Home » Kesmavet (page 2)

Kesmavet

Gejala Klinis Penyakit Ebola

Manusia Telah dilaporkan bahwa beberapa kasus infeksi penyakit pada manusia tidak disertai manifestasi penyakit ataupun gejala klinis, tetapi apabila manusia yang terinfeksi virus Ebola menunjukkan gejala klinis, maka gejala yang muncul sangat beragam mulai dari ringan sampai berat yang dapat berakibat fatal. Masa inkubasi dari penyakit Ebola dapat bervariasi yaitu antara 2-21 hari, namun sebagian besar antara 4-10 hari. Pada ...

Read More »

Sumber Infeksi dan Penularan Virus Ebola

Reservoir virus Ebola sebagai sumber infeksi di alam belum diketahui secara pasti. Ada dugaan kuat bahwa virus Ebola tersebar di alam bebas pada satwa liar. Beberapa pakar berpendapat bahwa kelelawar dapat menjadi kandidat reservoir yang paling memungkinkan, meskipun isolasi virus Ebola dari kelelawar belum sepenuhnya dapat dilakukan. Antibodi Zaire ebolavirus telah ditemukan pada tiga spesies kelelawar buah seperti Hypsygnathus monstrosus, ...

Read More »

Sejarah dan Etiologi Virus Ebola

Penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola pernah menggemparkan dunia sebagai penyakit misterius karena tingginya angka kejadian penyakit dan kematian yang diakibatkan oleh infeksi virus ini. Penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola pada awalnya dilaporkan terjadi di Sudan dan Zaire (Afrika Tengah). Penyakit ini pertama kali terjadi di Sudan Barat Daya pada bulan Juni 1976 yang mengakibatkan 286 orang terinfeksi dan ...

Read More »

Pengobatan dan Pencegahan Terhadap Infeksi Pseudomonas aeruginosa

  Pseudomonas aeruginosa merupakan flora normal pada tubuh dan tidak akan menimbulkan penyakit selama pertahanan tubuh normal. Oleh sebab itu, upaya untuk mencegah dari infeksi Pseudomonas aeruginosa yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila pasien telah terinfeksi Pseudomonas aeruginosa, maka diperlukan pengobatan secara tepat. Artikel berikut ini akan membahas mengenai pengobatan dan pencegahan terhadap infeksi Pseudomonas aeruginosa.   Pengobatan Pseudomonas ...

Read More »

Pembentukan Biofilm Oleh Pseudomonas aeruginosa

Biofilm adalah kumpulan sel mikroorganisme khususnya bakteri yang melekat di suatu permukaan dan diselimuti oleh pelekat karbohidrat yang dikeluarkan oleh bakteri tersebut. Kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan seperti saat ketersediaan nutrisi menipis akan memicu Pseudomonas aeruginosa untuk membentuk biofilm. Komunikasi antarsel penting bagi perkembangan dan pemeliharaan biofilm. Pelekatan suatu sel pada suatu permukaan adalah hasil dari sinyal untuk mengekspresikan gen-gen pembentuk ...

Read More »

Gejala klinis dari Infeksi Pseudomonas aeruginosa

  Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen oportunistik dan dapat menyebabkan penyakit jika terjadi penurunan sistem pertahanan tubuh. Artikel berikut akan membahas mengenai gejala klinis dari infeksi Pseudomonas aeruginosa. Pseudomonas aeruginosa menimbulkan infeksi pada luka dan luka bakar terutama dengan nanah hijau kebiruan disebabkan pigmen piosianin, meningitis terjadi apabila masuk lewat punksi lumbal dan infeksi saluran kemih apabila masuk bersama kateter dan ...

Read More »

Penyakit yang Ditimbulkan Oleh Pseudomonas aeruginosa

Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen oportunistik yang memanfaatkan kerusakan pada mekanisme pertahanan inang untuk memulai suatu infeksi. Bakteri ini dapat menginfeksi hampir setiap jaringan atau lokasi tubuh seperti infeksi saluran kemih, saluran pernafasan, dermatitis, infeksi jaringan lunak, bakterimia, infeksi tulang dan sendi, infeksi saluran pencernaan dan bermacam-macam infeksi sistemik terutama pada penderita luka bakar, kanker dan penderita AIDS yang mengalami penurunan ...

Read More »

Taksonomi dan Karakteristik Pseudomonas aeruginosa

Pseudomonas aeruginosa termasuk dalam kelas Gamma Proteobacteria dan famili Pseudomonadaceae. Berdasarkan pada conserved macromolecules (misalnya 16S ribosomal RNA) famili Pseudomonadaceae mencakup hanya anggota dari genus Pseudomonas yang dibagi menjadi delapan kelompok. Pseudomonas aeruginosa adalah spesies jenis kelompok tersebut yang terdiri dari 12 anggota lain. Adapun taksonomi dan klasifikasi Pseudomonas aeruginosa adalah sebagai berikut: Kingdom                     : Bacteria Fillum                          : Proteobacteria Kelas                            ...

Read More »

Fermentasi Lactococcus lactis pada Kefir

Lactococcus lactis sangat berperan dalam fermentasi kefir terutama pada awal fermentasi. L. lactis mempunyai dua subspesies yang paling banyak digunakan untuk fermentasi kefir yaitu L. Lactis subsp. lactis dan cremoris. L. Lactis subsp. lactis dan cremoris merupakan starter mesofilik pada proses fermentasi kefir dan berperan terutama untuk menghasilkan asam laktat. L. Lactis subsp. lactis dan cremoris menggunakan kurang dari 0.5% ...

Read More »

Peran Lactococcus lactis pada Proses Pembuatan Keju

Lactococcus lactis sangat berperan dalam fermentasi susu dan produksi berbagai jenis keju. L. lactis mempunyai dua subspesies yang paling banyak digunakan untuk pembuatan keju yaitu L. Lactis subsp. Lactis dan cremoris. L. Lactis subsp. Lactis dan cremoris merupakan starter mesofilik pada proses pembuatan keju dan berperan dalam fermentasi terutama untuk menghasilkan asam laktat. L. Lactis subsp. Lactis dan cremoris menggunakan ...

Read More »
error: Content is protected !!