Home » Mikrobiologipage 7

Mikrobiologi

Kasus Rabies di Indonesia

Rabies di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Schoorl di Jakarta pada tahun 1884 pada seekor kuda, kemudian Esser pada tahun 1889 juga menemukan rabies pada seekor kerbau di Bekasi. Rabies di Indonesia menjadi populer di beberapa daerah setelah ditemukan rabies pada seekor anjing pada tahun 1990 di Penning. Sedangkan rabies pada manusia di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh de Haan ...

Read More »

Gejala Klinis Penyakit Rabies

Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus (Rhabdovirus) yang menyerang sistem saraf pusat (SSP) hewan mamalia termasuk manusia. Penyakit ini memiliki tikat kematian (case fatality rate/CFR) yang sangat tinggi. Setelah gejala klinis berkembang pada hewan atau manusia yang terinfeksi biasanya kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Artikel berikut ini akan membahas mengenai gejala klinis penyakit rabies baik pada hewan maupun pada ...

Read More »

Cara Penularan Rabies

Sebagian besar cara penularan rabies pada manusia terutama melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Begitu juga dengan hewan, dapat tertular rabies melalui gigitan hewan lain yang terinfeksi rabies. Sekitar 70% anjing yang tertular rabies mengandung virus di dalam salivanya. Penularan melalui gigitan kelelawar penghisap darah (vampire) yang terinfeksi pada hewan domestik sering terjadi di Amerika Latin. Penularan rabies juga dapat ...

Read More »

Sumber Infeksi Rabies

Rabies dapat menyerang hampir semua hewan berdarah panas termasuk manusia. Hewan yang banyak terkena dampak penyakit rabies di alam dan dapat menjadi sumber infeksi yaitu bangsa karnivora (pemakan daging) seperti anjing, rubah, skunk (sigung) dan kucing serta Chiroptera (kelelawar), sedangkan roden (hewan pengerat) tidak memberikan peran penting sebagai sumber infeksi di alam karena merupakan inang akhir dari penyakit ini (dead ...

Read More »

Sejarah dan Agen Penyebab Rabies

Sejarah Rabies telah dikenal sejak zaman dahulu dan penyakit ini dinilai sangat penting sehingga salah satu prasasti yang dibuat pada zaman kekuasaan Raja Hammurabi (2300 SM) mencatat bahwa: “bila seekor anjing ditemukan gila dan pihak penguasa telah menyampaikan kepada pemilik anjing, namun pemilik anjing tidak menjaganya dengan baik sehingga anjing tersebut menggigit orang dan menyebabkan kematian maka pemilik harus membayar ...

Read More »

Struktur dan Komposisi Virus

Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri atas materi genetik berupa asam nukleat yakni asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA). Asam nukleat tersebut dibungkus oleh selaput protein yang disebut kapsid. Kapsid terdiri atas sejumlah subunit kapsomer yang tersusun atas asam nukleat berulir yang disebut heliks. Adapun asam nukleat yang bulat disebut ikosahedron. Tubuh virus seperti bakteriofage terdiri ...

Read More »

Ciri-Ciri Umum Virus

Virus merupakan agen infeksius yang mengandung asam nukleat yang terdiri atas DNA atau RNA dan dapat berada di dalam dua stadium berbeda yaitu stadium intraseluler dan stadium ekstraseluler. Pada stadium ektraseluler atau infeksius, virus merupakan partikel submikroskopik yang mengandung asam nukleat dan dikelilingi oleh protein atau komponen lainnya. Ini berarti virus tidak dapat dilihat dengan mikroskop medan terang tetapi dapat ...

Read More »

Ciri-Ciri dan Bentuk Bakteri

Bakteri merupakan organisme bersel tunggal yang dapat hidup bebas di lingkungan seperti di tanah, air dan sisa-sisa makhluk hidup serta di dalam tubuh manusia maupun hewan. Bakteri berukuran sangat kecil yaitu berkisar antara 0,2-1 µm sehingga hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Bentuk bakteri dapat beragam dan bentuk tubuh yang beragam ini dapat dijadikan dasar klasifikasi dari bakteri. Bakteri ada ...

Read More »
error: Content is protected !!