Home » Klinik & bedah » Candidiasis pada Unggas dan Burung

Candidiasis pada Unggas dan Burung

Apa Itu Candidiasis?


Candidiasis merupakan penyakit mikotik primer yang menyerang traktus alimentarius bagian atas seperti mulut, esofagus, dan tembolok. Penyakit ini dapat menyerang berbagai jenis unggas terutama ayam, kalkun, burung mepati, burung merak, burung puyuh dan angsa. Organisme yang paling sering menyebabkan candidiasis yaitu Candida albicans. Candida dapat diisolasi dari traktus digestivus pada unggas dan burung normal dalam jumlah kecil, pada kondisi tertentu dapat tumbuh pesat sehingga jumlahnya meningkat. Candida dapat hidup sebagai saprobe tanpa menyababkan kelainan pada berbagai permukaan tubuh hewan maupun manusia. Namun, pada keadaan tertentu Candida dapat menjadi pathogen dan menyebabkan penyakit yang disebut candidiasis. Adapun Faktor predisposisi terjadinya candidiasis yaitu antara lain:

  1. Penggunaan antibiotik dengan jangka waktu panjang khususnya tetrasiklin
  2. Keadaan imunosupresi (gangguan sistem imunitas)
  3. Malnutrisi
  4. Hipovitaminosis vitamin A
  5. Defisiensi asam lemak essential
  6. Terserang penyakit
  7. Sanitasi yang buruk

Unggas dan burung muda lebih rentan terserang candidiasis. Candidiasis lebih sering menyerang ayam muda mulai umur 1-2 minggu, namun semua golongan umur dapat terserang penyakit ini. Candidiasis dapat menyebabkan impaksi tembolok (pemadatan tembolok) dan dapat meyebabakan kematian pada unggas dan burung seperti kematian pada burung paruh bengkok (Psittacii). Candidiasis lebih sering ditemukan pada tembolok, menyebabkan hambatan pada tembolok sehingga menyebabkan malnutrisi. Candidiasis dapat juga ditemukan di mulut, sinus intraorbital, esofagus, proventrikulus, ventrikulus, dan usus. Candidiasis pada saluran genital, kulit, dan mata juga pernah dilaporkan. Candidiasis dapat bersifat sistemik, terutama pada unggas dan burung muda. Lesio dapat dilihat pada mukosa, derajat kerusakannya mulai dari coretan putih ringan sampai pembentukan formasi membran difterik disertai dengan eksudat kataral sampai mukoid.

 

Cara Penularan Candidiasis

Penyakit ini dapat menular melalui oral (mulut) karena mengkonsumsi pakan atau air minum yang tercemar Candida. Selain itu, juga dapat ditularkan melalui kontak dengan bahan atau lingkungan yang tercemar Candida.

 

Gejala Klinis Candidiasis

Gejala klinis candidiasis bervariasi dengan faktor predisposisi dan derajat patologikalnya. Gejala umum yang menyertai candidiasis pada tembolok adalah sebagai berikut:

  1. Kelemahan umum
  2. Berat badan turun
  3. Pertumbuhan terhambat
  4. Hambatan aliran makanan pada tembolok disertai dengan penebalan atau dilatasi dindingnya,
  5. Vomitus (muntah) yang frekuen.
  6. Candidiasis pada burung pemangsa sering menyebabkan kerusakan makanan yang dicerna akibat adanya membran semu pada mukosa tembolok.

 

Diagnosa Candidiasis

Diagnosa candidiasis dapat berdasarkan dari gejala klinis yang ditemukan, faktor predisposisi, dan lesio yang ditemukan. Pemeriksaan dari isi tembolok dapat dipakai sebagai diagnosa presumtif candidiasis. Diagnosa banding dari avian candidiasis antara lain pox, trikhomoniasis, histomoniasis, dan hipovitaminosis vitamin A.

Sumber: http://www.thepoultrysite.com

Gambar 1 Candidiasis pada tembolok unggas meyebabkan terbentuknya pseudomembran pada permukaan tembolok

Sumber: http://www.nadis.org.uk

Gambar 2 Candidiasis pada esofagus dan tembolok unggas

 

Terapi Candidiasis

Terapi yang dapat dilakukan adalah dengan menghilangkan faktor prediposisi dan memberikan pengobatan antikandida. Dapat juga dilakukan flushing atau pembilasan ditujukan untuk membersihkan saluran pencernaan bagian atas dari sisa-sisa makan karena burung tersebut mengalami vomitus.

Antikandida yang dapat digunakan pada kejadian candidiasis adalah ketokonazole. Ketokonazole adalah imidazole antifungal yang tidak larut dala air. Ketokonazol bersifat fungistatik apabila diberikan pada dosis umum, tetapi dapat bersifat fungisidal pada dosis yang lebih tinggi dengan jangka waktu yang panjang. Ketokonazole dapat meningkatkan permeabilitas membran sel, menyebabkan efek metabolik sekunder, dan menghambat pertumbuhan. Aktifitas ketoconazole dapat mengeliminasi Blastomyces, Coccidiodes, Cryptococcus, Histoplasma, Microsporum, dan Trichophyton. Dosis tinggi dapat mengeliminasi Aspergillus dan Sporothrix. Beberapa strain dari Candida albicans resisten terhadap ketokonazole. Ketokonazol memiliki efek pada sistem endrokrin yaitu penghambatan langsung pada beberapa sistem enzim P450. Sintesis testosteron dan cortisol turun secara nyata pada penggunaan ketokonazol sebagai terapi anti fungal.

 

 

 

Sumber :

Fadilah R dan Agustin P. 2004. Aneka Penyakit pada Ayam dan Cara Mengatasinya. Tanggerang: Agromedia Pustaka.

Rinaldi MG. 1993. Biology and Pathogenicity of Candida Spesies. Di dalam: Bodey GP, editor. Candidiasis: Pathogenesis, Diagnosis and Treatment. Ed ke-2. New York: Raven Press.

Tabbu CR. 2000. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya. Penyakit Bakterial, Mikal, dan Viral. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Infestasi Jamur atau Mikosis pada Anjing dan Kucing

Infestasi jamur atau mikosis adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur (fungi) baik di dalam ...

error: Content is protected !!