Home » Klinik & bedah » Penyebab dari Dermatitis Ulcerative dan Penanganannya pada Hewan

Penyebab dari Dermatitis Ulcerative dan Penanganannya pada Hewan

Dermatitis ulcerative pada kucing (https://www.researchgate.net)

Artikel berikut ini akan dibahas mengenai penyebab dermatitis ulcerative dan penanganannya pada hewan. Sebelumnya, tentu kita harus ketahui terlebih dahulu apa itu dermatitis ulceratif. Berikut ini penjelasannya.

 

Apa itu dermatitis ulcerative ?

Dermatitis ulcerative adalah kerusakan kulit heterogen yang ditandai dengan terjadinya kerusakan atau gangguan pada daerah epidermis kulit (erosi) atau dapat juga terjadi pada membran basal kulit bagian epidermis dan dermis (ulcer). Luasnya daerah yang terkena tergantung pada penyebabnya.

 

Penyebab dermatitis ulcerative

Adapun penyebab dari  dermatitis ulcerative yaitu sebagai berikut:

  1. Dapat terjadi kongenital atau merupakan perkembangan dari kohesi jaringan
  2. Berhubungan dengan sel (peradangan atau neoplasia) akibat perlukaan
    Penyakit-penyakit neoplastik contonya squmous cell carcinoma, mast cell tumors, dan cutaneous T cell lymphoma
  1. Destruksi (kerusakan) karena trauma
  2. Akibat toksin
  3. Penyakit akibat infeksi karena mikroorganisme
    Penyakit akibat infeksi yang dapat menyebabkan dermatitis ulcerative contohnya yaitu: Staphylococcus pyoderma, coccidiodomycosis, dermatophytosis, leismaniasis, dan feline cow pox.
  1. Akibat parasit atau migrasi parasit
    Penyakit yang diakibatkan oleh parasit yang dapat  menyebabkan dermatitis ulcerative: diantaranya yaitu: demodekosis dan flea bite allergy.
  1. Kelainan pada antigen-spesifik autoimun
    Penyakit-penyakit autoimun contohnya adalah pemphigus vulgaris dan sistemik atau discoid lupus erythematosus.
  1. Penyakit-penyakit metabolik
    Penyakit-penyakit metabolik yang dapat mengakibatkan dermatitis ulcerative diantaranya: diabetes militus dan uremia.

 

Diagnosa dermatitis ulcerative

Prosedur diagnosa yang dilakukan untuk dermatitis ulcerative yaitu sebagai berikut:

  1. Kerokan kulit, jika dugaan adanya parasit
  2. Pemeriksaan sitologi langsung, untuk mendeteksi kemungkinan akantolitik sel jika diduga terkena pemphigus.
  3. Kultur bakteri, mikobakterial, dan jamur, bila diduga penyakit infeksi
  4. Biopsi kulit untuk pemeriksaan histopatologi, untuk mengetahui lesi erosi yang meluas.

Faktor predisposisi dari penyakit ini yaitu umur, ras, dan jenis kelamin.

 

Pengobatan dermatitis ulcerative

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk dermatitis ulcerative yaitu sebagai berikut:

  1. Hindarkan pasien dari penyakit lain
  2. Pengobatan sangat beragam tergantung dari penyebabnya
  3. Terapi pendukung diberikan terapi cairan dan suplementasi nutrisi jika diindikasikan terjadi kehilangan beberapa cairan dan protein melalui eksudasi transepidermal.

                 

 

Sumber:

Tilley LP dan Smith FWK. 2005. The 5 Minute Veterinary Consult Canine and Feline. Third Edition. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

error: Content is protected !!