Home » Kesmavet » Gejala Klinis Avian Influenza

Gejala Klinis Avian Influenza

virus influenza
Pada ayam, masa inkubasi virus AI yaitu beberapa jam sampai dengan 3 hari dalam satu individu dan 14 hari dalam satu flok. Hal ini tergantung pada barbagai faktor antara lain jumlah dan patogenitas virus yang menginfeksi, jenis spesies yang terinfeksi dan kemampuan deteksi gejala klinis.

Gejala klinis yang bisa dikenali pada unggas penderita AI antara lain jengger dan kulit yang tidak berbulu berwarna biru (sianosis). Gambaran patologi pada beberapa kasus unggas yang mati mendadak tanpa gejala klinis terjadi abnormalitas pada sistim pernapasan, pencernaan dan syaraf serta reproduksi. Pada gejala awal ditemukan tidak adanya nafsu makan, lemah, penurunan produksi telur, gangguan pernapasan berupa batuk, bersin, menjulurkan leher, hiperlakrimasi (leleran mata berlebih) dan bulu kusam. Terlihat pembengkakan (edema) pada muka dan kaki, adanya kemerahan pada kaki seperti bekas kerokan serta gejala diare sering juga ditemukan. Gejala-gejala tersebut bisa muncul secara sendiri atau gabungan.

Pada manusia masa inkubasi virus AI sekitar 2 – 4 hari setelah terinfeksi, namun berdasarkan hasil laporan belakangan ini masa inkubasinya bisa mencapai antara 4 – 8 hari. Sebagian besar pasien memperlihatkan gejala awal berupa demam tinggi (biasanya lebih dari 38 °C) dan gejala flu serta kelainan saluran pernafasan. Gejala lain yang dapat muncul adalah diare, muntah, sakit perut, sakit pada dada, hipotensi dan juga dapat terjadi perdarahan dari hidung dan gusi. Gejala sesak nafas mulai terjadi setelah 1 minggu berikutnya. Gejala klinik dapat memburuk dengan cepat yang biasanya ditandai dengan pneumonia berat, dyspnea, tachypnea. Kematian dan komplikasi biasanya disebabkan oleh kegagalan pernafasan, acute respiratory distress syndrome (ARDS), ventilator-associated pneumonia, pulmonary hemorrhage, pneumothorax, pancytopenia, Reye’s syndrome, gejala sepsis dan bakteremia.

 

Sumber :

Radji M. 2006. Avian Influenza A (H5N1): Patogen, Pencegahan dan Penyebaran pada Manusia. Majalah Ilmu Kefarmasian 3(2): 55-65

Yudhastuti R dan Sudarmaji. 2006. Mengenal Flu Burung dan Bagaimana Kita Menyikapinya. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2(2): 183-194.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Cara Membedakan Kucing yang Terinfeksi Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

Feline viral rhinotracheitis (FVR) dan feline calicivirus (FCV) disebut juga penyakit flu kucing (cat flu). ...