Home » Mikrobiologi » Mengenal Bakteri Yersinia spp.

Mengenal Bakteri Yersinia spp.

Yersinia spp. adalah bakteri gram negatif yang berbentuk coccobacill, non-motil, tidak membentuk spora, anaerobic fakultatif dan dapat memfermentasikan laktosa. Pergerakan dari bakteri ini hanya mengandalkan dari pergerakan cairan dan makanan dalam saluran pencernaan, karena tidak memiliki flagela. Yersina spp. dapat menyebabkan disentri pada hewan ataupun manusia pada saat ketahanan tubuh lemah dan jumlah bakteri dalam saluran pencernaan meningkat, hal ini dikarenakan Yersinia spp. merupakan mikroflora normal dalam tubuh manusia ataupun hewan.

Bakteri pada genus ini memiliki empat spesies yang didasarkan pada serologis test. Adapun spesies dari Yersinia spp. yaitu Yersinia pestis CO92, Yersinia pestis, Yersinia enterocolitica, Yersinia pseudotuberculosis. Yersinia spp. masuk dalam serogroup D yang memiliki 1 serotipe. Klasifikasi ini didasarkan pada komponen antigen-O dari lipopolisakarida (LPS) yang memperlihatkan membran luar dari bakteri. Serogroup A, B, C memiliki kemiripan fisiologi yang sama dengan Yersinia spp., yang membedakan hanya reaksi biokimia dari positif beta-D-galaktosidase dan ornithine dekarboxilase.

Baca juga mengenai:

Taksonomi dan Klasifikasi Lactococcus lactis

 

Yersinia spp. dapat menular melalui peroral baik dari makanan, lingkungan, hewan sakit ataupun ekskresi muntah hewan muda yang terinfeksi. Bakteri ini merupakan mikroflora normal dalam usus halus, tapi tidak dalam usus besar (kolon dan rectum). Y. pseudotuberculosis dan Y. enterocolitica dapat menginfeksi bagian usus mamalia yang ditularkan melalui rute fecal-oral (makanan yang terkontaminasi dan air) serta jarang yang mematikan. Y. Pestis dapat ditularkan secara subkutan melalui gigitan pinjal (flea) yang terinfeksi atau tikus, tetapi dapat juga ditularkan melalui udara (terutama selama pandemi penyakit). Pemberian obat anti-jamur, antibiotik spesifik terhadap penyakit lain, perubahan pola pakan dan stress dapat meningkatkan virulensi dari infeksi Yersinia spp. Bakteri ini dapat menimbulkan diare berdarah karena interaksi dari endotoxin dengan sel epitel usus halus, sehingga usus halus tidak dapat berfungsi dengan baik dan endotoxin juga dapat merusak membran sel epitel mukosa kolon. Kasus ini banyak ditemukan dan dapat terjadi berulang (reinfection) pada primata, terutama monyet.

Sumber: https://microbewiki.kenyon.edu

Gambar 1 Yersinia pseudotuberculosis

Baca juga mengenai: Karakteristik Lactococcus lactis

 

 

Sumber:

Hirsh DC, Machlahan NJ, Walker RL. 2004. Veterinary microbiology 2nd ed. Blackwell Publishing : California

Niyogi SK. “Shigellosis”. Journal of Microbiology (2005 Apr). 43(2): 133-143. http://www.textbookofbacteriology.net/Shigella.html [24 Juni 2014].

Yang F, Yang J. “Genome dynamics and diversity of Shigella species, the etiologic agents of bacillary dysentery”. Nucleic Acid Research, 2005. Vol 33 No.9: 6445-6458. http://www.textbookofbacteriology.net [24 Juni 2014].

Ukkey. 2008. Key To All Laboratory Organisms. http://faculty.ivytech.edu/ bsipe/UNKN/ukkey.htm  [24 Juni 2014].

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

error: Content is protected !!