Home » Klinik & bedah » Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan Feline Panleukopenia

Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan Feline Panleukopenia

Diagnosa Feline Panleukopenia

Diagnosis terhadap Feline Panleukopenia dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Berdasarkan sejarah penyakit
  2. Berdasarkan gejala klinis
  3. Pemeriksaan darah akan tampak adanya penurunan jumlah leukosit
  4. Isolasi dan identifikasi virus. Virus Feline Panleukopenia dapat tumbuh secara efisien pada biakan sel lestari ginjal, organ paru-paru, lidah kucing dibandingkan dengan pada biakan sel lain seperti yang berasal dari biakan sel organ anjing.
  5. Pemeriksaan serologik. Pemeriksaan serologik untuk mengetahui ada atau tidaknya antibodi terhadap virus Feline Panleukopenia di dalam serum, pada saat ini sering menggunakan teknik haemagglutination – inhibition (HI) dan atau menggunakan serum neutralization test (SNT) teknik mikro.

 

Pengobatan Feline Panleukopenia

Belum ada pengobatan yang mampu membunuh  virus Feline Panleukopenia. Pengobatan yang diberikan hanya berupa pengobatan suportif (pengobatan pada gejala yang muncul).  Pemberian cairan infus berupa cairan elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Pemberian antibiotik dapat diberikan untuk mencegah dan mengobati dari infeksi sekunder. Apabila kucing mengalami muntah dapat diberikan obat anti muntah (antiemetik). Peningkatan kebutuhan gizi dengan pemberian vitamin juga dapat diberikan. Jika kucing dapat survive dalam waktu 48 jam, kesempatan untuk sembuh mulai terbuka. Usahakan kandang kucing harus hangat serta dijaga higienis dan sanitasinya.

Baca juga mengenai:

Feline Panleukopenia Merupakan Penyakit Mematikan pada Kucing

 

Pencegahan Terhadap Feline Panleukopenia

  1. Vaksinasi kucing secara teratur. Vaksin yang diberikan dapat berupa vaksin aktif yang dimodifikasi dan vaksin inaktif. Vaksin aktif tidak boleh diberikan pada kucing bunting, mengalami imunosupresi, sakit, atau kucing di bawah umur 4 minggu. Anak kucing dapat divaksinasi pada umur 8-10 minggu. Agar kekebalan yang terbentuk dapat terjaga sebaiknya vaksinasi diulang 1 bulan kemudian. Setelah itu vaksinasi dianjurkan diulang setiap tahun. Untuk kucing dewasa atau berumur lebih dari 6 bulan yang belum pernah divaksinasi, vaksinasi bisa dilakukan tiap tahun.
  2. Membersihkan kandang kucing secara teratur dengan menggunakan desinfektan diantaranya menggunakan larutan TH4 atau dengan menggunakan larutan Natrium Hipoklorit (NaOCL),
  3. Segera pisahkan apabila ada kucing yang terinfeksi Feline Panleukopenia agar dapat mencegah penularan kepada kucing lainnya.

Gambar 1 Vaksinasi pada kucing secara teratur dapat mencegah infeksi Feline Panleukopenia

Baca juga mengenai:

Cara Penularan dan Gejala Klinis Feline Panleukopenia

 

 

 

 

Sumber:

Aiello et al. 2000. The Merck Veterinary Manual. Edisi ke-8. USA: Whaite house station.

Tilley LP & Smith FWK.1997. The 5 Minute Veterinary Consult. Baltimore: Williams & Wilkins.

Guyton & Hall. 1996. Texbook of Medical Physiologi. WB Saunders Company. Phyladelpia.

Prince SA & Wilson LM. 1995. Patofisiologi Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit. Jakarta: EGC.

 

 

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

10 Kondisi Darurat pada Hewan yang Harus Segera Ditangani

Kondisi darurat pada hewan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Kunci utama dan yang ...

error: Content is protected !!