Home » Kesmavet » Epidemiologi Demam Berdarah Dengue

Epidemiologi Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue (DBD) diyakini merupakan salah satu penyakit yang sudah ada lama di dunia. Jejak rekam mengenai penyakit dengan gejala yang serupa telah ditemukan di ensiklopedia medis dari Cina tahun 992. Seiiring dengan perkembangan global dibidang pelayaran dan industri pengiriman barang melalui laut pada abad ke-18 dan 19, kota-kota pelabuhan bertambah dengan pesat dan menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan nyamuk vektor bagi penyakit DBD. Epidemi DBD pertama kali diakui terjadi hampir bersamaan di Asia, Afrika, dan Amerika Utara pada 1780-an, tidak lama setelah identifikasi dan penamaan penyakit pada tahun 1779. Nyamuk dan virus yang berperan dalam penyakit ini terus menyebar ke berbagai daerah baru dan telah menyebabkan banyak epidemi di seluruh dunia.

Asia Tenggara mulai muncul kasus DBD pada tahun 1953 di Filipina kemudian disusul negara Thailand dan Vietnam. Pada dekade enam puluhan, penyakit ini mulai menyebar ke negara-negara Asia Tenggara lainnya antara lain Singapura, Malaysia, Srilanka dan Indonesia. Pada dekade tujuh puluhan, penyakit ini menyerang kawasan pasifik termasuk kepulauan Polinesia. Sekitar 2,5 milyar orang (2/5 penduduk dunia) mempunyai risiko untuk terkena infeksi virus dengue. Lebih dari 100 negara tropis dan subtropis pernah mengalami letusan demam berdarah dengue, lebih kurang 500.000 kasus setiap tahun dirawat di rumah sakit dengan ribuan orang diantaranya meninggal dunia. Penyakit DBD biasanya terjadi pada daerah yang beriklim tropis, tetapi sekarang telah menyebar sampai ke daerah yang beriklim sedang. Banyak yang menganggap DBD merupakan penyakit paling penting di dunia yang ditularkan oleh serangga karena penyebarannya yang cepat, komplikasi yang semakin serius dan menyebabkan kematian.

Penyebaran infeksi virus dengue di dunia

Gambar 1. Penyebaran infeksi virus dengue di dunia

 

 

 

Sumber :

Depkes RI. 2007. Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Degue di Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

Gubler DJ. 2006. Dengue/Dengue Haemorrhagic Fever: History and Current Status. Novartis Found Symp 277: 3-16.

Knowlton K, Solomon G, Ellman MR. 2009. Mosquito-Borne Dengue Fever Threat Spreading in The Americas. New York: NRDC Issue Paper.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Cara Membedakan Kucing yang Terinfeksi Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

Feline viral rhinotracheitis (FVR) dan feline calicivirus (FCV) disebut juga penyakit flu kucing (cat flu). ...

error: Content is protected !!