Home » Info & Tips » Cara Membawa Kucing Dalam Berbagai Kondisi

Cara Membawa Kucing Dalam Berbagai Kondisi

Cara membawa kucing dapat berbeda-beda, hal ini tergantung dari kondisi kucing. Kucing yang kooperatif mungkin akan mudah serta tidak perlu usaha yang keras untuk mengambil dan membawanya. Berbeda halnya dengan kucing yang agresif yang mungkin agak susah dan perlu usaha yang keras. Berikut ini akan dijelaskan cara membawa kucing dalam berbagai kondisi sehingga dapat memudahkan anda dalam menangani kucing bahkan terhadap kucing agresif sekalipun.

Kucing yang kooperatif

Terhadap kucing yang kooperatif, cara membawanya yaitu (Gambar 1):

  • Menempatkan tangan kanan pada bagian bawah dada (tulang rusuknya) tepat di belakang kedua kaki depan kucing.
  • Kemudian arahkan posisi kucing dan ringkuk kucing dekat dengan tubuh anda.
  • Gunakan tangan yang lain untuk memegang kucing di bawah bagian belakang tubuhnya.
  • Buatlah posisi kucing kesayangan anda senyaman mungkin saat anda bawa.
Cara mengambil kucing dewasa (adult cat)

Sumber: Bryan-Dennis 2013

Gambar 1 Cara membawa kucing yang kooperatif (Bryan-Dennis 2013 pada buku The Complete Cat Breed Book)

 

Kucing dalam kondisi tidak sehat

Kucing yang sedang dalam kondisi yang memprihatinkan atau dalam kondisi tidak sehat dapat dibawa dengan cara sebagai berikut:

  1. Menjangkau kucing ke bawah dan memegang bagian tengkuk dari leher kucing.
  2. Kebanyakan kucing yang masih berusia di bawah 1 tahun akan terkulai lemas seperti yang mereka lakukan ketika mereka dibawa oleh induk mereka.
  3. Kucing yang lebih tua (kucing dewasa) biasanya tidak kooperatif dengan perlakuan ini, sehingga bagian kaki belakang dan tubuh kucing perlu dipegang dengan tangan yang lainnya (Gambar 2).

 

Kucing dalam kondisi ketakutan dan agresif

Kucing yang dalam kondisi ketakutan dapat dibawa dengan cara sebagai berikut:

  1. Menutup kucing dengan handuk atau kain selama satu atau dua menit sampai kucing menjadi tenang.
  2. Setelah itu, geser sisi handuk ke bagian bawah tubuh kucing dan angkat kucing seperti sebuah bungkusan (Gambar 3).
  3. Metode ini juga dapat digunakan untuk kucing yang agresif tetapi mungkin perlu menggunakan sarung tangan kulit yang dan kain yang tebal. Selain itu, pada kucing agresif juga perlu ditambahkan tali pengikat pada bagian atas kepala atau leher kucing supaya ketika kucing berusaha berontak dan lepas dari tangan anda setidaknya kucing tidak dapat melarikan diri sepenuhnya.

Apabila metode ini tidak efektif untuk kucing agresif, maka metode lain perlu dilakukan yaitu:

  1. Dengan menyisipkan tali atau melingkarkan tali pada bagian atas kepala dan juga pada satu kaki depan
  2. Kemudian angkat kucing dengan tali dan menempatkannya di atas meja atau di dalam box. Jangan mencoba untuk mengangkat kucing hanya dengan melingkarkan tali di lehernya.
  3. Pilihan lain yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan sarung pengekang kecil (bag restraint) atau kotak pengekang. Kucing dipancing supaya tertarik untuk masuk kedalam sarung atau kotak khusus yang dapat dikencangkan dengan lembut ke seluruh tubuh kucing (Gambar 4). Penggunaan metode ini mungkin akan mempersulit dalam pemeriksaan fisik dan penyuntikan pada kucing.
Cara membawa kucing dalam kondisi yang memprihatinkan atau dalam kondisi tidak sehat 2

Sumber: Eldredge et al. 2008

Gambar 2 Cara membawa kucing dalam kondisi yang memprihatinkan atau dalam kondisi tidak sehat (Eldredge et al. 2008 pada buku Cat Owner’s Home Veterinary Handbook)

Cara mengambil dan membawa kucing dalam kondisi ketakutan

Sumber: Eldredge et al. 2008

Gambar 3 Cara membawa kucing dalam kondisi ketakutan (Eldredge et al. 2008 pada buku Cat Owner’s Home Veterinary Handbook)

Penggunaan bag restraint pada kucing agresif

Sumber: Eldredge et al. 2008

Gambar 4 Penggunaan bag restraint pada kucing agresif (Eldredge et al. 2008 pada buku Cat Owner’s Home Veterinary Handbook)

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

9 Penyebab Rambut Kucing Rontok

Rambut merupakan bagian terpenting dari kucing. Rambut berfungsi untuk menutupi dan melindungi tubuh kucing dari ...

error: Content is protected !!