Home » Klinik & bedah » Pengobatan dan Pencegahan Terhadap Feline Lower Urinary Tract Disease

Pengobatan dan Pencegahan Terhadap Feline Lower Urinary Tract Disease

Pengobatan

Pengobatan terhadap Feline lower urinary tract disease (FLUTD) tergantung dari penyebab yang mendasari terjadinya FLUTD dan kondisi dari kucing. Kristal mineral atau batu yang terbentuk pada saluran urinari kucing harus dieliminasi. Adapun pengobatan yang perlu diberikan pada kasus FLUTD yaitu:

  • Eliminasi kristal mineral atau batu pada saluran urinari kucing dapat dilakukan melalui diet atau makanan khusus yang dapat melarutkan kristal mineral atau batu tersebut serta dapat juga melalui operasi pengeluaran kristal mineral atau batu pada saluran urinari kucing. Dalam beberapa kasus tindak bedah diperlukan selain untuk menghilangkan sumbatan pada uretra, juga untuk mencegah terjadinya pengulangan timbulnya kristal mineral.
  • Pada kasus obstruksi uretra oleh kristal mineral atau batu (blocked urethra), memerlukan perawatan darurat yang meliputi pembilasan (flushing) atau kateterisasi uretra untuk mengeluarkan urin dan kristal pada vesika urinaria. Sebelum dilakukan pembilasan (flushing) atau kateterisasi uretra, kucing terlebih dahulu diberikan anestesi umum yang kerjanya singkat.
  • Penyuntikan cairan fisiologis secara intravena diperlukan ketika sindrom uremia terjadi (depresi, muntah, dehidrasi) dengan tujuan mengganti cairan tubuh dan menstabilkan pH cairan tubuh.
  • Pemberian antibiotik diperlukan untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri.
  • Sediaan obat parasimpatomimretik juga dapat diberikan untuk menstimulasi otot vesika urinaria berkontraksi dan relaksasi uretra diperlukan.

Terdapat tiga macam kateter urin yang dapat digunakan untuk kateterisasi uretra pada kucing yang mengalami FLUTD yaitu flexible rubber feeding tube (Gambar 1a), kateter open-ended polypropylene (Gambar 1b), dan close-ended polypropylene (Gambar 1c). Ukuran kateter yang biasa digunakan untuk kucing jantan adalah 3 1/2 Fr.

Macam-macam kateter urin untuk kucing jantan

Sumber: http://www. collegeveterinarymedicine.com

Gambar 1. Macam-macam kateter urin untuk kucing jantan

Pada saat memasang kateter pada kucing, penis dikeluarkan dari preputium terlebih dahulu dan diposisikan pararel sejajar dengan vetebrae untuk mencegah trauma pada uretra. Memasang kateter urin pada kucing jantan memerlukan dua orang, satu orang menahan penis tetap keluar dari preputium dan yang lainnya memasukkan kateter. Sebelum dimasukkan kateter harus diberi lubrikan cair, lalu penis dan preputium dibersihkan dengan antiseptik. Kateter dimasukkan dibantu dengan flushing menggunakan syringe berisi saline yang disemprotkan perlahan untuk mendilatasi uretra agar kateter mudah dimasukkan (Gambar 2). Selain itu, flushing juga digunakan untuk mengeluarkan runtuhan sel dari uretra pada kejadian obstruksi.

Pemasangan kateter urin dengan metode flushing

Sumber: http://www. collegeveterinarymedicine.com

Gambar 2 Pemasangan kateter urin dengan metode flushing

 

Pencegahan

Tindakan pencegahan terjadinya FLUTD pada kucing dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • FLUTD dapat dicegah melalui pemberian pakan khusus yang rendah Mg, tinggi Na atau pakan yang mempunyai pH cukup rendah (acidified diets). Pakan yang rendah pH ini akan meningkatkan absorbsi Na dan meningkatkan pengeluaran phospat sebagai unsur pembentuk batu ginjal.
  • Selain diet, diupayakan agar kucing diberiakan pakan yang basah, penyediaan air segar sebagai sumber air minumnya yang cukup setiap hari.
  • Kucing harus dibiasakan dengan aktifitas fisik (exercise) dan hindari kondisi obesitas serta pembersihan kandang dan liternya secara rutin.

Diet khusus yang diberikan pada kucing biasanya mengandung beberapa formula yang penting untuk mencegah pembentukan kristal mineral, yaitu:

  • Mengontrol level kalsium, magnesium, fosfor, dan oksalat untuk membatasi pebentukan kristal dan batu pada vesika urinaria
  • Kandungan kalium sitrat berguna untuk menghentikan pembentukan batu pada vesika urinaria
  • Kandungan kaya vitamin B6 membantu mengurangi pembentukan oksalat

 
Sumber:

College of Veterinary Medicine. 2009. Feline Urologic Syndrome. http://www. collegeveterinarymedicine.com [7 Juli 2014].

Duval D. 2002. Feline Urologic Syndrome, Internet Vet. Column. www.mailer.fsu.edu [7 Juli 2014].

Ettinger SJ dan Feldman EC. 1995. Textbook of Veterinary Internal Medicine Volume 2. W.B Sounders Company. Philadelphia.

Ward EE. 2014. What causes cat urinary problems?. http://mypeted.com/pet-health/articles/cat-urinary-problems/ [7 Juli 2014].

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

10 Kondisi Darurat pada Hewan yang Harus Segera Ditangani

Kondisi darurat pada hewan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Kunci utama dan yang ...