Home » Klinik & bedah » Penyebab Laminitis pada Sapi

Penyebab Laminitis pada Sapi

gejala klinis laminitis

Laminitis sub akut yang ditandai dengan perubahan warna pada kuku bagian solar (kanan). Laminitis kronis yang ditandai dengan perubahan pada bentuk kuku (kuku melengkung)

Laminitis adalah peradangan jaringan tanduk kuku yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah. Laminitis dapat disebabkan karena perubahan pakan mendadak, ketidakseimbangan konsentrat dan serat yang disertai penyakit lain (faktor predisposisi). Adapun faktor predisposisi dari penyakit laminitis yaitu distensi makanan tinggi karbohidrat, kesakitan sistemik atau kondisi yang menyebabkan endotoksin misalnya mastitis, metritis, endometritis yang terjadi pasca melahirkan/post partus, foot dan rot disease. Peradangan secara primer berkaitan dengan disfungsi sistem vaskular digit yang menimbulkan hipoksia dan malnutrisi dari struktur laminar sensitif pada dinding kuku. Hubungan kritis antara nutrisi, asidosis dan laminitis berkaitan dengan perubahan hemodinamik mikrovaskular perifer yang berakibat memburuknya kuku karena adanya peregangan mekanis dari pertautan antara struktur laminar dalam dan luar dari dinding kuku yang dipengaruhi oleh peradangan.

Perubahan pakan mendadak, ketidakseimbangan konsentrat dan serat yang disertai penyakit lain (mastitis, metritis, dan endometritis periode post partus) akan menyebabkan tubuh mengalami asidosis dan mengeluarkan antihistamin sebagai reaksi asing adanya perubahan, ketidakseimbangan dan penyakit. Kondisi ini memicu pembuluh darah untuk mengalami vasokontriksi. Vasokonstriksi pembuluh darah akan berakibat jelas pada daerah kaki dan kuku karena kaki dan kuku merupakan penyangga berat tubuh sapi sehingga akan tertekan pada daerah tersebut. Semakin lama, darah yang beredar ke daerah tersebut berkurang dan bahkan berhenti sehingga pembuluh darah akan mengalami nekrosa yang berdampak pada perubahan fisik jaringan disekitarnya. Akhirnya terjadilah laminitis yang ditandai dengan kepincangan parah yang disertai pertumbuhan kuku yang tidak normal.

Sekali terjadi edema pada pembuluh darah, ischemia (anemia lokal) mengakibatkan hiperemis pada jaringan internal lokal digital menyebabkan hipoksia jaringan yang berakibat kurangnya suplai nutrisi (methionin, cystein dan cystin) sehingga keratin tidak cukup diproduksi dan pertemuan onchyogenik antara epitel laminar kemudian kuku patah bagian bawah, kuku lebih lunak serta suplai O2 berkurang mencapai A-V Shunt. Hal ini dapat menghasilkan wilayah nekrotik pada wilayah solar kaki.

Faktor lainnya yang dapat menyebabkan laminitis selain faktor diet yaitu lantai yang kasar dapat meningkatkan resiko kejadian laminitis subklinis, berdiri dengan waktu yang lebih panjang dapat meningkatkan beban dan terpapar kondisi yang tidak higienis terutama pada kaki belakang, waktu makan yang diperpanjang serta peningkatan waktu pemerahan dalam kandang yang mengurangi waktu berbaring sehingga meningkatkan beban pada kaki dan resiko lesi.

Tingkat keparahan laminitis tergantung pada lama dan frekuensi metabolisme yang terganggu. Pada bentuk subklinis sering tidak terlihat tetapi dapat berakibat kematian. Laminitis dapat dimanifestasikan oleh perdarahan pada telapak kaki dan perubahan warna telapak kaki menjadi kekuningan. Laminitis pada sapi terjadi pada bagian solar sedangkan kuda terjadi pada dinding kuku.

 

Sumber :

Aiello et al. 2000. The Merck Veterinary Manual. Edisi ke-8. Whitehouse station. USA.

Bergsten C. 2009. Laminitis: Causes, Risk Factors, and Prevention. http://www.txanc.org/proceedings/2001/BovineLaminitis.pdf [6 Januari 2010].

Greenough PR, Finley JM, and Weaver AD. 1981. Lamenes in cattle2nd editon. (Ed) AD Weaver. Wright Scientechnica. Bristol.

Stone WC. 2004. Nutritional Approaches to Minimize Subacute Ruminal Acidosis and Laminitis in Dairy Cattle. Journal Diary Science 87: E13-E26.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Perhatikan Hal Berikut Ini Agar Hewan Terhindar dari Otitis

Apa itu otitis? Secara umum telinga terbagi menjadi tiga bagian, bagian luar (eksternal), tengah dan ...

error: Content is protected !!