Home » Kesmavet » Dampak Ekonomi Akibat Anthrax

Dampak Ekonomi Akibat Anthrax

gejala anthrax tipe kulit
Penyakit anthrax yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian. Penyakit anthrax dapat menimbulkan kerugian bagi peternak maupun manusia. Kerugian akibat penyakit anthrax dapat berupa kematian terhadap ternak, biaya pengobatan pada ternak yang terinfeksi, berkurangnya persediaan daging maupun produk ternak lainnya (seperti kulit) dan biaya vaksinasi serta biaya pengendalian anthrax lainnya. Kerugian penyakit anthrax terhadap manusia dapat berupa biaya diagnosa, pengobatan, hilangnya pendapatan karena produktivitas yang hilang atau menurun serta spora anthrax yang mengkontaminasi lahan pertanian juga menimbulkan kerugian bagi petani sehingga petani tidak bisa lagi menggunakan lahan pertanian tersebut bahkan sampai puluhan tahun karena spora anthrax dapat bertahan sampai 60 tahun. Kerugian akibat penyakit antraks diperkirakan mencapai 2 milyar rupiah setiap tahunnya yaitu berupa kematian ternak, berkurangnya tenaga kerja dan berkurangnya persedian daging serta kulit.

Dampak penyakit anthraks terhadap ekonomi juga dialami oleh berbagai negara di dunia yang memiliki daerah endemis anthrax. Berikut ini contoh kasus anthrax pada satwa liar yang terjadi di Luangwa Valley di Zambia tepatnya di Taman Nasional Luangwa. Diperkirakan kematian satwa liar di Kebun Binatang Luangwa mencapai ribuan ekor. Total kematian pada satwa liar berjumlah 4200 ekor yang terdiri dari 1000 ekor kuda nil, 5 ekor anjing liar dan sisanya pada jenis satwa liar lainnya. Perkiraan biaya epidemi di Taman Nasional Luangwa tergantung pada ukuran sebagai hasil dari strategi pengendalian penyakit yang dilakukan yaitu sebesar 2079.5 juta Zambian Kwacha (ZMK) (Rp3,652,897,253.00). Langkah-langkah pengendalian yang diusulkan dapat menurunkan biaya sebesar 852.6 juta Zambian Kwacha (ZMK) (Rp1,497,696,657.00). Biaya pengendalian penyakit anthrax di Taman Nasional Luangwa terdiri dari biaya tindakan mitigasi resiko, pemeriksaan laboratorium dan tindakan sanitasi.

Sumber :

Hardjoutomo S.1986. Pengendalian penyakit antraks. Seri Pengembangan No. 6. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta : Departemen Pertanian.

Siamudaala VM. 2003. A Study of Epidemiology and Socio-Ekonomi Impact of Anthrax in Luangwa Velley in Zambia [thesis]. Pretoria, Afrika Selatan : Faculty of Veterinary Science, University of Pretoria.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Apa Itu Leptospirosis dan Bahayanya Terhadap Hewan

Apa itu Leptospirosis dan agen penyebabnya? Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. ...