Home » Kesmavet » Cara Penularan dan Patogenesa Avian Influenza

Cara Penularan dan Patogenesa Avian Influenza

Virus avian influenza (AI) dikeluarkan oleh unggas penderita lewat cairan hidung, mata dan feses. Unggas peka akan tertular bisa secara kontak langsung dengan unggas penderita maupun secara tidak langsung melalui udara yang tercemar oleh droplet yang dikeluarkan hidung dan mata atau muntahan unggas yang terinfeksi. Feses yang mengering dan hancur menjadi serbuk yang mencemari udara yang terhirup oleh unggas juga merupakan cara penularan yang efektif. Feses dan muntahan unggas terinfeksi AI seringkali mencemari pakan, air minum, kandang dan peralatan kandang akan menularkan virus dari unggas penderita ke unggas peka dalam satu flok kandang. Penularan virus dari peternakan satu ke peternakan lain bisa melalui perantara diantaranya manusia, pakaian, sepatu, kendaraan serta burung liar dan unggas air sebagai reservoir.

Avian influenza tidak hanya menular dari unggas ke unggas lainnya tetapi juga dapat menular kepada manusia. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus AI atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi AI. Sebagian besar kasus infeksi HPAI pada manusia disebabkan penularan virus dari unggas ke manusia. Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus influenza dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa AI (H5N1) dapat menginfeksi spesies lain seperti kucing domestik, anjing, harimau, macan tutul dan musang. Pada babi di Asia Selatan H5N1 juga terdeteksi dengan persentasenya kecil (0,25 -10%), meskipun begitu lethal infection H5N1 pada babi belum didokumentasikan.

Terdapat dua faktor yang menentukan tingkat pathogen virus AI yaitu: (1) Protein hemaglutinin (HA) yang terdapat pada permukaan virus. Adanya cleavage site pada protein HA akan meningkatkan sifat pathogen virus AI. Protein HA juga berperan dalam proses infeksi virus ke dalam sel dengan cara berinteraksi secara langsung dengan reseptor di permukaan sel hospes. Selain itu, protein HA juga berfungsi dalam perpindahan virus dari satu sel ke sel lain. Melalui cara akumulasi mutasi pada HA, maka virus AI bisa meningkat daya penularannya. (2) Gen nonstruktural protein (NS). Keberadaan gen NS akan menciptakan virus yang kebal terhadap dua faktor yang berkaitan dengan sistem imun tubuh yaitu interferon (IFN) dan tumor necrosis factor alpha (TNF-α) yang memiliki peran sebagai anti virus. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bahwa virus rekombinan yang memiliki NS yang berasal dari virus pathogen seperti H1N1 berhasil menghambat ekspresi gen yang diregulasi oleh interferon.

Penularan AI

Gambar 1 Infeksi avian influenza (H5N1) pada beberapa spesies

Sumber :

Beigel et al. 2007. Avian Influenza A (H5N1) Infection in Human.The New England Journal of Medicine 353: 1374-1385.

Choi YK et al. 2005. Studies of H5N1 Influenza Virus Infection of Pigs by Using Viruses Isolated in Vietnam and Thailand in 2004. Journal Virol 79: 10821–10825.

Rimmelzwaan GF et al. 2006. Influenza A virus (H5N1) Infection in Cats Causes Systemic Disease with Potential Novel Routes of Virus Spread Within and Between Hosts. Am J Pathol 168:176–183.

Swayne DE. 2008. Avian Influenza. USA: Blackwell Publishing.

Weese JS and Fulford M. 2011. Companion Animals Zoonoses. USA: Wiley Blackwell.

Yen HL, Guanb Y, Peirisb M, Webstera RG. 2008. H5N1 in Asia. Monogr Virol 27: 11–26.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Cara Membedakan Kucing yang Terinfeksi Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

Feline viral rhinotracheitis (FVR) dan feline calicivirus (FCV) disebut juga penyakit flu kucing (cat flu). ...

error: Content is protected !!