Home » Kesmavet » Diagnosis dan Pengobatan Anthrax

Diagnosis dan Pengobatan Anthrax

gejala anthrax
Artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai diagnosis dan pengobatan anthrax. Masing-masingnya akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Diagnosis
Diagnosis anthrax berdasarkan gejala klinis sulit untuk ditentukan. Pada anthrax perakut adanya kematian mendadak pada hewan bisa dikacaukan dengan kejadian keracunan. Diagnosis berdasarkan gejala klinis yang terlihat harus dikonfirmasikan dengan pemeriksaan secara laboratorium. Teknik pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium dapat berupa :

a. Pemeriksaan mikroskopis sediaan ulas darah perifer
Uji ini merupakan cara yang sederhana dan tepat apabila hewan masih dalam keadaan sakit atau baru saja mati dan selama belum terjadi pembusukan. Bakteri berbentuk batang besar, gram positif, biasanya tersusun tunggal, berpasangan atau berantai pendek dan tidak terdapat spora. Pewarnaan Gram dan Giemsa tidak dapat mendeteksi kapsul. Kapsul dapat dideteksi dengan pewarnaan polychrome methylene blue. Pada pewarnaan ini, kapsul terlihat berwarna pink sementara sel bacillus terlihat berwarna biru tua. Sel-selnya terlihat berpasang-pasangan atau rangkaian pendek

b. Pembiakan dan identifikasi B. anthracis
Pembiakan B. anthracis dapat menggunakan media 5 – 7% Sheep Blood Agar atau Horse Blood Agar yang merupakan medium diagnostik pilihan meskipun mampu tumbuh pada semua tipe Nutrient Agar. Selanjutnya dilakukan identifikasi B. anthracis yang dapat diikuti dengan uji untuk diagnosa phage gamma dan kerentanan terhadap penicillin dan induksi kapsul. Uji ada tidaknya motility merupakan uji tambahan yang dapat dilakukan.

c. Konfirmasi virulensi dengan polymerase chain reaction (PCR)
Teknik PCR mulai digunakan secara luas untuk mendeteksi adanya gen faktor virulensi (kapsul dan toksin PA). Jadi dalam hal ini dapat dipastikan suatu isolat adalah virulen atau tidak. Metode ini relatif cepat dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.

d. Pemeriksaan serologik
Pemeriksaan serologi dapat dilakukan dengan beberapa uji diantaranya : uji presipitasi Ascoli yang sangat berguna untuk menentukan jaringan tercemar anthrax, enzyme linked immunosorbent assay (ELIZA) untuk deteksi antibodi, uji hipersensitivitas (Anthraxin) sebagai refleksi adanya cell-mediated immunity.

2. Pengobatan
Hewan akan sembuh jika diobati secara dini dengan penisilin. Pengobatan terdiri dari pemberian sodium benzil penisilin secara intravena dengan dosis 12.000 – 17.000 unit/kg berat badan dan diikuti dengan pemberian amoksisilin intramuskular.

Anthrax tipe kulit pada manusia dapat diobati dengan prokain penisilin 1 juta unit secara intramuskular setiap 12 – 24 jam selama 5 – 7 hari. Pada kasus serius, seperti anthrax tipe pernafasan pengobatan yang direkomendasikan adalah pemberian penisilin G 2 juta unit secara intravena/hari atau 500.000 unit diberikan secara intravena melalui infus lambat setiap 4 – 6 jam sampai suhu tubuh kembali normal. Streptomisin dengan dosis 1 – 2 g/hari, memiliki efek sinergis jika diberikan pada saat yang sama dengan penisilin. Penisilin mensterilkan organisme dalam waktu singkat, bahkan dalam satu hari pada pasien yang menderita anthrax kulit.


Sumber :

Acha PN, Szyfres B. 2001. Zoonoses and Communicable Diseases Common to Man and Animals. Edisi ke-3. Volume I. USA : Pan American Health Organization.

WHO, FAO, OIE 2008. Anthrax in Humans and Animals. Ed ke-4. France : WHO Press.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Apa Itu Distokia?

Apa Itu Distokia? Definisi dari distokia yaitu suatu keadaan dimana hewan mengalami kesulitan beranak/partus sehingga ...

error: Content is protected !!