Home » Kesmavet » Cara Penularan Tuberkulosis

Cara Penularan Tuberkulosis

penularan TBSumber penularan tuberkulosis (TB) berasal dari pasien TB dengan pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) positif. Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan basil TB ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan dan sinar matahari langsung dapat membunuh bakteri ini. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab. Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya basil TB yang dikeluarkan dari paru-paru. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, maka makin tinggi peluang pasien tersebut menularkan penyakit ini kepada orang lain. Faktor yang memungkinkan seseorang tertular TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. Setiap satu BTA positif akan menularkan kepada 10 – 15 orang lainnya, sehingga kemungkinan setiap kontak untuk tertular TB adalah 17%. Hasil studi lainnya melaporkan bahwa kontak terdekat (misalnya keluarga serumah) akan dua kali lebih berisiko dibandingkan kontak biasa (tidak serumah).

Basil TB dapat juga memasuki tubuh melalui traktus gastrointestinal ketika minum susu yang mengandung basil TB. Jalan masuk lain kedalam tubuh manusia adalah melalui luka pada kulit atau membran mukosa, tetapi penyebaran dengan cara ini sangat jarang. Sarang TB yang telah terbentuk pada satu organ tubuh dapat menyebar ke organ tubuh yang lain melalui pembuluh darah, saluran limfatik, kontak langsung, saluran cerna (sering dari intestinum kembali ke darah melalui duktus torasikus) dan yang paling sering melalui saluran pernafasan.

Risiko penularan TB tergantung dari tingkat paparan dengan percikan dahak. Pasien TB paru dengan BTA positif memberikan kemungkinan risiko penularan lebih besar dari pasien TB paru dengan BTA negatif. Risiko penularan setiap tahunnya di tunjukkan dengan Annual Risk of Tuberculosis Infection (ARTI) yaitu proporsi penduduk yang berisiko terinfeksi TB selama satu tahun. ARTI sebesar 1%, berarti 10 orang diantara 1000 penduduk terinfeksi setiap tahun. ARTI di Indonesia bervariasi antara 1-3%. Infeksi TB dibuktikan dengan perubahan reaksi tuberkulin negatif menjadi positif.

Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TB akan menjadi sakit. ARTI 1%, diperkirakan diantara 100.000 penduduk rata-rata terjadi 1000 terinfeksi TB dan 10% diantaranya (100 orang) akan menjadi sakit TB setiap tahun. Sekitar 50 diantaranya adalah pasien TB BTA positif. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk). HIV merupakan faktor risiko yang paling tinggi bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (Cellular immunity), sehingga jika terjadi infeksi oportunistik seperti TB maka penyakit ini akan semakin parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Jumlah yang terinfeksi HIV meningkat, maka jumlah pasien TB akan meningkat dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat juga.

 

 

 

 

Sumber :

[Depkes RI] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Panduan Nasional Penularan Tuberkulosis. Edisi ke-2. Jakarta : Depkes RI.

Hedden VD et al. 2006. TB Epidemiology and Human Genetics, In : Innate Immunity to Pulmonary Infection-Novartis Foundation Symposium. Chichester : John Wiley & Sons Ltd.

Widoyono. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan Dan Pemberantasannya. Surabaya : Erlangga.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Apa Itu Leptospirosis dan Bahayanya Terhadap Hewan

Apa itu Leptospirosis dan agen penyebabnya? Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. ...

error: Content is protected !!