Home » Klinik & bedah » Foot Rot atau Panaritium pada Sapi

Foot Rot atau Panaritium pada Sapi

Apa itu foot rot atau panaritium?

Secara umum, foot rot atau panaritium pada sapi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan berbagai penyakit yang terjadi pada kaki sapi. Secara khusus foot rot merupakan infeksi nekrotik subakut atau akut yang berasal dari lesio pada kulit interdigitalis yang mengakibatkan terjadinya selulitis pada daerah digit.

Kerusakan pada kulit interdigitalis atau kuku menyediakan port de entry bagi infeksi. Luka terbuka, memar, tusukan benda asing atau abrasi pada kulit dapat menjadi sarana infeksi bagi bakteri. Pelunakan kulit oleh air, feses, dan urin dapat menjadi predisposisi bagi kerusakan kulit. Selain itu, kuku yang terlalu panjang juga dapat menyebabkan foot rot karena terdapat banyak tempat dimana kotoran dapat terdeposit. Foot rot disebabkan oleh bakteri Fusobacterium necrophorum dan Bacteriodes melaninogenicus yang masuk ke jaringan interdigital melalui luka pada kulit. Bakteri ini tersebar luas di lingkungan kandang, khususnya dalam feses dan lumpur di sekitar kandang. Organisme lain yang mungkin terlibat adalah Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan juga Actinomyces pyogenes.

 

Gejala Klinis foot rot atau panaritium

Gejala klinis utama penyakit ini adalah adanya rasa sakit, kepincangan, demam, anoreksia, menurunnya keadaan umum dan penurunan produksi susu. Gejala klinis yang terlihat pertama kali dari foot rot selama masa inkubasi, yaitu lima sampai tujuh hari adalah adanya kepincangan, kebengkakan pada jaringan kulit interdigit. Bila dibiarkan jaringan interdigit akan mengalami nekrosa dan menimbulkan bau yang busuk dan mengandung sedikit eksudat. Jika penyakit semakin berlanjut bisa terjadi kebengkakan pada navicular bone, coffin joint, coffin bone dan tendons. Kejadian penyakit ini dapat menyebabkan hewan mengalami penurunan berat badan dan produksi susu. Penurunan produksi susu ini dapat menetap selama masa laktasi yang sedang berlangsung.

foot-rot

Sumber: http://www.nddb.org

Gambar 1 Foot rot atau panaritium pada sapi

Baca juga mengenai: Penyebab Laminitis pada Sapi

 

Pengobatan foot rot atau panaritium

Pengobatan yang dianjurkan adalah aplikasi antibiotik secara lokal dan parenteral seperti procaine penicillin (20.000 IU/lb/hari IM), long-acting oxytetrasiklin (9 mg/lb) dan preparat sulfa seperti sulfadimethoxine (25 mg/lb pertama-tama dilanjutkan dengan 12,5 mg/lb/hari). Sapi yang sedang dalam masa pengobatan sebaiknya ditempatkan pada permukaan yang kering. Kuku yang sedang diobati harus selalu dijaga kebersihan dan kekeringannya. Foot rot sebenarnya dapat dicegah karena banyak kejadian foot rot dapat dihindari dengan pembersihan kandang secara teratur dan drainasi kandang yang baik. Hal ini menyebabkan kuku terhindar dari kontak yang terus menerus dengan air.

Baca juga mengenai: Gejala Klinis, Diagnosa, Pencegahan dan Terapi Laminitis pada Sapi

 

 

 

 

Sumber :

Aiello et al. 2000. The Merck Veterinary Manual.  Edisi ke-8. Whitehouse station. USA.

Lincoln SD. 2006. Infectious Footrot of Cattle. http://www.iowabeefcenter.org /pdfs/bch/03225.pdf [26 Desember 2009].

Maas J. 2006. Footrot. http://www.vetmed.ucdavis.edu/vetext/INF-BE_cca/INF-BE_cca9506.html [26 Desember 2009].

Meyerholz GW. 2006. Foot Rot in Cattle. http://edis.ifas.ufl.edu/VM068 [26 Desember 2009].

Popp J. 2006. Footrot in Cattle – Causes, Prevention and Treatment. http://www. gov.mb.ca/agriculture/livestock/beef/baa16s00.html [26 Desember 2009].

Whittier WD. 1999. Foot Rot in Cattle. http://www.ext.vt.edu/news/periodicals/ livestock/aps-99_01/aps-0005.html [26 Desember 2009].

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Pododermatitis pada Sapi

Pododermatitis adalah peradangan dan infeksi pada jaringan di antara kuku, sekitar daerah coronaria dan di ...

error: Content is protected !!