Home » Klinik & bedah » Gejala Klinis dan Diagnosa Feline Lower Urinary Tract Disease

Gejala Klinis dan Diagnosa Feline Lower Urinary Tract Disease

Gejala klinis

Manifestasi klinis awal pada kucing yang menderita Feline lower urinary tract disease (FLUTD) merupakan hasil dari iritasi yang disebabkan oleh kristal yang terbentuk di dalam vesika urinaria atau uretra kucing. Biasanya kucing yang menderita Feline lower urinary tract disease (FLUTD) akan menunjukkan gejala klinis sebagai berikut:

  1. Kesulitan urinasi (disuria). Biasanya urinasi dalam waktu yang lama dengan hanya mengeluarkan urin dalam jumlah sangat sedikit dan kucing merejan saat buang air kecil (kadang disertai suara tangisan) (Gambar 1)
  2. Peningkatan frekuensi urinasi (pollakisuria)
  3. Kucing sering buang air kecil tidak pada tempatnya
  4. Sering menjilat daerah genital (Gambar 2)
  5. Kadang-kadang terdapat darah pada urin (haematuria)
  6. Urin berbau busuk dan keruh
  7. Kucing tidak nafsu makan
  8. Pada keadaan yang lebih serius, dimana terjadi obstruksi pada saluran urinari komplit yang biasanya terjadi pada kucing jantan dapat mengakibatkan kucing tidak dapat urinasi. Selain itu juga menunjukkan gejala muntah, kelemahan, serta perut yang menegang dan sakit.

Karakteristik dari Feline lower urinary tract disease (FLUTD) ditandai dengan pembentukan kristal (paling sering struvite) di dalam vesika urinaria atau uretra kucing. Kristal tersebut akan menyebabkan inflamasi, perdarahan pada vesika urinaria atau uretra dan beberapa kasus dapat mengakibatkan obstruksi pada saluran urinari sehingga aliran urin keluar terhambat. Hal ini akan menimbulkan komplikasi dan dapat menyebabkan kematian pada kucing apabila tidak cepat ditangani.

Akumulasi kristal mineral pada saluran urinari yang terjadi pada kasus FLUTD dapat menimbulkan berbagai manifestasi penyakit di antaranya yaitu:

  • Peradangan pada vesika urinaria (cystitis) akibat iritasi dari kristal pada dinding vesika urinaria
  • Urolithiasis yaitu pembentukan batu pada vesika urinaria
  • Pembentukan sumbat pada uretra berupa pasir kristal mineral (blokade uretra)
  • Uremia yaitu akumulasi zat kimia yang beracun (ureum) pada aliran darah ketika blokade pada uretra. Pada beberapa keadaan urin yang tertahan dalam vesika urinaria dapat berbalik mengalir ke ginjal yang menyebabkan kematian akibat gagal ginjal akut atau cystitis parah. Selain itu, kematian juga dapat terjadi karena toksin menyebar melalui aliran darah yang dapat mengakibatkan terjadinya sepsis.
Posisi tubuh kucing saat urinasi pada kasus (FLUTD) (kiri) dibandingkan dengan posisi urinasi normal (kanan)

Sumber: www.macarthurvet.com

Gambar 1 Posisi tubuh kucing saat urinasi pada kasus (FLUTD) (kiri) dibandingkan dengan posisi urinasi normal (kanan)

Kucing sering menjilat daerah genital

Sumber: www.macarthurvet.com

Gambar 2 Kucing sering menjilat daerah genital

Diagnosa

Diagnosa FLUTD didasarkan pada gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan urinalisis. Pada kasus yang sudah parah dapat dipalpasi pembesaran dan rasa sakit pada vesika urinaria. Jika diduga terjadi infeksi pada vesika urinaria, maka kultur urin dapat dilakukan. Kucing yang mengalami obstruksi saluran urinaria memiliki tingkat enzim ginjal yang tinggi (blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin) dalam darah. Berikut ini beberapa pengujian yang perlu dilakukan untuk mendiagnosa FLUTD yaitu sebagai berikut:

  1. Pengujian darah
    Perhitungan sel darah lengkap (complete blood cell count/CBC) dan kimia darah/kimia dalam serum (serum chemistries)
  2. Urinalisis lengkap
  3. Kultur urine dan tes sensitivitas antibiotik
  4. Radiografi abdomen (X-ray)
  5. Ultrasonografi (USG) abdomen
  6. Cystoscopy atau pemeriksaan endoskopik pada uretra dan vesika urinaria
  7. Biopsi vesika urinaria

Hasil X-ray bagian abdomen kucing yang menderita FLUTDGambar 3 Hasil X-ray bagian abdomen kucing yang menderita FLUTD dimana terlihat pembesaran pada vesika urinaria (kiri) karena tidak dapat urinasi dan dibandingkan dengan hasil x-ray kucing yang normal (kanan)

 

 

Sumber:

Ettinger SJ dan Feldman EC. 1995. Textbook of Veterinary Internal Medicine Volume 2. W.B Sounders Company. Philadelphia.

Pinney CC. 2009. Feline Lower Urinary Tract Disease. http://maxshouse.com/ feline_urological_syndrome_fus.htm [7 Juli 2014].

Ward EE. 2014. What causes cat urinary problems?. http://mypeted.com/pet-health/articles/cat-urinary-problems/ [7 Juli 2014].

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Cystitis pada Sapi

Apa Itu Cystitis? Cystitis pada sapi merupakan sebuah peradangan pada saluran urinasi sapi yang dapat ...

error: Content is protected !!