Veterinary Research Communications 3: 235-241.

Widyananta B. 2007. Bahan Kuliah Ilmu Bedah dan Klinik Veteriner. Bogor : Bagian Klinik, Reproduksi dan Patologi FKH IPB.

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Apa Itu Distokia?

Apa Itu Distokia? Definisi dari distokia yaitu suatu keadaan dimana hewan mengalami kesulitan beranak/partus sehingga ...