Home » Parasitologi » Karakteristik Trichuris vulpis (wiphworm)

Karakteristik Trichuris vulpis (wiphworm)

Trichuris vulpis (wiphworm) merupakan cacing nematoda yang tersebar luas di seluruh dunia. Cacing ini hidup di saluran pencernaan anjing terutama pada sekum dan usus besar. Selain anjing cacing ini juga terdapat pada srigala, rubah dan coyote. Klasifikasi dari Trichuris vulpis adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Animalia
Philum            : Nematelmintes
Klass               : Nematoda
Ordo                : Enoplida
Sub-ordo        : Trichurata
Super-family  : Trichuridea
Famili             : Trichuridae
Genus             : Trichuris
Spesies           : Trichuris vulpis

Krakteristik Trichuris vulpis (wiphworm)

1. Trichuris vulpis Dewasa

Cacing Trichuris spp. dewasa berwarna putih abu-abu. Secara morfologi berbentuk seperti cambuk sehingga cacing ini digolongkan sebagai whipworm. Cacing Trichuris spp jantan dan betina memiliki ukuran yang sama yaitu 4 – 7,5 cm. Bagian anterior cacing panjang dan langsing, sedangkan bagian posteriornya pendek dan tebal. Pada bagian ujung posterior cacing jantan yang melengkung terdapat spikulum tunggal yang dilindungi oleh selubung mirip preputium yang mengalami eveginasi bila spikulum ditonjolkan (Gambar 1). Spikulum ini dapat dijulurkan pada waktu melakukan perkawinan pada cacing betina yang berfungsi sebagai penyalur sperma pada caing betina. Pada ujung posterior cacing betina sedikit melengkung. Vulvanya dekat dengan batas antara bagian posterior dan anterior tubuh (perbatasan oesophagus dan usus). Trichuris spp memiliki oesophagus yang panjang. Pada daerah anterior oesophagus dikelilingi oleh deretan sel kelenjar yang dikenal sebagai stichosome sedangkan anus terdapat di bagian ujung (Gambar 2).

Cacing dewasa habitatnya berada di sekum anjing dan menempel pada mukosa sekum dan usus besar yang dapat menyebabkan peningkatan peristaltik usus dari inang. Cacing ini dapat menempel sampai ke bagian dalam dari usus yaitu pada bagian muskularis mukosa.

Spikulum pada Trichuris spp. JantanGambar 1 Spikulum pada Trichuris spp. jantan

Stichosome pada oesophagus Trichuris spp.Gambar 2 Stichosome pada oesophagus Trichuris spp.

2.  Telur Trichuris vulpis

Telur Trichuris vulpis berwarna coklat, berdinding tebal, berbentuk seperti gendang (barrel). Pada kedua ujung telur terdapat tutup (polar cap) yang berukuran 80 x 40 µ dan di dalam telur terdapat larva infektif. Telur akan infektif dalam waktu 2 – 4 minggu dalam kondisi normal. Telur infektif sangat resisten dan tetap hidup beberapa bulan atau tahun di tanah. Selain itu, telur Trichuris vulpis juga tahan terhadap perubahan lingkungan. Perkembangan telur akan optimal pada temperatur yang rendah yaitu 6 °C – 20 °C dan pertumbuhan telur berhubungan dengan kelembaban tanah dan temperatur.

Telur Trichuris vulpisGambar 3 Telur Trichuris vulpis

 

Sumber :

Levine ND. 1990. Parasitologi Veteriner. Yogyakarta : UGM Press.

Soulsbv, E J L. Helminths, Arthropods dan Protozoa of Domesticated Animal. Bailliere Tindall. London.

Subronto. 2006. Penyakit Infeksi dan Mikroba pada Anjing dan Kucing. Yogyakarta : UGM Press.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Ektoparasit yang Dapat Menyerang Kucing

Kucing dapat terinfeksi oleh agen penyakit terutama apabila tidak dipelihara dengan baik dan benar. Salah ...

error: Content is protected !!