Home » Kesmavet » Gejala klinis dari Infeksi Pseudomonas aeruginosa

Gejala klinis dari Infeksi Pseudomonas aeruginosa

 

Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen oportunistik dan dapat menyebabkan penyakit jika terjadi penurunan sistem pertahanan tubuh. Artikel berikut akan membahas mengenai gejala klinis dari infeksi Pseudomonas aeruginosa. Pseudomonas aeruginosa menimbulkan infeksi pada luka dan luka bakar terutama dengan nanah hijau kebiruan disebabkan pigmen piosianin, meningitis terjadi apabila masuk lewat punksi lumbal dan infeksi saluran kemih apabila masuk bersama kateter dan peralatan lain atau dalam larutan untuk irigasi. Keterlibatan saluran pernafasan terutama dari respirator yang terkontaminasi mengakibatkan pneumonia yang disertai nekrosis. Bakteri ini sering ditemukan pada perenang dengan otitis ekterna yang ringan serta dapat menyebabkan otitis ekterna invasif (malignan) pada penderita diabetes. Infeksi pada mata yang dengan cepat menyebabkan kerusakan mata, hal ini sering terjadi setelah cidera atau pembedahan.

Bayi atau orang dengan imunitas yang lemah dapat menyerang aliran darah dan mengakibatkan sepsis yang fatal. Biasanya terjadi pada penderita leukemia atau limfoma yang mendapat pengobatan antineoplastik atau terapi radiasi serta pada penderita luka bakar berat.  Pada sebagian besar infeksi, gejala dan tanda-tanda tidak spesifik dan berkaitan dengan organ yang terlibat. Kadang- kadang verdoglobin (suatu produk pemecahan haemoglobin) atau pigmen yang berfluoresen dapat dideteksi pada luka, luka bakar atau urin dengan penyinaran fluoresen ultraviolet. Nekrosis hemoragik pada kulit sering terjadi pada sepsis akibat P. aeruginosa. Lesi yang disebut ektima gangrenosum dikelilingi oleh eritema dan sering tidak berisi nanah. P. aeruginosa dapat dilihat pada spesimen pada lesi ektima yang diberi pewarnaan gram dan biakannya positif.

gejala klinis p.aeriginosa

Gambar 1 Gejala klinis dari infeksi Pseudomonas aeruginosa : luka dengan nanah hijau kebiruan (kiri), ektima gangrenosum (kanan)

Suatu studi di Kanada membuktikan P. aeruginosa sebagai penyebab berjangkitnya folikulitis yang berhubungan dengan penggunaan kolam renang, sauna serta kolam hidroterapi. Pada penderita yang kebanyakan pada anak-anak dapat dijumpai pruritus folikular, makulopapular, vesikular atau lesi pustular di setiap bagian tubuh yang terendam dengan air. Pada anak yang terinfeksi setelah menggunakan kolam renang umum yang terkontaminasi, 10 – 40 jam kemudian dapat dijumpai nyeri hebat di telapak kaki dan diikuti bengkak, kemerahan dan rasa panas. Gejala paling berat berupa demam (37.7 – 38.8 °C), malaise dan rasa mual. Kumpulan gejala akut ini disebut pseudomonas hot foot syndrome.

 

 

 

Sumber :

Fiorillo R, Zucker M, Sawyer D, Lin AN. 2001. The Pseudomonas Hot Foot Syndrome. Engl J Med 345: 335-338.

Melnick J and Adelberg’s. 2007. Medical Microbiology. Ed ke-24. New York: The McGraw-Hill Medical.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Apa Itu Leptospirosis dan Bahayanya Terhadap Hewan

Apa itu Leptospirosis dan agen penyebabnya? Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. ...