Home » Mikrobiologi » Ciri-Ciri Fungi atau Jamur

Ciri-Ciri Fungi atau Jamur

bentuk-jamur

Pernahkah Anda membiarkan roti tawar selama beberapa hari? Apakah yang terjadi? Anda tentu melihat pada roti tersebut ada bercak-bercak berwarna hitam, bukan? Apakah Anda mengetahui bercak-bercak hitam tersebut sebenarnya adalah Fungi  atau jamur, yaitu Rhizopus stolonifer. Selain itu, pada pembuatan tempe, apakah yang berperan dalam proses peragian/fermentasi sehingga terbentuk ‘tempe’? Fermentasi pada pembuatan tempe dibantu oleh suatu jamur atau cendawan, kapang, atau sering disebut juga dengan Fungi. Masih banyak lagi jenis makanan atau minuman yang proses pembuatannya dibantu oleh Fungi atau jamur.

Baca juga mengenai: Apa Itu Jamur atau Fungi?

Sebenarnya masih banyak jenis jamur di sekitar kita. Cobalah Anda amati lagi di sekitar halaman rumah, sekolah, atau kebun. Pernahkah Anda melihat Fungi atau jamur yang hidup di batang kayu atau di sekitar sampah? Bagaimana bentuk dari jamur tersebut, termasuk jenis apakah jamur itu? Ada jamur yang dapat dimakan, misalnya jamur merang dan jamur kuping. Jamur jenis ini memiliki nilai gizi yang tinggi. Selain menguntungkan, Fungi atau jamur juga dapat merugikan, Misalnya menyebabkan penyakit dan kebusukan. Contoh penyakit yang disebabkan Fungi adalah panu, kadas, dan keputihan, sedangkan kebusukan dapat menyerang akar, batang, daun, dan buah tanaman yang menyebabkan petani rugi. Karena Fungi berhubungan dengan kehidupan kita, maka kita mempelajari Fungi lebih mendalam. Berikut ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri Fungi atau jamur. Adapun ciri-ciri Fungi atau jamur yaitu sebagai berikut:

  1. Merupakan makhluk hidup eukariot (memiliki membran inti)
  2. Tidak mengandung klorofil
    Hal ini mengakibatkan Fungi tidak dapat membuat makanan sendiri. Fungi memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya.
  3. Ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada juga bersel banyak (multiseluler)
  4. Dinding sel dari zat kitin
  5. Tubuh terdiri dari benang-benang halus yang disebut hifa
  6. Hifa bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium
  7. Hifa fungi ada yang bersekat (septum) dan tidak bersekat (aseptum) yang mengandung satu sel, tetapi ada juga yang tidak bersekat dengan banyak inti sel.
  8. Cara hidupnya ada yang bersifat saprofit, parasit dan mutualisme.
  9. Keturunan diploid singkat.
  10. Reproduksi secara seksual dan aseksual.
  • Reproduksi seksual  yaitu dengan peleburan dua sel inti melalui kontak gametangium dan konjugasi serta  pembentukan spora seksual yang haploid (n) (berupa zigospora, askospora atau basidiospora).
  • Reproduksi aseksual pada Fungi uniselular dilakukan dengan cara pembentukan tunas dan fragmentasi. Adapun padaFungi  multiselular dengan pembentukan sporangiospora atau konidiospora.
  1. Tidak memiliki flagela dalam daur hidupnya
  2. Fungi tumbuh pada habitat yang lembab, mengandung banyak zat organik, sedikit asam, dan kurang cahaya

Baca juga mengenai: Struktur Tubuh Jamur (Fungi) dan Cara Mendapatkan Makanan

 

 

Sumber:

Kistinnah I, lestari ES. 2009. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Kandungan Dari Biji Kefir (Starter Kefir)

Kefir merupakan produk susu fermentasi yang diproduksi dengan menggunakan starter yang sering disebut sebagai “biji ...

error: Content is protected !!