Home » Reproduksi » Faktor Penyebab Abortus

Faktor Penyebab Abortus

Kejadian abortus berdasarkan etiologinya diklasifikasikan menjadi dua. Adapun faktor penyebab abortus yaitu sebagai berikut: abortus yang diakibatkan oleh faktor non-infeksius dan faktor infeksius. Aborsi yang bersifat non-infeksius dapat diakibatkan oleh faktor-faktor berikut ini antara lain: kimiawi dan toksin (nitrat, naphtalene, arsen), hormonal (estrogen atau glukokortikoid tinggi, defisiensi progesterone), nutrisi (kelaparan, malnutrisi, defisiensi vitamin A, E, selenium zat besi, dan iodine), genetik (anomali fetal), gangguan fisik (inseminasi pada uterus bunting, stress akibat transport, demam atau pembedahan), dan lain-lain (kembar, alergi, anaphylaxis). Abortus yang bersifat infeksius dapat disebabakan oleh faktor-faktor berikut ini:

  1. Infeksi bakteri seperti : Bruselosis yang disebabkan oleh Brucella abortus, Leptospirosis yang disebabkan oleh Spiro chaeta, Vibriosis yang disebabkan oleh Vibrio foetus veneralis, Campylobacteriosis yang disebabkan oleh C. fetus and C. jejuni, listeriosis yang disebabkan oleh Listeria monocytogenes.
  2. Infeksi viral diantaranya : Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), Epizootic Bovine Abortion (EBA), Bovine Viral Diarrhea (BVD), Equine herpesvirus (EHV) (Gambar 1), Equine viral arteritis (EVA).
  3. Abortus karena mikotik diantaranya : Aspergillus spp., Candida spp..
  4. Abortus karena protozoa diantaranya : trichomoniasis yang disebabkan oleh Trichomonas foetus, toxoplasmosis yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.
Fetus kuda yang mengalami aborsi akibat infeksi Equine herpesvirus type 1

Sumber: http://www2.ca.uky.edu/gluck/biblioehv1.asp

Gambar 1 Fetus kuda yang mengalami aborsi akibat infeksi Equine herpesvirus type 1 (EHV-1)

Kejadian abortus yang berkaitan dengan genetik hewan sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Sebagian besar gen letal dapat mengakibatkan kematian embrio dini. Faktor non-infeksius yang dapat mengakibatkan abortus seperti stress panas (heat stress) dapat menyebabkan hipotensi, hipoksia dan asidosis fetus. Temperatur induk yang tinggi pada kondisi pyrexia lebih mempengaruhi fetus dibandingkan suhu lingkungan yang tinggi. Faktor lainnya adalah trauma dan toksin. Beberapa toxin yang dapat mengakibatkan aborsi diantaranya adalah toksin dari Ponderosa pine needles yang mengakibatkan kematian setelah terjadi pendarahan hebat. Toksin ini diduga bersifat estrogenik. Toksin lainnya diantaranya adalah Oxytropis atau Astragalus sp. yang mengandung alkaloid indolizidine yang dapat mempengaruhi corpus luteum, chorioalantois dan syaraf sehingga mengakibatkan abortus atau deformitas fetus. Tanaman lain yang bersifat toksin yang menyebabkan abortus diantaranya Gutierrezia microcephala yang dapat bersiat seperti coumarin dari racun tikus. Mycotoxin yang bersifat estrogenic juga dapat mengakibatkan abortus.

Abortus dapat menyebabkan kerusakan selaput fetus, endometrium, frekuensi retensio secundiane dan sterilitas sesudah abortus. Secara ekonomi, abortus merupakan salah satu masalah besar bagi peternak karena kehilangan fetus dan dapat juga diikuti dengan penyakit pada uterus serta sterilitas untuk waktu yang lama. Apabila abortus disebabkan oleh agen yang menular dapat mengancam kesehatan semua hewan betina di dalam kelompoknya.

 

Sumber :

Aiello et al. 2000. The Merck Veterinary Manual. Edisi ke-8. USA : Whitehouse station.

Anonim. 2014. Diseases of the horse caused by Equine Herpesvirus Type 1 (EHV-1). http://www2.ca.uky.edu/gluck/biblioehv1.asp [27 Maret 2014].

Hafez ESE, Hafez B. 2000. Reproduction in Farm Animals 7th ed. Philadelphia : Lippincotts Williams and Wilkins.

Manan D. 2002. Ilmu Kebidanan pada Ternak. Proyek Peningkatan Penelitian Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional.

Noakes DE, Parkinson TJ, England GCW. 2001. Arthur’s Veterinary Reproduction and Obstetrics. London: W.B. Saunders.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Pengobatan dan Pencegahan Terhadap Infeksi Pseudomonas aeruginosa

  Pseudomonas aeruginosa merupakan flora normal pada tubuh dan tidak akan menimbulkan penyakit selama pertahanan ...

error: Content is protected !!