Home » Anatomi & Fisiologi » Keping-Keping Darah (Trombosit)

Keping-Keping Darah (Trombosit)

Keping-keping darah (trombosit) atau platelet bukan merupakan satu sel yang utuh. Trombosit bentuknya tidak beraturan dengan ukuran lebih kecil daripada eritrosit serta tidak berwarna dan juga tidak dapat bergerak sendiri, tetapi hanya mengikuti aliran darah. Seperti sel darah merah, trombosit darah tidak mempunyai inti sel dan masa hidupnya pun pendek, yaitu sekitar 10-12 hari (Gambar 1). Trombosit berasal dari megakaryosit di dalam sumsum merah pada tulang dan berperan dalam proses pembekuan darah.

trombosit-atau-platelet

Gambar 1 Trombosit atau platelet

Proses pembekuan darah merupakan suatu proses yang rumit dan melibatkan banyak faktor antihemofili, yaitu faktor-faktor yang berperan untuk menghentikan perdarahan. Proses pembekuan darah dimulai ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah yang menyebabkan trombosit keluar dari pembuluh bersama-sama dengan komponen darah lainnya. Trombosit mudah pecah setelah bersinggungan dengan udara atau permukaan yang kasar sehingga enzim tromboplastinogenase yang terdapat di dalamnya keluar dan bercampur dengan plasma darah.

Pada plasma darah terdapat tromboplastinogen yang merupakan salah satu komponen globulin, zat ini diaktifkan oleh enzim tromboplastinogenase menjadi tromboplastin. Sementara itu pada plasma darah terdapat pula protrombin yang dihasilkan oleh hati dengan bantuan vitamin K. Protrombin hanya dapat berperan dalam proses pembekuan darah jika telah diaktifkan menjadi enzim trombin. Pengaktifan protrombin juga membutuhkan tromboplastin dan ion kalsium (Ca2+).

Trombin akan berfungsi sebagai enzim yang dapat mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrinogen adalah suatu protein yang terdapat dalam plasma, sedangkan fibrin adalah protein berupa benang-benang yang tidak larut dalam plasma. Benang-benang fibrin yang terbentuk akan saling bertautan sehingga sel-sel darah merah beserta plasma akan terjaring dan membentuk gumpalan (Gambar 4). Jaringan baru akan terbentuk menggantikan gumpalan tersebut dan luka akan menutup. Namun, jika proses pembekuan terjadi di dalam pembuluh darah maka gumpalan darah (embolus) dapat menyumbat pembuluh-pembuluh darah. Keadaan yang disebut embolisme ini menghambat pemberian zat-zat makanan dan oksigen bagi jaringan sehingga dapat menyebabkan kematian jaringan tersebut. Mekanisme pembekuan darah secara jelas dapat dilihat pada Gambar 2 (bagan) dan Gambar 3.

bagan-mekanisme-pembekuan-darah

Gambar 2 Bagan mekanisme pembekuan darah

proses-pembekuan-darah

Gambar 3 Proses pembekuan darah

proses-pembentukan-benang-benang-fibrin-sehingga-terjadi-pembekuan-darah

    Gambar 4 Proses pembentukan benang-benang fibrin sehingga terjadi pembekuan darah

 

 

 

 

Sumber:

Bakhtiar S. Biologi. 2011. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kementrian Pendidikan Nasional.

Ferdinand F, Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Firmansyah R, Mawardi A, Riandi U. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Pengertian dan Perubahan Histopatologi Inflamasi

Inflamasi (peradangan) merupakan suatu respon pertahanan jaringan yang rusak dan terjadi pada semua vetebrata. Respon ...

error: Content is protected !!