Home » Parasitologi (page 2)

Parasitologi

Komponen Dasar Protozoa

Protozoa merupakan organisme uniseluler (sel tunggal) yang termasuk anggota dari hewan  (animal kingdom) yang lebih sederhana. Berbeda dengan tumbuha, organisme ini memperoleh energi dari material genetik. Hampir semua kelompok protozoa berukuran mikroskopis. Kurang lebih 64.000 jenis protozoa telah diberi nama. Sebagaian besar dari organisme ini hidup bebas, tetapi kurang lebih 7.000 merupakan parasit pada bermacam-macam hewan. Protozoa merupakan eukaryotik yang ...

Read More »

Pengobatan dan Pencegahan Terhadap Infeksi Trichuris vulpis

1. Pengobatan Pengobatan pada anjing terinfeksi Trichuris vulpis melibatkan penggunaan obat-obat pada dosis tertentu dan diulangi setiap 3 bulan karena dalam jangka waktu tersebut cacing berubah menjadi dewasa. Obat-obat yang digunakan adalah obat-obat yang mempunyai daya kerja berlawanan dengan cacing Trichuris vulpis. Adapun obat-obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi Trichuris vulpis dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Obat-obat yang ...

Read More »

Gejala Klinis dan Patogenesa Infeksi Trichuris vulpis

Tanda-tanda infeksi atau peradangan akibat Trichuris vulpis berbeda-beda tergantung banyaknya cacing dalam usus. Pada infeksi ringan tidak menimbulkan gejala klinis/masalah pada anjing tetapi jika infeksinya berat dapat menyebabkan peradangan pada usus, diare bercampur darah dan lendir. Kadang-kadang terjadi hemoragi, nafsu makan menurun, kehilangan cairan, kehilangan berat badan (anjing kurus) disertai dengan adanya colitis akut, terjadi anemia, lemas dan anjing terlihat ...

Read More »

Siklus Hidup Trichuris vulpis

Siklus hidup dari Trichuris vulpis bersifat langsung tidak membutuhkan inang antara. Trichuris vulpis betina dewasa bersifat ovipar, menghasilkan telur yang memiliki dinding yang tebal dan sangat resisten terhadap perubahan lingkungan. Setelah telur di keluarkan dalam feses, dalam waktu 9 – 10 hari larva infektif berkembang pada temperatur antara 25 °C – 30 °C, tetapi di bawah kondisi normal periode ini ...

Read More »

Karakteristik Trichuris vulpis (wiphworm)

Trichuris vulpis (wiphworm) merupakan cacing nematoda yang tersebar luas di seluruh dunia. Cacing ini hidup di saluran pencernaan anjing terutama pada sekum dan usus besar. Selain anjing cacing ini juga terdapat pada srigala, rubah dan coyote. Klasifikasi dari Trichuris vulpis adalah sebagai berikut : Kingdom         : Animalia Philum            : Nematelmintes Klass               : Nematoda Ordo                : Enoplida Sub-ordo        ...

Read More »

Diagnosa Toxoplasma gondii

Diagnosa terhadap Toxoplasma gondii dapat dilakukan berdasarkan gejala klinis, perubahan patologi anatomi, pengamatan mikroskopis (histopatologi) dan berdasarkan pengujian serologis. Diagnosa berdasarkan gejala klinis dapat ditunjukkan dengan anoreksia, emasiasio, demam, dypnoe dan pembesaran limfoglandula, diare haemoragis, eksudat mata, kebutaan, tremor dan gerakan otot yang tidak terkoordinasi. Pada perubahan anatomi ditunjukkan dengan pembesaran dan focal nekrosis pada limfoglandula mesenterika, ulserasi pada usus ...

Read More »

Pengobatan dan Pencegahan Toxoplasma gondii

Pengobatan Pengobatan yang tersedia pada hewan dan manusia saat ini belum sepenuhnya memberikan hasil yang memuaskan. Pengobatan hanya efektif apabila Toxoplasma gondii terdapat pada fase trofozoit dan pengobatan tidak efektif lagi apabila telah mencapai bentuk kista. Pengobatan yang diberikan pada umumnya berupa kombinasi antara pyrimethamine dan sulfonamide (khususnya sulfadiazine, sulfamethazine, dan sulfapyrazine). Kombinasi obat ini telah dilaporkan efektif terhadap takizoit ...

Read More »

Gejala Klinis dan Perubahan Patologi Toxoplasmosis

Kucing Gejala klinis pada kucing jarang terlihat walaupun infeksi Toxoplasma gondii sering terjadi. Kadang-kadang infeksi pada kucing menunjukkan gejala dan perubahan patologi berupa demam yang persisten, ada eksudat dari mata, diare dan ada bercak-bercak pendarahan di feses, mukosa kekuningan, enteritis penbesaran limfoglandula, pneumonia (sesak nafas, batuk, bersin), pembesaran limfonodus mesenterika, perubahan degeneratif pada sistem saraf pusat dan encepalitis dilaporkan pada ...

Read More »

Siklus Hidup Toxoplasma gondii

Kucing merupakan induk semang utama atau induk semang akhir dari infeksi Toxoplasma gondii. Selain itu, dalam siklus hidup T. gondii juga melibatkan induk semang antara yaitu pada hampir semua hewan berdarah panas termasuk manusia dan burung. Lalat dan kecoa dapat bertindak sebagai vektor mekanik. Perkembangbiakan T. gondii pada kucing terjadi secara seksual, sedangkan pada hewan berdarah panas lainnya perkembangbiakannya terjadi ...

Read More »

Morfologi Toxoplasma gondii

Awal mulanya morfologi Toxoplasma gondii dikelirukan dengan Eimeria karena memiliki merozoit yang mirip, kemudian pada tahun 1970 ditemukan secara serentak di beberapa negara bahwa Toxoplasma gondii ternyata memproduksi ookista dalam tubuh kucing yang tidak dapat dibedakan dengan suatu ookista yang kemudian mereka sebut Isospora bigemina ras kecil. Perbedaan antara T. gondii dengan Eimeria dan Isospora yaitu pada T. gondii terdapat ...

Read More »
error: Content is protected !!