Home » Kesmavet » Pencegahan Terhadap Infeksi Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus

Pencegahan Terhadap Infeksi Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus

pencegahan MERS
Munculnya penyakit baru yang dinamakan dengan Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) sejak tahun 2012 telah mengakibatkan ratusan orang terinfeksi dan penyakit ini telah menjadi pusat perhatian dunia karena tingginya tingkat kematian yang disebabkan oleh MERS-CoV. Tidak hanya penduduk yang berada di Timur Tengah saja yang merasa resah akibat dari kemunculan penyakit ini tetapi juga penduduk dunia termasuk Indonesia juga merasakan kecemasan terhadap penyakit ini. Meskipun belum ada laporan kasus MERS-CoV di Indonesia tetapi kita harus tetap wapada. Tindakan pengendalian dan pencegahan terhadap infeksi Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) perlu dilakukan agar terhidar dari infeksi penyakit ini. Adapaun tindakan pencegahan terhadapa infeksi Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) yaitu sebagai berikut:

1. Tindakan deteksi penyakit secara dini perlu dilakukan agar pasien yang terinfeksi segera dilakukan tindakan isolasi supaya tidak menularkan ke orang lain dan pengobatan dapat diberikan secara cepat.

2. Tindakan pencegahan standar yang diterapkan pada setiap pasien yang diduga atau positif terinfeksi MERS-CoV di rumah sakit adalah sebagai berikut:

  • Pasien yang terinfeksi MERS-CoV harus segera diletakkan pada ruang isolasi (kamar tunggal) atau berkelompok dengan diagnosis penyebab penyakit yang sama serta di dalam ruangan tersebut dilengkapi dengan toilet dan wastafel di dalamnya untuk menghindari agar pasien tidak keluar dari ruangan.
  • Apabila diagnosis penyebab penyakit tidak diketahui, maka kelompokan pasien dengan diagnosis klinis yang sama dan berbasis faktor resiko epidemiologi yang sama dengan pemisahan minimal 1 meter.
  • Pergerakan atau transportasi pasien harus dibatasi dan hanya untuk tes diagnostik dan terapeutik yang penting saja.
  • Jika pasien harus meninggalkan ruangan harus memakai masker dan pakaian yang bersih serta tangan harus dicuci dengan desinfektan terlebih dahulu.
  • Dokter dan perawat yang menangani pasien harus memakai alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, masker, pelindung mata dan wajah, memakai baju lengan panjang dan respirator. Hal ini untuk menghindari kontak langsung dengan darah pasien, cairan tubuh, sekret (termasuk sekret pernapasan) dan kulit lecet atau luka.
  • Gunakan masker apabila bekerja dalam radius 1 meter dari pasien.
  • Bila memungkinkan, gunakan satu kamar berventilasi adekuat ketika melakukan prosedur yang menimbulkan aerosol.
  • Petugas kesehatan harus membersihkan tangan sesering mungkin terutama setelah menangani pasien ketika sarung tangan telah dilepaskan dan sebelum melepaskan masker atau pelindung wajah dan respirator, setelah meninggalkan ruangan pasien dan setelah menyentuh sekresi pernafasan pasien. Sebaiknya menggunakan antiseptik berbasis alkohol (60-90%) dan mencucui dengan sabun jika terlihat kotor.
  • Semua perlengkapan atau peralatan yang telah digunakan oleh pasien MERS-CoV sebaiknya tidak digunakan lagi untuk pasien yang lainnya. Beberapa peralatan dapat dipakai untuk pasien lain asalkan telah dibersihkan dan didesinfeksi terlebih dahulu.
  • Peralatan yang hanya sekali pakai harus dibuang ke tempat khusus limbah yang menggunakan sistem tanpa disentuh tangan (hand free).
  • Sebaiknya pasien saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau masker untuk menghindari penyebaran droplet atau sekresi pernafasan serta segera buang tisu atau masker tersebut pada wadah khusus tanpa disentuh dengan tangan (hand free). Setelah itu segera untuk mencuci tangan dengan desinfektan atau antiseptik.
  • Pengolahan limbah yang aman, pembersihan dan desinfeksi peralatan serta pembersihan lingkungan.
  • Pengujung harus dibatasi untuk masuk ke ruangan pasien. Hanya untuk hal-hal penting saja pengunjung dibolehkan masuk. Pada saat pengunjung masuk ke ruangan pasien harus menggunakan APD.

3. Tindakan pencegahan apabila anda melakukan perjalanan ke negara Timur Tengah atau negara-negara yang memiliki kasus MERS-CoV :

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air serta gunakan hand-sanitizer berbasis alkohol.
  • Sebaiknya menggunakan masker pada saat anda beraktivitas di luar terutama di tempat-tempat ramai.
  • Hindari untuk terlalu sering memegang mulut, hidung dan mata terutama jika tangan belum dicuci.
  • Apabila anda batuk dan bersin sebaiknya tutup hidung dan mulut dengan tisu dan gunakan masker. Sebaiknya gunakan tisu sekali pakai dan buang langsung ke tempat sampah.
  • Apabila anda menunjukkan gejala flu sebaiknya segera periksakan ke dokter dan beristirahatlah di rumah serta hindari beraktifitas di luar rumah. Apabila anda berpergian dalam kondisi flu sebaiknya gunakan masker dan selalu menjaga higiene personal.
  • Hindari kontak dengan orang yang sakit seperti ciuman atau atau penggunaan alat makan atau minum bersama.
  • Bersihkan barang-barang yang sering disentuh dengan menggunakan desinfektan.
  • Tetap menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup yang bersih dan sehat serta makan makanan yang bergizi seimbang. Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh dengan minum vitamin agar tubuh dapat melawan agen penyakit yang masuk.

4. Vaksin untuk MERS-CoV sampai saat ini belum tersedia. Para peneliti masih mencoba untuk mengembangkan vaksin yang efektif untuk mencegah infeksi MERS-CoV.

 
Sumber:

Kementrian Kesehatan RI. 2013. Pedoman Tatalaksana Klinis Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat Suspek East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV). Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

[CDC] Centers for Disease Control and Prevention. 2014. Interim Infection Prevention and Control Recommendations for Hospitalized Patients with Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/infection-prevention-control.html[20 Mei 2014].

Public Health Agency of Canada. 2013. Interim Guidance – Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV). http://www.phac-aspc.gc.ca/eri-ire/coronavirus/guidance-directives/nCoV-ig-dp-eng.php[20 Mei 2014].

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Cara Membedakan Kucing yang Terinfeksi Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

Feline viral rhinotracheitis (FVR) dan feline calicivirus (FCV) disebut juga penyakit flu kucing (cat flu). ...

error: Content is protected !!