Home » Info & Tips » Kenali Tanda-Tanda Kucing Birahi (Estrus)

Kenali Tanda-Tanda Kucing Birahi (Estrus)

Apabila anda menginginkan kucing kesayangan anda bunting, tentunya anda harus tahu tanda-tanda kucing birahi/estrus (siap untuk kawin) terlebih dahulu. Kucing yang mengalami birahi menandakan bahwa kucing tersebut dalam masa subur dan siap untuk dikawinkan dengan pejantan. Biasanya kucing betina mulai birahi pada umur 4 bulan dan tubuhnya telah mencapai 80% berat badan kucing dewasa yaitu berat badan mencapai 2,5 kg.  Meskipun kucing betina mulai birahi umur 4 bulan, sebaiknya jangan dikawinkan terlebih dahulu karena belum terlalu siap untuk bunting. Dikhawatirkan indukkucing akan mengalami kesulitan dalam merawat anak-anaknya, karena belum siap secara mental untuk mengasuh anaknya. Kucing baru pertama kali melahirkan diusia muda biasanya rawan keguguran dan  induk tidak mau menyusui anak-anaknya.  Usia yang direkomendasikan agar kucing dapat dikawinkan adalah pada usia 12 bulan. Pada usia ini secara mental kucing betina sudah siap untuk bunting.

Kucing merupakan hewan polyestrus yang artinya siklus birahi pada kucing betina berulang beberapa kali atau lebih dari 2 kali dalam setahun serta siklus birahi ini akan berhenti ketika kucing kawin dan berhasil dibuahi atau bunting. Kucing mengalami anestrus (tidak masa birahi/estrus) yaitu ketika hormon reproduksi akan  berhenti atau beristirahat pada musin gugur dan musim dingin pada daerah 4 musim. Sedangkan di Indonesia, siklus estrus akan berhenti ketika awal musim hujan. Di daerah tropis seperti Indonesia dimana sinar matahari bersinar terus sepanjang tahun siklus birahi kucing betina berlangsung sepanjang tahun setiap tiga atau empat minggu sekali (kecuali apabila kucing betina kawin dan kemudian menjadi bunting). Kucing betina pada daerah 4 musim biasanya siklus estrusnya terjadi pada waktu antara musim semi dan musim gugur, dengan waktu siang yang lebih panjang dan udara yang lebih hangat. Biasanya terjadi pada bulan September-April di belahan bumi selatan dan Februari-September di belahan bumi utara. Kucing betina dapat memulai siklus estrusnya (berahi) saat udara menjadi lebih hangat dan tubuhnya telah mencapai 80% berat badan kucing dewasa.

Kucing betina hanya mau dikawinkan pada saat birahi saja. Diluar waktu itu kucing betina akan menolak untuk dikawinkan. Pada saat birahi kucing betina mengeluarkan hormon (pheromone) yang akan menarik kucing jantan. Jadi tidaklah mengherankan pada saat kucing betina birahi banyak kucing jantan akan mendekat.

Kucing jantan mencapai dewasa kelamin sedikit lebih lambat sekitar 1-2 bulan dibandingkan kucing betina dengan berat badan mencapai 3,5 kg, tapi kebanyakan kucing jantan sudah mencapai usia dewasa kelamin sebelum berusia satu tahun (8 bulan). Kucing jantan yang diperbolehkan keluar rumah akan berkeliaran sampai beberapa hari dan bahkan berkelahi (dengan suara berisik yang sangat mengganggu) dengan kucing jantan lain untuk mendapatkan kucing betina. Kucing jantan yang tidak dikebiri biasanya menandai wilayahnya (marking) dengan kencing yang berbau menyengat.

Kucing birahi/estrus akan berlangsung selama sekitar empat hingga enam hari bahkan sampai kira-kira 1 minggu. Pada masa ini, kucing betina birahi akan menunjukkan tanda-tanda atau perubahan perilaku untuk menarik kucing jantan. Adapun tanda-tanda kucing birahi (estrus) yaitu sebagai berikut:


A. Kucing betina

  1. Kucing yang mengalami berahi pada awalnya akan menunjukkan perilaku yang gelisah
  2. Lebih sering mengeong dan terus-menerus dengan suara mengeongnya menjadi berat dan keras
  3. Kucing yang berahi akan tampak lebih manja ke orang-orang di sekitarnya dan suka berguling-guling
  4. Nafsu makannya akan menjadi berkurang (menurun)
  5. Bila dipegang dibagian punggung tepatnya di atas pangkal ekornya akan naik & ekornya akan melengkung ke samping badannya
  6. Rambut kucing terlihat bersinar serta bentuk tubuh menjadi bulat dan subur
  7. Gerak-geriknya lincah
  8. Sering menggesek-gesekan tubuhnya ke dinding

Kucing birahi akan menaikkan/mengangkat pangkal ekornya & ekornya akan melengkung ke samping badannya apabila dipegang bagian atas pangkal ekornya

Kucing birahi sering menggesek-gesekan tubuhnya ke dinding

 

B. Kucing Jantan

  1. Sering mengeong dan terus-menerus
    Kucing jantan yang ingin dikawinkan (birahi) akan selalu ada di dekat kucing betina, tidak jarang juga kucing sering mengeong untuk memanggil kucing betina.

    Kucing jantan yang ingin dikawinkan suka mendekati kucing betina

  1. Menjadi lebih agresif
    Hati-hati membedakan kucing agresif karena ingin kawin atau agresif ketika berkelahi dengan kucing lainnya. Kucing jantan saat ingin kawin menjadi lebih agresif seperti kadang terlihat menerkam kucing betina sambil menggigit tengkuk kucing betina.

    Posisi kucing jantan mengawini kucing betina dan biasanya kucing jantan birahi akan lebih agresif

  1. Sering keluar rumah
    Biasanya kucing jantan ingin kawin akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk mencari betina yang siap kawin. Kucing jantan akan siap berkelahi dengan kucing jantan lainnya untuk merebut kucing betina.
  1. Sering menyemprotkan urin/air kencing (spraying)
    Kucing jantan yang ingin kawin kadang suka menyemprotkan urinnya untuk menandakan dia ingin kawin. Aroma dari urinnya dapat memanggil betina sehingga ingin untuk di kawinkan.

Kucing betina yang birahi ada kemungkinan untuk kucing bunting jika sempat kawin dengan pejantan. Setelah berahi, kucing akan masuk ke dalam “masa tenang” yang berlangsung sekitar 8 – 10 hari, selama waktu ini, prilakunya akan lebih tenang. Setelah masa tenang, kucing Anda bisa kembali masuk ke masa berahi .

Sering terjadi pada kucing-kucing peliharaan kita dimana momentum masa birahi tersebut tidak secara bersamaan terjadi diantara kucing jantan & betina yang kita pelihara, sehingga yang terjadi adalah kucing betina akan marah bila didekati jantannya. Sebaliknya, mengetahui betinanya marah pejantan akan jual mahal & tidak mau mengawininya lagi.

Terkadang seekor kucing jantan juga masih ‘setia’ dengan pilihannya semula & tidak bersedia digantikan oleh betina yang lain. Namun adapula kucing betina yang bersedia kawin dengan lebih dari satu pejantan & demikian pula pejantannya tidak keberatan untuk saling menunggu secara bergantian mengawini betinanya.

Bila kita ingin memilih pejantan dengan kualitas lebih baik agar memberikan keturunan kucing dengan kualitas yang lebih baik, kita bisa memanfaatkan jasa breeding dari pemilik kucing yang menyewakan pejantan unggulnya untuk mengawini kucing betina kita dengan biaya jasa tertentu.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

9 Penyebab Rambut Kucing Rontok

Rambut merupakan bagian terpenting dari kucing. Rambut berfungsi untuk menutupi dan melindungi tubuh kucing dari ...