Home » Reproduksi

Reproduksi

Apa Itu Repeat Breeder dan Faktor Penyebabnya?

Definisi repeat breeder Repeat breeder atau kawin berulang yaitu berulang-ulangnya hewan minta kawin namun sulit bunting meskipun sudah diinseminasi berulang kali padahal kondisi hewan sehat. Definisi lain dari repeat breeder yaitu sebagai suatu kelainan reproduksi hewan betina yang mempunyai siklus birahi normal dan gejala estrus yang jelas tetapi bila dikawinkan 2-3 kali atau lebih, baik secara alami atau dengan IB ...

Read More »

Apa Itu Kista Folikuler dan Bagaimana Penanganannya

Kista merupakan salah satu kelainan yang dapat terjadi pada ovarium. Terdapat dua jenis kista yang sering diderita hewan betina yaitu kista folikuler dan kista luteal. Ciri-ciri kista foluikuler adalah dinding tipis, terisi cairan, dan berdiameter >25 mm. Apabila ditemukan kista foluikuler di ovarium maka hewan tersebut didiagnosa menderita nymphomania (ingin kawin terus). Estrus biasanya tetap terjadi pada kasus kista folikuler ...

Read More »

Corpus Luteum Persisten dan Cara Penanganannya

Corpus luteum persisten (CLP) merupakan suatu keadaan dimana corpus luteum tidak mengalami regresi dan tetap tinggal di ovarium dalam jangka waktu yang lama (>1 siklus birahi) meskipun hewan tidak bunting. Disebut persisten karena corpus luteum tetap besar ukurannya dan tetap berfungsi menghasilkan progesteron dalam waktu yang lama. Hormon progesteron berfungsi untuk mempertahankan kebuntingan, sehingga adanya progesteron akan menghambat pematangan folikel, ...

Read More »

Diagnosa dan Pengobatan Pyometra

Diagnosa Pyometra Stadium awal dari pyometra biasanya gejala klinis belum terlihat dengan jelas, sehingga pada kebanyakan kasus penyakit ini lambat terdiagnosa. Diagnosa berdasarkan gejala klinis akan susah terutama pada kasus pyometra tertutup dimana servik dalam keadaan tertutup sehingga tidak ada discharge yang terlihat keluar dari vagina. Pengujian terhadap sampel darah dan urin dapat dilakukan untuk membantu peneguhan diagnosa. Hewan yang ...

Read More »

Gejala Klinis dan Patogenesis Pyometra

Gejala Klinis Pyometra Gejala klinis yang terlihat pada hewan yang mengalami pyometra yaitu sebagai berikut: Penurunan nafsu makan (anoreksia) Depresi Polidipsi Poliuria Kelemahan Mengalami distensi (ketegangan) abdominal dengan atau tanpa discharge yang keluar dari vagina. Discharge dapat bersifat purulen, sanguinopurulen (mirip dengan sup tomat), mukoid atau hemoragi akut. Gambaran hasil darah (laboratorium) akan tampak peningkatan jumlah sel darah putih dan ...

Read More »

Pyometra dan Penyebab Terjadinya Pada Hewan

Apa Itu Pyometra? Pyometra adalah kelainan pada uterus dengan disertai akumulasi eksudat purulent dalam uterus. Pyometra ditandai dengan adanya akumulasi pus atau eksudat yang mukopurulen di dalam uterus, disertai dengan atau tanpa adanya endometritis dan dapat disebabkan oleh kematian fetus, infeksi mikrooorganisme atau kelanjutan dari endometritis serta ditandai dengan serviks yang terbuka atau tertutup. Kasus pyometra biasa disertai dengan kondisi ...

Read More »

Faktor Penyebab dan Patogenesa Retensio Secundinae

Penyebab retensio secundinae atau retensio plasenta bersifat kompleks. Tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya retensio secundinae diantaranya yaitu : Tidak cukupnya dorongan keluar oleh myometrium Kegagalan plasenta memisah dari endometrium Gangguan mekanik. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan-perubahan peradangan, belum dewasanya plasenta, ketidak seimbangan hormon, neoplasia, kurangnya migrasi polimorf ke tempat perlekatan dan mungkin juga karena defisiensi imunitas; obstruksi mekanikal ...

Read More »

Apa Itu Retensio Sekundinae dan Bagaimana Penanganannya?

Apa itu retensio secundinae? Retensio secundinae merupakan suatu keadaan dimana tertahannya membran fetus (plasenta) dalam kandungan setelah fetus lahir, baik fetus lahir normal, abortus atau prematur selama 8 – 12 jam atau lebih. Secara fisiologik selaput fetus lepas dalam waktu 3 – 8 jam post partus. Selain itu, retensio sekundinae juga merupakan suatu keadaan plasenta tidak keluar (baik sebagian ataupun ...

Read More »

Prolapsus Uteri Pada Hewan

A. Definisi dan faktor penyebab Prolapsus atau pembalikan uteri merupakan salah satu jenis kelainan yang dapat terjadi pada sapi dan hewan lainnya sesudah partus. Prolapsus uteri pada dasarnya adalah eversi dari organ yang bagian dalamnya keluar sewaktu melewati melalui vagina sebagai sebuah prolaps. Kejadian prolapsus ini biasanya terjadi segera setelah partus dan jarang terjadi beberapa jam setelah itu. Predisposisi terhadap ...

Read More »

Faktor Penyebab Distokia

Distokia dibagi menjadi 2 jenis yaitu distokia maternal dan distokia fetal. Distokia maternal terjadi karena faktor saluran kelahiran dan organ pendukung kelahiran (uterus dan abdomen). Faktor saluran kelahiran terbagi menjadi ketidakmampuan dilatasi (uterus, serviks, vagina dan vulva) dan ukuran pelvis yang tidak memadai. Selain itu, distokia maternal dapat disebabkan oleh faktor kegagalan untuk mengekspulsi fetus akibat gangguan pada uterus yaitu ...

Read More »