Home » Farmakologi » Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Resistensi Obat

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Resistensi Obat

Faktor terjadi resistensi obat2
Obat antimikroba yang digunakan untuk terapi penyakit infeksi pada pasien dapat mengalami resistensi. Bahkan akhir-akhir ini banyak kasus resistensi obat pada pasien telah dilaporkan. Mikroba dapat dikatakan resisten terhadap obat antimikroba apabila konsentrasi hambat minimum in vitro lebih tinggi dari pada kadar di jaringan atau serum tertinggi in vivo yang dapat dicapai, dengan kata lain mikroba dikatakan resisten apabila pertumbuhannya tidak dapat dihambat oleh obat antimikroba pada kadar maksimum yang dapat ditolerir oleh tubuh. Mikroba yang secara normal memberikan respon terhadap obat tertentu dapat juga menyebabkan berkembangnya strain yang resisten. Banyak mikroba yang telah beradaptasi melalui mutasi spontan atau membutuhkan resistensi dan seleksi serta berkembang menjadi strain yang lebih ganas dan kebanyakan dari mikroba ini resisten terhadap obat antimikroba multipel.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya resistensi obat adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan obat antimikroba yang terlalu sering
    Antibiotik yang terlalu sering digunakan biasanya akan berkurang efektivitasnya.
  2. Penggunaan obat antimikroba yang irasional
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat antimikroba yang irasional seperti suatu keadaan penyakit yang tidak membutuhkan terapi antimikroba malah dipaksakan untuk menggunakannya, hal ini merupkan faktor penting yang memudahkan berkembangnya resistensi pada mikroba.
  3. Penggunaan obat antimikroba baru yang berlebihan
    Contoh obat antimikroba yang relatif cepat kehilangan efektifitasnya setelah dipasarkan yaitu siprofloksasin dan kotrimoksazol.
  4. Penggunaan obat antimikroba untuk jangka waktu lama
    Penggunaan obat antimikroba dalam jangka waktu lama memberikan peluang pertumbuhan mikroba yang lebih resisten (first step mutant).
  5. Penggunaan obat antimikroba untuk ternak yang tidak tepat
    Hampir separoh dari produksi antibiotik di dunia digunakan untuk suplemen pada pakan ternak. Kadar antimikroba terutama antibiotik dengan kadar rendah pada ternak memudahkan untuk tumbuhnya mikroba resisten. Contoh mikroba yang telah resisten yaitu vancomycin-resisten enterococci, Campylobacter dan Salmonella spp.
  6. Faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya resistensi yaitu kemudahan transportasi modern, perilaku seksual, sanitasi yang buruk dan kondisi perumahan yang tidak memenuhi syarat.

 

Sumber:

Gunawan SG, Nafrialdi RS, Elysabeth. 2007. Farmakologi dan Terapi. Edisi ke-5. Jakarta: Departeman Farmakologi dan Terapeutik FK-UI.

Mutschler E. 1991. Dinamika Obat Farmakologi dan Toksikologi. Edisi ke-5. Bandung: ITB.

Mycek MJ, Harvey RA, Champe PC, Fisher BD. 2001. Farmakologi Ulasan Bergambar. Edisi ke-2. Jakarta: Widya Medika.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Mekanisme Kerja Antimikroba

Antimikroba memiliki berbagai macam mekanisme kerja terhadap mikroorganisme. Berdasarkan mekanisme kerjanya, antimikroba dibagi menjadi lima ...