Home » Klinik & bedah » Gejala Klinis dan Patogenesis Pyometra

Gejala Klinis dan Patogenesis Pyometra

Gejala Klinis Pyometra

Gejala klinis yang terlihat pada hewan yang mengalami pyometra yaitu sebagai berikut:

  1. Penurunan nafsu makan (anoreksia)
  2. Depresi
  3. Polidipsi
  4. Poliuria
  5. Kelemahan
  6. Mengalami distensi (ketegangan) abdominal dengan atau tanpa discharge yang keluar dari vagina. Discharge dapat bersifat purulen, sanguinopurulen (mirip dengan sup tomat), mukoid atau hemoragi akut.
  7. Gambaran hasil darah (laboratorium) akan tampak peningkatan jumlah sel darah putih dan azotemia prerenal yang muncul bersamaan dengan dehidrasi (hiperproteinemia dan hiperglobulinemia)

Sumber: http://www.enpevet.de

Gambar 1 Pyometra pada anjing yang ditendai keluar discharge purulen dari vagina

Baca juga mengenai: Pyometra dan Penyebab Terjadinya pada Hewan

 

Patogenesis Pyometra

Mekanisme terjadinya pyometra dapat terjadi akibat gangguan hormonal dan disertai infeksi bakteri pada daerah kelamin betina. Bakteri yang umum menginfeksi adalah Staphylococcus sp, Streptococcus sp. Klebsiela sp, Alkaligenes fecalis, Pasteurella sp dan Pseudomonas sp. Pada kasus pyometra, hormon yang mempengaruhi adalah hormon progesteron dan estrogen. Gangguan hormonal berupa exposure estrogen yang tinggi dan diikuti dengan tingginya progesteron yang berlangsung secara berulang-ulang tanpa adanya kebuntingan maka akan menyebabkan terjadinya Cystic Endometrial Hiperplasi (pembentukan kista pada uterus). Pyometra akibat infeksi bakteri sering terjadi pada saat hewan mengalami menstruasi dimana pada saat ini cairan yang dikeluarkan merupakan media yang baik untuk perkembangbiakan bakteri sehingga saat servik terbuka bakteri akan mudah untuk masuk.

Patogenesa dari pyometra adalah ketika diberikan injeksi progesteron untuk mencegah birahi dapat menyebabkan terjadinya dominasi kadar progesteron. Akibat dari dominasi progesteron menyebabkan penebalan mukosa uterus, peningkatan sekresi lendir (mukus) di uterus dan menghambat atau penurunan kontraksi myometrium.  Penurunan kontraksi myometrium dan sekresi lendir di uterus meningkat meyebabkan uterus mengalami kesulitan untuk mengeluarkan lendir. Kesulitan pengeluaran lendir oleh uterus meyebabkan bakteri yang terdapat di dalam vagina mudah untuk sampai ke dalam uterus. Bakteri yang masuk ke dalam uterus akan bersatu dengan lendir yang terdapat di dalam uterus. Lendir tersebut merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya akumulasi nanah di dalam uterus.

Secara klinis hewan yang mengalami pyometra akan tampak abdomennya membesar, discharge purulen dari vagina, poliuria, polidipsi dan respon sistemik lainnya seperti demam, anoreksia, kehausan dan vomitus. Pyometra menyebabkan peningkatan jumlah sel darah putih terutam eosinofil dan limfosit, atau disertai dengan ulcerasi endometrium dan perdarahan, sehingga nilai Hb, PCV dan RBC turun. Selain itu juga akan terjadi peningkatan pulsus dengan ritme yang cepat, mukosa membran pucat dan lethargi. Terjadi pula dilatasi cornua uteri karena berisi cairan pus berwarna kecoklatan atau kuning keabuan.

Baca juga mengenai: Apa Itu Distokia?

 

 

Sumber:

Morgan RV. 1988. Handbook of Small Animal Practice. Churchill Livingstone Inc. New York Edinburgh London Melbourne.

Rao PR. 1983. The Reproductive System. A Revision in Veterinary Pathology. Edisi ke-6. CBS Publisher. England. Pp 435.

Tilley LP and Francis WKS. 1997. The 5 Minute Veterinary Consult, Canine and Feline. Wiliams & Wilkins. Baltimore. USA.

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Diagnosa dan Pengobatan Pyometra

Diagnosa Pyometra Stadium awal dari pyometra biasanya gejala klinis belum terlihat dengan jelas, sehingga pada ...

error: Content is protected !!