Home » Klinik & bedah » Hidropasites akibat Congestive Heart Failure

Hidropasites akibat Congestive Heart Failure

Hidropascites atau disebut juga dengan asites merupakan akumulasi cairan transudat atau eksudat pada rongga abdomen diantara parietal dan viseral peritoneum. Asites dapat terjadinya disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya :

  1. Akibat dari Congestive Heart Failure (CHF) pada jantung kanan dan berhubungan dengan gangguan kembalinya darah ke vena
  2. Kehilangan plasma protein berhubungan dengan hilangnya protein dari ginjal atau penyakit gastrointestin (protein hilang pada penyakit nephrophaty atau enterophaty)
  3. Abstruksi vena cava atau vena portal serta hambatan pengaliran pembuluh limfatik
  4. Neoplastik yang berlebihan
  5. Peritonitis akibat infeksi atau inflamasi
  6. Ketidak seimbangan elektrolit terutama hipernatremia
  7. Sirosis hati

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu kondisi abnormalitas dari struktur atau fungsi dari jantung mengakibatkan terganggunya pemompaan darah ke seluruh tubuh. Penyebab terjadinya Congestive Heart Failure (CHF) diantaranya adalah :

  1. Kelemahan otot jantung sehingga ventrikel tidak mampu berkontraksi secara cukup kuat untuk memompa darah keluar. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh keracunan obat, jumlah darah atau oksigen darah yang tidak mencukupi, atrium atau ventrikel mengalami dilatasi, infeksi, peradangan atau aritmia.
  2. Volume darah yang berlebihan didalam jantung. Kondisi ini bisa karena robeknya katup jantung, katup mengalami degenerasi, peradangan pada katup jantung.
  3. Tekanan darah yang tinggi. Kondisi ini bisa juga disebabkan oleh cacing jantung (Heartworm).
  4. Menurunnya kemampuan kerja ventrikel, bisa diakibatkan oleh penyakit jantung, adanya cairan berlebih pada selaput jantung.

Pada kondisi Congestive Heart Failure (CHF) pada jantung kanan terjadi kelemahan/kegagalan jantung kanan untuk memompa darah ke arteri pulmonari (paru-paru) menyebabkan tersisanya sejumlah darah dalam ventrikel kanan. Sisa darah di ventrikel kanan menyebabkan terhambatnya masuk aliran darah dari vena cava (vena cava merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah vena dari berbagai organ tubuh) ke atrium kanan dan dilanjutkan ke ventrikel kanan. Akibat dari terhambatnya masuk aliran darah dari vena cava ke atrium kanan dan dilanjutkan ke ventrikel kanan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan hidrostatik pada vena cava sehingga terjadi perembesan cairan plasma darah dari pembuluh darah ke interstisium sehingga terjadi asites.

Gejala klinis dari asites diantaranya yaitu : pembesaran abdomen (Gambar 1), letargi, ketidaknyamanan pada abdomen ketika dipalpasi, dipsnea akibat dari pembesaran abdomen atau akibat efusi pleura, anoreksia, vormiting dan penambahan berat badan.

Terapi yang dapat diberikan untuk hidropasites diantaranya sebagai berikut:

  1. Pada pasien dengan gangguan hati atau CHF diberikan diuretik kombinasi dengan hidroklorotiazide (2-4 mg/kg PO) dan spironolakton (1-2 mg/kg PO), jika belum sembuh dapat diberikan furosemide (1-2 mg/kg PO) untuk pengganti tiazide dengan spironolakton tetap dilanjutkan.
  2. Pasien dengan hipoproteinemia, nephrotic sindrom dan akumulasi cairan asites selain terapi yang diatas juga ditambahkan dengan hetastarch (6% hetastarch dalam 0,9% NaCl).
  3. Terapi antibiotik sistemik jika ada infeksi bakteri.

Anjing yang mengalami hidropasitesGambar 1 Anjing yang mengalami hidropasites yang ditandai dengan terjadinya pembesaran abdomen

 

 

 

Sumber :

Bukowski JA dan Aiello SE. 2008. Congestive Heart Failure In Dog. http://www.webvet.com/main/article/id/218/med/1 [31 Oktober 2009].

Carlton WW dan McGavin MD. 1995. Special Veterinery Pathology. USA : Mosby.

Mahmud A. 2009. Congestive Heart Failure In Dog. http://drhamirmahmud.blogspot.com/2009/03/congestive-hear-failure-in-dog.html [31 Oktober 2009].

Tilley LP dan Smith FWK. 2005. The 5 Minute Veterinary Consult Canine and Feline Third Edition. Philadelphia : Lippincott Williams and Wilkins.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Apa Itu Insufisiensia Jantung?

Definisi insufisiensia secara umum adalah ketidakmampuan menjalankan fungsinya. Dalam hal ini, insufisiensi jantung adalah keadaan ...