Home » Kesmavetpage 5

Kesmavet

Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

Tindakan pencegahan terhadap TB harus melibatkan semua pihak mulai dari penderita, masyarakat dan petugas kesehatan. Adapun upaya pencegahan yang harus dilakukan yaitu : a. Penderita tidak menularkan kepada orang lain Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin dengan sapu tangan atau tissu Tidur terpisah dari keluarga terutama pada dua minggu pertama pengobatan Tidak meludah di sembarang tempat, tetapi dalam wadah ...

Read More »

Diagnosa Tuberkulosis

Diagnosis tuberkulosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinik, pemeriksaan fisik, pemeriksaan bakteriologik, radiologik dan pemeriksaan penunjang lainnya. Adapun penjelasan dari masing-masing metode diagnosa tersebut sebagai berikut : a. Pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan fisik kelainan yang dijumpai tergantung dari organ yang terlibat. Pada TB paru, kelainan yang didapat tergantung luas kelainan struktur paru. Pada permulaan perkembangan penyakit umumnya sulit sekali menemukan kelainan. ...

Read More »

Patogenesis Tuberkulosis

TB pulmoner dapat diklasifikasikan menjadi TB pulmoner primer dan TB pulmoner post-primer (sekunder). TB primer sering terjadi pada anak-anak sehingga sering disebut child-type tuberculosis, sedangkan TB post-primer (sekunder) disebut juga adult-type tuberculosis karena sering terjadi pada orang dewasa, walaupun faktanya TB primer dapat juga terjadi pada orang dewasa. TB post-primer (sekunder) biasanya terjadi pada usia 15 – 40 tahun. a. ...

Read More »

Faktor-faktor Resiko Kejadian Tuberkulosis

Terdapat beberapa faktor yang memicu berkembangnya penyakit TB pada kelompok masyarakat. Media penularan melalui udara dapat mempercepat proses penularan penyakit ini. Biasanya seorang penderita dapat menularkan pada saat terjadi ekspirasi paksa seperti batuk, bersin, ketawa keras dan sebagainya. Tidak semua orang yang sudah terkontaminasi atau terpapar dengan bakteri penyebab TB akan menjadi sakit. Faktor-faktor yang erat hubungannya dengan terjadinya infeksi ...

Read More »

Gejala Klinis Tuberkulosis

Keluhan yang dirasakan oleh pasien TB dapat bervariasi atau kadang-kadang ditemukan banyak pasien dengan TB paru tanpa keluhan sama sekali. Gejala klinik TB dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu gejala lokal dan gejala sistemik. Gejala lokal berupa respiratorik akan terlihat apabila yang terkena TB pada organ paru-paru. Gejala respiratorik dapat berupa demam, batuk-batuk selama 2 – 3 minggu, batuk dengan ...

Read More »

Cara Penularan Tuberkulosis

Sumber penularan tuberkulosis (TB) berasal dari pasien TB dengan pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) positif. Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan basil TB ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan dan sinar ...

Read More »

Agen Penyebab Tuberkulosis (TB) dan Sifatnya

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis meskipun dapat juga disebabkan oleh M. bovis and M. africanum. Penyakit ini dapat menyerang semua golongan umur dan paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain. TB dapat ditularkan dari pasien yang positif TB melalui percikan dahak (droplet nuclei) di udara. Basil TB dapat ...

Read More »

Dampak Ekonomi Akibat Anthrax

Penyakit anthrax yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian. Penyakit anthrax dapat menimbulkan kerugian bagi peternak maupun manusia. Kerugian akibat penyakit anthrax dapat berupa kematian terhadap ternak, biaya pengobatan pada ternak yang terinfeksi, berkurangnya persediaan daging maupun produk ternak lainnya (seperti kulit) dan biaya vaksinasi serta biaya pengendalian anthrax lainnya. Kerugian penyakit anthrax terhadap manusia ...

Read More »

Faktor Risiko Anthrax

Siklus dari infeksi anthrax dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu faktor terjadinya sporulasi dan germinasi, seperti pH, suhu lingkungan, aktivitas air dan kandungan mineral. Faktor lain yang mempengaruhi kejadian anthrax yaitu faktor yang berhubungan dengan musim, aktivitas merumput, kesehatan dari inang, populasi serangga dan aktivitas manusia. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi daya tahan hidup spora anthrax di alam. Daya tahan hidup ...

Read More »

Kasus Anthrax di Indonesia

Kasus anthrax di Indonesia pertama kali dilaporkan di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 1832. Pada tahun 1969 tercatat bahwa 36 orang yang terinfeksi meninggal setelah memakan daging hewan yang terinfeksi. Empat tahun kemudia empat orang lagi meninggal setelah memakan daging hewan yang terinfeksi anthrax. Infeksi anthrax juga telah menyebar ke beberapa daerah di tanah air dan telah dilaporkan ...

Read More »
error: Content is protected !!