Home » Info & Tips » Arti Penting Mencuci Tangan

Arti Penting Mencuci Tangan

Sumber: https://www.wsj.com

Cuci tangan merupakan kegiatan membersihkan tangan menggunakan air dan dengan atau tanpa sabun untuk menghilangkan kotoran serta mikroorganisme dalam rangka menjaga kesehatan diri. Cuci tangan sebaiknya dipandang sebagai suatu keharusan bahkan bagian dari penegakan disiplin dalam diri. Gaya hidup mencuci tangan setelah dari kamar mandi, bahkan sebelum dan sesudah makan, sebaiknya diterapkan sebagai kebiasaan hidup sehari-hari. Makin merebaknya berbagai kasus penyakit menular akhir-akhir ini seyogyanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya sanitasi. Budaya mencuci tangan memang terkesan sebagai hal kecil tetapi mempunyai pengaruh yang luar biasa terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Adapun arti penting mencuci tangan akan dijelaskan dalam artikel ini.

Menjaga kebersihan tangan dengan baik merupakan cara terbaik dan strategis dalam mencegah terjadinya suatu wabah penyakit. Mencuci tangan merupakan metode yang terbaik dalam membunuh mikroorganisme yang terdapat di tangan. Dalam mencuci tangan, tujuan utama kegiatan ini harus tercapai, yaitu menghilangkan mikroorganisme patogen dan zat kimia berbahaya, sehingga dapat mencegah dan membatasi penyebaran penyakit.Tanpa mencuci tangan, mikroorganisme yang terdapat di tangan dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau mulut yang disentuh tangan. Penyebaran mikroorganisme juga dapat terjadi ketika berinteraksi dengan orang lain dengan menyentuh orang tersebut atau benda yang biasa disentuhnya. Secara umum, mencuci tangan itu mudah dan cepat. Akan tetapi, masyarakat pada umumnya tidak biasa mencuci tangan sebelum atau setelah melakukan kegiatan.

Mikroorganisme pada kulit dapat bersifat menetap (resident microorganism) atau sementara (transient microorganism). Perbedaanya dari keduanya yaitu sebagai berikut:

1. Mikroorganisme yang menetap pada kulit (Resident microorganism)

Mikroorganisme yang menetap di kulit dapat bertahan hidup dan berkembang biak di kulit. Contoh dari mikroorganisme ini, diantaranya adalah genus Staphylococcus, Corynebacterium, Acinetobacter, dan beberapa dari famili Enterobacteriaceae, serta kapang dengan jenis Pityrosporum spp.. Mikroorganisme tersebut tidak selalu dapat menginfeksi manusia. Kejadian infeksi hanya dapat terjadi ketika mengalami imunodefisiensi.

2. Mikroorganisme sementara pada kulit (transient microorganism)

Mikroorganisme yang bersifat sementara pada kulit biasanya didapat ketika kulit terkontaminasi alat atau lingkungan, termasuk manusia. Mikroorganisme ini tidak selalu terdapat pada setiap manusia. Mikroorganisme sementara yang sering ditemukan di tangan adalah bakteri koliform gram negatif, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella spp., Shigella spp., Clostridium perfingens, Giardia lamblia, Norwalk virus, dan virus Hepatitis A.

Secara umum penyakit infeksius, seperti demam, flu, dan gangguan saluran pencernaan, dapat menyebar melalui kontak tangan ke tangan. Ketika manusia menderita demam, flu dapat menjadi lebih parah. Kejadian flu yang disertai demam, dapat memicu kejadian pneumonia. Selanjutnya, komplikasi flu dengan pneumonia dapat menimbulkan kematian.

Selain penyakit-penyakit infeksius, tangan yang kotor juga mengambil bagian dalam penyebaran penyakit yang ditularkan melalui makanan (foodborne disease), seperti salmonellosis dan infeksi E. coli. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease and Prevention (CDC), tidak kurang 76 juta warga Amerika menderita penyakit yang ditularkan melalui makanan (foodborne disease) dan sekitar 5000 orang diantaranya meninggal dunia.

Baca juga mengenai:

Faktor Intrinsik yang mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme pada Pangan

 

Menurut CDC (2000) menyebutkan bahwa, di dalam rumah tangga terdapat 5 jalur utama dimana mikroorganisme patogen dapat bertransmisi melalui tangan yang tercemar, yaitu:

  • Tangan ke makanan
    Mikroorganisme bertransmisi dari tangan yang kotor ke makanan. Hal ini biasa terjadi jika tidak mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan.
  • Bayi yang sakit ke tangan ke anak lain
    Ketika mengganti popok, mikroorganisme berpindah dari bayi yang sakit ke tangan orang tuanya. Jika orang tua tidak langsung mencuci tangannya setelah mengganti popok, maka akan terjadi penyebaran mikroorganisme ke anak yang lain.
  • Makanan ke tangan ke makanan
    Terjadi pencemaran silang dari bahan pangan asal hewan ke bahan pangan lainnya, seperti sayuran yang akan dibuat salad melalui tangan yang tidak dicuci.
  • Mata, hidung, atau mulut ke tangan ke orang lain
    Mikroorganisme penyebab infeksi pada mata, hidung, atau mulut dapat menyebar melalui tangan yang digunakan untuk menutup bersin, batuk, atau menggosok mata yang sakit ke orang lain.
  • Makanan ke tangan ke bayi
    Mikroorganisme yang terdapat dalam bahan makanan mentah dapat dipindahkan melalui tangan ke bayi.

Jalur-jalur perpindahan mikroba dapat diputus dengan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Mencuci tangan merupakan pekerjaan yang sangat sederhana dan mudah dilakukan tetapi kebanyakan masyarakat menyepelekannya. Padahal, manfaat dari cuci tangan dengan menggunakan sabun sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Mikroorganisme yang terdapat di tangan dapat hilang dengan mencuci tangan, sehingga penyebaran dan perpindahan penyakit dapat dihindari. Mencuci tangan dengan sabun sangat efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada kulit. Prosedur mencuci tangan yang di antaranya terdiri dari menggunakan sabun secukupnya, menggosok-gosokkan kedua tangan, dan membilas tangan di air hangat yang mengalir, terbukti ampuh dalam menghilangkan mikroorganisme yang terdapat di tangan. Di beberapa penelitian, penggunaan aliran udara (air dryer) untuk mengeringkan tangan menunjukkan penurunan jumlah mikroorganisme pada tangan setelah mencuci tangan.

Tujuan utama mencuci tangan adalah untuk membersihkan tangan dari kotoran, bahan-bahan organik, dan mikroorganisme. Hanya sedikit penelitian yang menunjukkan perbedaan mencuci tangan dengan sabun dengan membersihkan tangan menggunakan antiseptik. Derajat pengurangan mikroorganisme dengan mencuci tangan atau dengan menggunakan antiseptik tidak menunjukkan perbedaan. Dengan mengerti komposisi dan penggunaan sabun atau produk antiseptik merupakan hal yang penting dalam memilih yang disesuaikan dengan situasi.

Walaupun terdapat banyak keuntungan dari mencuci tangan, terlebih pada kesehatan diri, kebiasaan baik ini tidak sering dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Bahkan ketika setelah menggunakan kamar mandi. Jika tidak mencuci tangan ketika sebelum atau sesudah melakukan kegiatan, seperti berinteraksi dengan orang lain, memegang permukaan yang terkontaminasi, memegang makanan, atau membersihkan kotoran hewan, sebenarnya sepanjang hari manusia telah mengumpulkan berbagai jenis mikroorganisme pada tangannya. Hal ini berlanjut ketika tidak mencuci tangan dengan baik sebelum atau setetah melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Infeksi dapat terjadi ketika tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Selanjutnya penyebaran mikroorganisme dapat terjadi ketika kita menyentuh orang lain atau benda-benda yang terdapat di sekitar kita.

Baca juga mengenai:

Faktor Ektrinsik yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme Pada Pangan

 

 

 

 

Sumber:

Anonimus. 1998. Hand washing, cleaning, disinfection and sterilization in health care. Health Canada, Laboratory Centre for Disease Control. Volume 24S8. http://www.hc-sc.gc.ca/hpb/lcdc [10 Juni 2009].

Anonimus. 2007a. Cara mudah untuk tetap sehat. http://www.medicastore.com/ forum/ viewtopic.php [10 Juni 2009].

[CDC] Centers for Disease Control and Prevention. 2000a. Hand hygiene. http://www.cdc.gov/nceh/vsp/cruiselines/info_sheets_and_links/hand_hygiene.htm  [10 Juni 2009].

[CDC] Centers for Disease Control and Prevention. 2000b. Why is handwashing important?. http://www.cdc.gov/nceh/vsp/cruiselines/info_sheets_and_ links/why_is_handwashing_important.htm [10 Juni 2009]..

[CNN] Cable News Network. 2005. Hand washing: A simple way to prevent infection. http://www.cnn.com/HEALTH/library/DS/00407.html [10 Juni 2009].

Gao Z et al. 2007. Molecular analysis of human forearm superficial skin bacterial biota. http://www.pnas.org/cgi/content/full/0607077104/DC1 [10 Juni 2009].

Snyder P. 2008. A “safe hands” hand wash program for retail food operations. Hospitality Institute of Technolgy and Management. http://www.sproutnet.com/Reports/safe_hands.htm [10 Juni 2009].

[Wikipedia] Wikimedia Foundation Inc., US. 2008. Hand washing. http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Hand_washing [10 Juni 2009].

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Berbagai Jenis Mikroorganisme Kulit

Keberadaan bakteri di kulit tubuh manusia sudah sejak lama diketahui. Gao et al. (2007) melakukan ...

error: Content is protected !!