Home » Kesmavet » Gejala Klinis dari Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus

Gejala Klinis dari Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus

Sampai dengan tanggal 30 April 2014, total jumlah kasus Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) yang dilaporkan terjadi di berbagai negara di dunia yaitu berjumlah 424 kasus dengan jumalah kematian sebanyak 131 orang. Negara yang terkena dampak dari kasus MERS-CoV yaitu: Timur Tengah termasuk Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir. Negara Eropa yang terkena dampak yaitu: Perancis, Jerman, Italia, Inggris ( UK ) dan Yunani serta di Afrika Utara yaitu Tunisia. Sedangkan negara Asia yang terkena dampak dari penyakit ini yaitu Malaysia dan Pilipina. Semua kasus yang dilaporkan di negara Eropa memiliki sejarah perjalanan ke Timur Tengah. Kisaran usia pasien yang terinfekai 2-94 tahun dan kasus kematian tercatat lebih tinggi pada laki-laki (52%) daripada wanita (24%). Sebanyak 47 kasus pertama di Arab Saudi 89% memerlukan manajemen dalam perawatan intensif dan 72% membutuhkan ventilasi mekanis. Pasien yang telah dikonfirmasi terinfeksi MERS-CoV menunjukkan gejala klinis mulai dari penyakit seperti influenza ringan sampai pneumonia yang parah disertai dengan kegagalan pernafasan dan kegagalan ginjal serta dapat mengakibatkan kematian. Tingkat kematian (CFR) dari penyakit ini mencapai 65% hal ini berbedah jauh dengan tingkat kematian dari SARS yaitu 7%.

Gejala klinis yang umum dari penyakit ini di antaranya: demam, batuk dan kesulitan bernafas, mialgia, mual, muntah dan diare. Sebuah kasus fatal yang ditularkan dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Jerman menunjukkan onset gejala klinis yang cepat berupa batuk non-productive kemudian diikuti dengan pneumonia dan thrombocytopaenia sampai hari ke-14 serta terjadi kegagalan ginjal. Banyak pasien yang terinfeksi MERS-CoV menderita kegagalan ginjal. Namun, penyebab dari kegagalan ginjal ini belum diketahui secara pasti, apakah akibat dari infeksi virus ini atau akibat efek samping dari agen antimikroba yang digunakan serta obat lainnya yang digunakan selama pengobatan atau dapat juga akibat kombinasi kedua faktor tersebut. Sebuah kluster kasus di rumah sakit Arab Saudi terpusat pada unit dialisis dengan 13 dari 25 pasien yang dirawat menunjukkan stadium akhir dari penyakit ginjal.

Sejumlah kasus asimptomatis dimana hanya menunjukkan gejala ringan telah meningkat akhir-akhir ini. Sebanyak 15 kasus dengan gejala ringan telah diidentifikasi melalui pelacakan kontak (contact tracing) pada bulan Juni dan Juli 2013, termasuk 4 petugas kesehatan di rumah sakit Arab Saudi. Sebanyak 2 dari 3 pasien Tunisia yang terinfeksi menunjukkan gejala yang ringan dan telah mengalami penyembuhan total. Sebanyak 46 kasus infeksi subklinis dari MERS-CoV telah dilaporkan di berbagai negara di dunia. Kasus infeksi MERS-CoV yang parah cenderung terjadi pada pasien yang berusia tua, sedangkan kasus infeksi ringan terjadi pada pasien berusia muda yang mengalami infeksi kontak. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada pasien yang mengalami diabetes, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung kronis, hipertensi, penyakit paru kronis, tumor ganas dan menerima transplantasi ginjal.

Hasil X-ray pada dada pasien yang terinfeksi MERS-CoV di Arab Saudi

Sumber: Zaki et al. 2012

Gambar 1 Hasil X-ray pada dada pasien yang terinfeksi MERS-CoV di Arab Saudi. (A) hari pertama pemeriksaan, (B) 2 hari kemudian

Sumber:

Abdel-Moneim AS. 2014. Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV): evidence and speculations. Arch Virol: 16 Januari 2014.

Assiri A, Al-Tawfiq JA, Al-Rabeeah AA, Al-Rabiah FA, Al-Hajjar S, Al-Barrak A, Flemban H, Al-Nassir WN, Balkhy HH, Al-Hakeem RF, Makhdoom HQ, Zumla AI, Memish ZA. 2013. Epidemiological,demographic, and clinical characteristics of 47 cases of Middle East respiratory syndrome coronavirus disease from Saudi Arabia: a descriptive study. Lancet Infect Dis 13: 752-761.

Drosten C, Seilmaier M, Corman VM, Hartmann W, Scheible G, Sack S, Guggemos W, Kallies R, Muth D, Junglen S, Mu¨ller MA, Haas W, Guberina H, Ro¨hnisch T, Schmid-Wendtner M, Aldabbagh S, Dittmer U, Gold H, Graf P, Bonin F, Rambaut A, Wendtner CM. 2013. Clinical features and virological analysis of a case of Middle East respiratory syndrome coronavirus infection. Lancet Infect 13: 745-751.

[ECDC] European Center for Disease Prevention and Control. 2014. Epidemiological update: Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV). http://www.ecdc.europa.eu[13 Mei 2014].

Guery B, Poissy J, el Mansouf L, Se´journe´ C, Ettahar N, Lemaire X, Vuotto F, Goffard A, Behillil S, Enouf V, Caro V, Mailles A, Che D, Manuguerra JC, Mathieu D, Fontanet A, van der Werf S, group M-Cs. 2013. Clinical features and viral diagnosis of two cases of infection with Middle East respiratory syndrome coronavirus: a report of nosocomial transmission. Lancet 381: 2265–2272.

Lim PL, Lee TH, Rowe EK. 2013. Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV): update 2013. Curr Infect Dis Rep. DOI 10.1007/s11908-013-0344-2.

Zaki AM, van Boheemen S, Bestebroer TM, Osterhaus ADME, Fouchier RAM. 2012. Isolation of a Novel Coronavirus from a Man with Pneumonia in Saudi Arabia. N Engl J Med 367 (19): 1814-1820.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Cara Membedakan Kucing yang Terinfeksi Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

Feline viral rhinotracheitis (FVR) dan feline calicivirus (FCV) disebut juga penyakit flu kucing (cat flu). ...

error: Content is protected !!