Home » Anatomi & Fisiologi (page 2)

Anatomi & Fisiologi

Jaringan Pembentuk Organ Hewan

Jaringan terbentuk dari beberapa sel hasil proses diferensiasi, kemudian mengalami proses spesialisasi. Proses diferensiasi, yaitu proses perbanyakan sel melalui fungsi reproduksi sel, sedangkan proses spesialisasi merupakan proses lanjut dari diferensiasi sebagai proses perubahan bentuk dan fungsi. Sel-sel yang bentuk dan fungsinya sama selanjutnya akan berkelompok menjadi satu kesatuan membentuk jaringan. Secara umum tubuh hewan maupun organisme lainnya tersusun atas empat ...

Read More »

Apa Itu Sel Darah Putih atau Leukosit

Leukosit merupakan unit yang aktif dari sistem pertahanan tubuh. Sebagian leukosit dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe seperti kelenjar limfe, limpa, timus dan tonsil (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Leukosit tidak mengandung pigmen karena tidak memiliki hemoglobin. Leukosit ...

Read More »

Apa Itu Sel Darah Merah atau Eritrosit?

Sel darah merah atau eritosit (erythro = merah, cyto = sel) pada mamalia berbentuk bulat pipih dengan cekungan di kedua permukaannya (bikonkaf). Eritrosit pada mamalia tidak memiliki inti sel (nukleus) dan memiliki luas permukaan yang besar serta memiliki diameter 7-8 µm dengan tebal 1-2 µm (Gambar 1). Berbeda dengan mamalia, eritrosit pada unggas memiliki inti sel dan berbentuk elips (Gambar ...

Read More »

Sel-Sel Darah dan Fungsinya

Hampir 45% dari volume darah merupakan sel-sel darah. Darah mengandung beberapa tipe sel darah yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Terdapat tiga macam sel darah diantaranya sebagai berikut: 1. Sel darah merah (eritrosit) Fungsi dari sel darah merah (eritrosit) adalah sebagai berikut: Mengangkut atau mengedarkan hemoglobin, oksigen dari paru-paru ke jaringan. Hemoglobin mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida. Hemoglobin ...

Read More »

Plasma Darah dan Fungsinya

Komposisi darah dapat diperoleh dengan cara memutar darah dalam suatu tabung dengan kecepatan tinggi. Proses pemutaran darah tersebut dinamakan sentrifugasi. Hasil dari sentrifugasi, darah akan terpisah menjadi dua bagian, yaitu bagian bawah yang padat dan bagian atas berupa cairan. Cairan pada bagian atas adalah plasma darah (55%), sedangkan bagian bawah terdapat sel-sel darah (45%) (Gambar 1). Pada artikel ini hanya ...

Read More »

Jantung Sebagai Organ Sistem Peredaran Darah

Organ-organ sistem peredaran darah pada mamalia terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Fungsi utama jantung sebagai pemompa darah, sedangkan pembuluh darah mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Artikel berikut ini akan membahas mengenai jantung sebagai organ sistem peredaran darah. Jantung merupakan pusat dari sistem peredaran darah mamalia. Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Jantung memiliki kemampuan untuk berkontraksi memompa ...

Read More »

Komponen Sistem Peredaran Darah dan Fungsi Darah

Pada prinsipnya, sistem peredaran darah memiliki empat komponen utama sebagai berikut: Darah, berfungsi sebagai medium pengangkut untuk nutrisi, udara, dan zat buangan Jantung, merupakan salah satu organ dalam sistem peredaran yang berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh Pembuluh darah, merupakan saluran tempat darah beredar ke seluruh tubuh Sistem lain yang dapat menambah atau mengurangi kandungan dalam darah. ...

Read More »

Pengelompokan Tulang Berdasarkan Bentuknya

Tulang memiliki bentuk yang beragam. Pengelompokan tulang berdasarkan bentuknya terdiri atas: tulang panjang, tulang pendek, tulang pipih, tulang tidak beraturan (irregular), tulang sesamoid, tulang pneumatic, dan tulang splanchnic. Penjelasan lebih rinci dari masing-masing bentuk tulang tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Kelompok tulang berdasarkan bentuknya Bentuk tulang Contoh Tulang panjang (Ossa longa)(Gambar 1a) –Bentuk seperti tabung, kedua ujung ...

Read More »

Struktur Penyusun dan Sifat Kerja Otot

Secara anatomi otot tersusun oleh dua jenis filamen dasar, yaitu filamen aktin dan filamen miosin. Keadaan filamen aktin tipis, sedangkan miosin tebal. Kedua filamen inilah yang menjadi penyusun suatu struktur otot yang disebut miofibril. Sekumpulan miofibril ini akan membentuk serabut otot dan sekumpulan serabut otot akan membentuk otot (Gambar 1). Gambar 1 Bagian-bagian penyusun otot Sebelum kita lebih jauh membahas ...

Read More »

Sumber Energi untuk Gerakan Otot

Sumber energi utama untuk gerakan (kontraksi) otot yaitu adenosin tri fosfat (ATP). Akan tetapi, jumlah yang tersedia hanya dapat digunakan untuk kontraksi dalam waktu beberapa detik saja. Otot vertebrata mengandung lebih banyak cadangan energi fosfat yang tinggi berupa kreatin fosfat sehingga akan dibebaskan sejumlah energi yang segera dipakai untuk membentuk ATP dari ADP. ATP dihasilkan dari proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ...

Read More »
error: Content is protected !!